4 Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Melena

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4-pemeriksaan-untuk-mendiagnosis-melena-halodoc

Halodoc, Jakarta – Tahukah kamu, selain dari warna urine, kondisi kesehatan kamu juga bisa diketahui dengan melihat warna tinja. Hati-hati, bila saat buang air besar (BAB), kamu mengeluarkan tinja berwarna hitam atau gelap. Kondisi tersebut disebut melena. Melena terjadi karena ada perdarahan pada saluran cerna bagian atas. 

Kondisi tersebut tentu perlu ditangani segera, karena melena berpotensi menyebabkan perdarahan yang parah hingga menimbulkan syok. Namun, sebelum memberikan pengobatan, dokter terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis melena. Yuk, ketahui pemeriksaan untuk mendiagnosis melena di sini.

Melena terjadi bila ada perdarahan pada salah satu organ di saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari. Sebagian besar perdarahan pada saluran pencernaan atas disebabkan oleh tukak atau luka pada lambung. Penyebab lainnya adalah pecahnya varises, atau pelebaran pembuluh darah vena pada kerongkongan (esofagus).

Penyebab Melena

Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan perdarahan saluran pencernaan bagian atas:

  • Tukak Lambung dan Ulkus Duodenum

Luka pada kedua lokasi tersebut bisa disebabkan oleh infeksi bakteri H.pylori atau konsumsi obat atiinflamasi nonsteroid dalam waktu yang lama.

  • Dinding Kerongkongan Robek

Kondisi ini disebut sindrom Mallory-Weis dan sering dialami oleh pecandu alkohol.

  • Pecahnya Varises pada Kerongkongan

Varises merupakan pelebaran pembuluh darah vena yang rentan robek dan mengalami perdarahan. Pecahnya varises di kerongkongan atau varises esofagus sering terjadi pada pengidap sirosis.

  • Radang Kerongkongan (Rsophagitis)

Kondisi ini rentan dialami pengidap penyakit refluks asam lambung (GERD). Hal ini karena asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan kerongkongan, sehingga terjadi perdarahan.

Gejala Melena yang Perlu Diwaspadai

Seseorang yang mengalami melena akan mengeluarkan tinja berwarna gelap atau hitam akibat perdarahan saluran pencernaan bagian atas. Namun, selain itu, perdarahan tersebut juga bisa membuat tinja lebih lengket atau kental, serta berbau busuk. Melena juga bisa ditandai dengan BAB berdarah. Berikut ini gejala melena lainnya yang bisa dialami pengidap:

  • Sakit perut; dan

  • Muntah darah yang terlihat seperti warna kopi.

Baca juga: BAB Berdarah Tiba-Tiba, Berbahayakah?

Cara Mendiagnosis Melena

Untuk memastikan pengidap mengalami melena atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut:

1. Colok Dubur

Ini adalah pemeriksaan fisik yang akan dilakukan oleh dokter guna mendeteksi masalah pada sistem pencernaan.

Baca juga: 4 Penyakit Ini Bisa Diketahui dengan Colok Dubur?

2. Tes Hitung Darah Lengkap dan Mengambil Sampel Tinja 

Setelah melakukan pemeriksaan fisik berupa colok dubur, dokter juga akan melakukan tes hitung darah lengkap dan mengambil sampel tinja untuk memastikan adanya perdarahan.

3. Pemeriksaan Endoskopi

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter gastroenterologi untuk melihat kondisi saluran pencernaan bagian atas. Melalui endoskopi, dokter bisa menemukan sumber perdarahan, sehingga bisa melakukan tindakan yang tepat untuk menghentikan perdarahan.

4. Operasi

Bila sumber perdarahan tidak berhasil ditemukan melalui pemeriksaan endoskopi, dokter akan melakukan operasi untuk mencari sumber perdarahan. Operasi juga dilakukan untuk menghentikan perdarahan.

Pada pengidap yang mengalami perdarahan secara tiba-tiba dalam jumlah yang banyak hingga mengalami syok, dokter bisa mengesampingkan proses diagnosis dan menstabilkan kondisi pengidap terlebih dahulu dengan memberikan infus hingga melakukan tindakan CPR.

Baca juga: Makanan Sehat yang Ampuh Mencegah Melena

Nah, itulah 4 pemeriksaan untuk mendiagnosis melena. Kamu juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Caranya praktis banget, tinggal pilih fitur Lab Service dan petugas lab akan datang ke rumahmu untuk memeriksa kesehatanmu. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.