• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Kondisi Anak yang Membutuhkan Terapi Wicara

4 Kondisi Anak yang Membutuhkan Terapi Wicara

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Memang, pertumbuhan setiap anak dapat berbeda-beda, ada yang lebih lambat pada satu hal, tetapi lebih cepat dalam hal lainnya. Salah satu kemampuan yang dapat terlambat untuk dialami oleh beberapa anak adalah kemampuan bicara. Beberapa anak memang terbilang tertinggal jauh dibandingkan anak seusianya sehingga membutuhkan terapi wicara. Meski begitu, masih banyak kondisi lainnya yang membutuhkan terapi wicara. Berikut pembahasan lebih lengkap terkait hal tersebut!

Kondisi yang Membutuhkan Terapi Wicara

Terapi wicara adalah penilaian dan pengobatan terhadap masalah komunikasi dan gangguan bicara pada anak. Metode ini dilakukan oleh ahli patologi wicara-bahasa yang biasanya disebut sebagai terapis wicara. Teknik terapi wicara digunakan untuk meningkatkan komunikasi agar dapat berbicara layaknya orang normal. Terapi ini juga termasuk terapi artikulasi, aktivitas intervensi bahasa, dan lainnya tergantung jenis gangguan yang terjadi.

Baca juga: Kenapa Terapi Wicara Penting untuk Dilakukan?

Terapi wicara mungkin diperlukan pada seseorang yang mengalami gangguan bicara dan biasanya terjadi di masa kanak-kanak. Hal ini juga dapat dilakukan pada orang dewasa yang mengalami gangguan tersebut karena cedera atau penyakit, seperti stroke atau cedera otak. Maka dari itu, setiap orang wajib tahu beberapa kondisi yang membutuhkan terapi ini. Berikut ini beberapa kondisi tersebut:

1. Gangguan Artikulasi

Salah satu masalah yang dapat diatasi dengan terapi wicara adalah gangguan artikulasi. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak mampu untuk membentuk bunyi kata tertentu dengan benar. Anak dengan masalah ini mungkin menghilangkan, menukar, mengubah, hingga menambahkan bunyi kata dari yang sebenarnya. Si kecil mungkin mengucapkan kata “pesawat” dengan 'peshawar' atau semacam itu.

2. Gangguan Kefasihan

Hal ini terjadi ketika anak mengalami masalah pada aliran, kecepatan, dan ritme saat bicara, yang biasanya disebut dengan gagap. Seseorang yang mengalami gagap kesulitan untuk mengeluarkan suara dan mungkin ucapannya terputus-putus, atau mengulang sebagian dari seluruh kata. Seseorang dengan gangguan ini sering berbicara dengan sangat cepat dan menggabungkan kata-kata yang ingin diucapkan. Terapi wicara adalah cara yang tepat untuk mengatasinya.

Baca juga: Bukan Hanya untuk Anak-Anak, Terapi Wicara Juga untuk Orang Dewasa

3. Gangguan Resonansi

Anak yang mengalami gangguan resonansi terjadi karena adanya sumbatan aliran udara biasa di rongga hidung atau mulut, sehingga mengubah getaran yang fungsinya untuk menjaga kualitas suara. Hal ini bisa terjadi jika katup velopharyngeal tidak menutup dengan benar. Gangguan ini kerap dikaitkan dengan celah langit-langit, gangguan neurologis, dan amandel yang bengkak. Seorang anak dengan masalah ini dapat diatasi melalui terapi wicara.

4. Gangguan Reseptif

Masalah lainnya yang dapat diatasi dengan terapi wicara adalah gangguan reseptif. Gangguan ini terjadi ketika seseorang kesulitan untuk memahami dan memproses apa yang dikatakan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan pengidapnya tampak tidak tertarik saat berbicara, kesulitan mengikuti arahan, hingga memiliki kosakata yang terbatas. Beberapa masalah yang dapat menyebabkan gangguan ini adalah autisme, gangguan pendengaran, dan cedera kepala.

Itulah beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan melalui terapi wicara. Jika anak ibu mengalami beberapa masalah tersebut, ada baiknya segera mendapatkan penanganan tersebut. Dengan begitu, masalah yang ada lebih cepat teratasi dan anak dapat berbicara layaknya teman-teman sepantarannya.

Baca juga: Ini 7 Kondisi Si Kecil yang Perlu Diberikan Terapi Wicara

Apabila ibu masih kebingungan terkait kondisi lainnya yang mungkin bisa diatasi dengan terapi wicara, psikolog atau psikiater dari Halodoc siap membantu menemukan solusinya. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan kapan dan di manasaja!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Speech Therapy?
CDC. Diakses pada 2020. Language and Speech Disorders in Children.