• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Jenis Infeksi yang bisa Menyebabkan Neutropenia

4 Jenis Infeksi yang bisa Menyebabkan Neutropenia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sel darah putih punya satu komponen penting dalam melawan infeksi, yaitu neutrofil. Jika kadar neutrofil dalam tubuh menurun, tubuh jadi sulit melawan bakteri jahat dan rentan terserang berbagai infeksi. Kondisi ini disebut neutropenia

Seseorang dikatakan mengalami neutropenia, jika kadar neutrofilnya kurang dari 1.500 per mikroliter. Semakin rendah jumlah neutrofil, maka semakin tinggi risiko untuk terkena infeksi. Namun, penurunan kadar neutrofil dalam tubuh ini juga bisa disebabkan oleh beberapa jenis infeksi. 

Baca juga: Jalani Kemoterapi Bisa Sebabkan Neutropenia, Ini Alasannya

Jenis Infeksi yang bisa Sebabkan Neutropenia

Pada umumnya, neutropenia terjadi ketika sumsum tulang belakang menghasilkan lebih banyak sel neutrofil yang rusak atau mati, ketimbang yang sehat. Akibatnya, jumlah sel neutrofil yang sehat di dalam darah semakin berkurang. 

Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa kondisi atau infeksi dalam tubuh, seperti:

  1. Sepsis atau infeksi darah.
  2. Tuberkulosis.
  3. HIV/AIDS.
  4. Demam berdarah.

Selain infeksi, ada beberapa kondisi lain yang memicu neutropenia, yaitu:

  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
  • Gangguan sumsum tulang, seperti sindrom mielodisplasia, mielofibrosis, leukemia dan limfoma.
  • Pembengkakan limpa.
  • Efek samping terapi radiasi atau kemoterapi
  • Efek samping obat-obatan, seperti antibiotik, obat epilepsi, dan obat untuk masalah jantung seperti hydralazine dan quinidine.
  • Kekurangan gizi.
  • Kelainan kongenital atau cacat lahir, seperti sindrom Kostmann.

Untuk mengetahui lebih pasti apa penyebab neutropenia yang dialami, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini karena kondisi setiap orang bisa berbeda-beda. 

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 4 Jenis Neutropenia

Bagaimana Gejala Neutropenia?

Pada beberapa kasus, neutropenia bisa saja tidak menimbulkan gejala yang khas, dan baru terdeteksi ketika menjalani pemeriksaan darah lengkap. Jika muncul gejala pun biasanya disebabkan oleh komplikasi atau kondisi yang mendasarinya. 

Berikut beberapa gejala neutropenia secara umum:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Demam.
  • Luka yang sulit disembuhkan.
  • Sariawan kronis.
  • Ruam kulit disertai pembentukan nanah.
  • Lemas dan mudah lelah.
  • Gangguan pencernaan, seperti diare dan muntah-muntah.

Gejala-gejala tersebut biasanya baru muncul ketika daya tahan tubuh pengidap neutropenia sudah sangat lemah. Jika mengalaminya, segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, agar bisa dilakukan pemeriksaan dan pengobatan secepatnya. 

Begini Pengobatan untuk Neutropenia

Setelah dilakukan pemeriksaan medis lengkap dan dipastikan diagnosis neutropenia, dokter akan melakukan tindakan pengobatan, sesuai kondisi dan penyebabnya. Secara umum, berikut beberapa langkah pengobatan neutropenia yang bisa dilakukan:

1.Obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi neutropenia akan disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, jika neutropenia disebabkan oleh infeksi berat atau sepsis, dokter akan memberikan antibiotik. Jika disebabkan oleh penyakit autoimun, dokter akan memberikan obat-obatan golongan kortikosteroid. Jika kondisi yang dialami cukup parah, akan diberikan obat-obatan untuk meningkatkan sel neutrofil.  

Baca juga: Cegah Neutropenia dengan Lakukan 7 Langkah Pencegahan Ini

2.Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang akan dilakukan jika pemberian obat-obatan tidak berhasil mengobati neutropenia. Prosedur ini juga bisa dilakukan jika neutropenia disebabkan oleh kerusakan sumsum tulang permanen, seperti akibat kanker atau kelainan genetik. 

Prosedur transplantasi dilakukan dengan cara mencangkok sumsum tulang sehat dari orang lain (donor), pada sumsum tulang pengidap neutropenia. Namun, sebelumnya perlu dilakukan pemeriksaan apakah sumsum tulang dari donor cocok dengan tubuh pengidap. 

Apakah ada risiko komplikasi? Tentu ada. Beberapa komplikasi yang umum terjadi adalah reaksi penolakan tubuh terhadap sumsum tulang baru, infeksi, peningkatan risiko kanker, hingga kegagalan fungsi sumsum tulang. Bicarakan lebih lanjut dengan dokter, tentang bagaimana prosedur dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. 



Referensi:
American Society of Clinical Oncology. Diakses pada 2020. Neutropenia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Neutropenia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Neutropenia.
WebMD. Diakses pada 2020. Neutropenia.