11 Tanda Ibu Menyusui Alami Sindrom Sheehan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
11-tanda-ibu-menyusui-alami-sindrom-sheehan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Si Kecil yang sudah lama dinanti-nantikan akhirnya lahir ke dunia. Ibu pun ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil, seperti ASI yang penuh nutrisi. Namun, ASI kok sulit keluar ya? Bahkan payudara ibu juga cenderung menyusut. Kondisi ini tentu saja membuat ibu jadi stres. Coba periksakan diri ke dokter deh, bu, karena jangan-jangan ibu mengalami sindrom Sheehan. Ketahui tanda-tanda sindrom Sheehan di sini.

Apa Itu Sindrom Sheehan?

Sindrom Sheehan adalah kondisi ketika kelenjar pituitari atau hipofisis rusak saat melahirkan. Hal tersebut dipicu oleh perdarahan hebat atau tekanan darah yang sangat rendah yang ibu alami selama atau setelah melahirkan.

Kelenjar hipofisis adalah kelenjar kecil yang berada di bawah otak. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan hormon yang berperan dalam mengendalikan hormon pertumbuhan, produksi ASI, siklus menstruasi, dan reproduksi. Bila hormon tersebut kurang, maka bisa menyebabkan sekumpulan gejala yang disebut hipopituitarisme.

Baca juga: Gejala Sindrom Eisenmenger pada Ibu Hamil

Tanda-Tanda Sindrom Sheehan pada Ibu Menyusui 

Tanda-tanda sindrom Sheehan biasanya muncul secara perlahan dalam beberapa bulan sampai tahun setelah melahirkan. Namun, tanda tersebut bisa juga muncul saat itu juga, seperti gangguan dalam menyusui. Berikut ini tanda-tanda ibu menyusui mengalami sindrom Sheehan: 

  1. Air susu ibu sulit keluar atau bahkan tidak keluar sama sekali, sehingga ibu tidak mampu memberikan ASI pada anak;

  2. Tubuh mudah lelah;

  3. Payudara menyusut;

  4. Tekanan darah rendah;

  5. Kadar gula darah rendah;

  6. Berat badan meningkat;

  7. Mudah kedinginan;

  8. Kulit kering;

  9. Muncul kerutan di sekitar mata dan bibir;

  10. Nyeri sendi; dan

  11. Gairah seksual menurun.

Beberapa tanda sindrom Sheehan, seperti tubuh mudah lelah dan berat badan meningkat sering dianggap normal pada wanita yang baru melahirkan. Karena itu, tidak sedikit wanita yang tidak menyadari adanya gangguan pada kelenjar hipofisis mereka hingga bertahun-tahun.

Jadi, bila ibu mengalami salah satu dari gejala di atas, coba bicarakan saja kepada dokter Halodoc. Diskusi dengan dokter sangat praktis melalui Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja, lho.

Baca juga: Cara Mudah untuk Memperlancar ASI

Cara Mendiagnosis Sindrom Sheehan

Untuk mendiagnosis sindrom Sheehan, dokter pertama-tama akan bertanya tentang riwayat kesehatan ibu. Beritahukan dokter bila ibu pernah mengalami komplikasi kehamilan, tidak bisa menghasilkan ASI, dan tidak mengalami menstruasi setelah melahirkan.

Untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin juga akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Dokter juga akan melakukan tes stimulasi hormon dengan cara menyuntikkan hormon dan mengambil lagi sampel darah ibu untuk melihat respons kelenjar hipofisis.

Bila perlu, dokter juga akan melakukan tes pencitraan seperti CT scan atau MRI. Tujuannya adalah untuk melihat ukuran kelenjar pituitary dan memeriksa adanya kemungkinan lain, seperti tumor hipofisis.

Pengobatan untuk Sindrom Sheehan

Pengobatan untuk sindrom Sheehan dilakukan dengan memberikan terapi pengganti hormon yang hilang, seperti :

  • Kortikosteroid. Obat-obatan kortikosteroid, seperti dexamethasone dan prednisone bisa digunakan sebagai pengganti hormon adrenal, yang tidak diproduksi akibat kekurangan adrenokortikotropik.

  • Levotiroksin. Obat ini membantu meningkatkan kadar hormon tiroid yang kurang akibat rendahnya produksi TSH (thyroid-stimulating hormone) oleh kelenjar hipofisis.

  • Estrogen. Untuk mengganti hormon estrogen yang menurun akibat sindrom Sheehan, dokter bisa memberikan kombinasi estrogen dan progesterone.

  • Growth hormon. Pemberian terapi pengganti hormon pertumbuhan pada wanita dengan sindrom Sheehan bisa membantu menjaga rasio normal otot dan lemak tubuh, menurunkan kadar kolesterol, mempertahan massa tulang, dan meningkatkan kualitas hidup pengidap secara keseluruhan.

Baca juga: Kenali Jenis Hormon Kehamilan dan Fungsinya untuk Wanita Hamil

Jadi, jangan lupa download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play ya, sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan ibu selama hamil dan menyusui.

Referensi:
Healthline (2019). Sheehan Syndrome: Treatment, Symptoms, and Diagnosis
Mayo Clinic (2019). Sheehan's syndrome - Symptoms and causes