19 October 2018

4 Jenis Kontrasepsi untuk Wanita Berusia Lebih dari 35 Tahun

4 jenis kontrasepsi untuk wanita berusia lebih dari 35 tahun

Halodoc, Jakarta – Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam setiap masa kehamilan, salah satunya adalah usia wanita yang menjalani kehamilan. Kehamilan di atas usia 35 tahun adalah kehamilan yang cukup berisiko. Tidak hanya bagi ibu, risiko kesehatan janin dalam kandungan juga meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu.

Secara alamiah, pada usia 35 tahun ke atas, produksi hormon estrogen dan progesteron wanita akan menurun. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan potensi kehamilan jika wanita tersebut belum memasuki masa menopause. Oleh sebab itu, penggunaan kontrasepsi masih dibutuhkan oleh wanita yang menginjak usia lebih dari 35 tahun.

Sebaiknya saat memasuki usia 35 tahun ke atas, kamu perlu menyesuaikan kontrasepsi yang tepat. Pada usia 35 tahun ke atas, kamu rentan terserang penyakit yang diakibatkan dari penggunaan kontrasepsi yang tidak sesuai. Tidak ada salahnya berkomunikasi pada dokter terlebih dahulu sebelum kamu memutuskan penggunaan salah satu jenis alat kontrasepsi.

Berikut ini beberapa jenis kontrasepsi yang baik untuk digunakan wanita dengan usia 35 tahun ke atas:

1. Pil KB

Biasanya, pil KB menjadi incaran para wanita muda yang ingin menunda kehamilan. Padahal, pil KB sebaiknya digunakan untuk wanita yang berusia lebih dari 35 tahun, sehat, tidak merokok, dan tidak memiliki penyakit kardiovaskular. Menurut Alice Chuang dari University of North Carolina School of Medicine di Chapel Hill, Amerika Serikat, wanita yang merokok sebaiknya tidak menggunakan pil KB. Kombinasi dari zat kimia yang dihasilkan oleh rokok dengan estrogen yang dihasilkan dari pil KB meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Implanon atau Susuk KB

Jenis alat kontrasepsi ini berbentuk seperti lidi korek api dan dimasukkan dalam tubuh kamu di bagian lengan atas. Biasanya, alat ini bekerja selama 3 tahun. Alat kontrasepsi ini bisa menjadi pilihan karena termasuk salah satu alat kontrasepsi yang nyaman dan tidak membutuhkan perawatan yang khusus. Selain itu, karena hanya mengandung hormon progesteron, alat kontrasepsi ini bisa digunakan untuk ibu menyusui. Pemasangan dan pelepasan alat kontrasepsi ini harus dilakukan oleh dokter dan meninggalkan bekas luka jahitan pada kulit bagian lengan yang ditanam susuk KB.

3. IUD atau Spiral

Intrauterine Device atau IUD dikenal dengan istilah spiral. Alat ini berbentuk huruf T yang dimasukkan dalam rahim sehingga akan menghalangi terjadinya pembuahan atau implantasi. IUD ini bisa digunakan selama 5-10 tahun. Jenis kontrasepsi ini paling diminati wanita karena terasa nyaman. Namun, bagi kamu yang pernah mengalami hamil anggur atau memiliki infeksi saluran kemih sebaiknya hindari alat kontrasepsi IUD.

4. Sterilisasi

Jika kamu dan pasangan bertekad tidak akan menambah keturunan lagi, KB steril bisa menjadi pilihan kamu. KB steril pada wanita dikenal dengan istilah tubektomi. Metodenya, tuba falopi atau saluran telur kamu diikat sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Alat kontrasepsi ini bersifat permanen.

Pilihlah alat jenis kontrasepsi yang terbaik untuk kamu dan pasangan. Tidak ada salahnya untuk membicarakan masalah alat kontrasepsi pada pasangan atau dokter. Pilihlah alat kontrasepsi yang sesuai dengan perencanaan keluarga kamu. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter mengenai penggunaan alat kontrasepsi. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: