4 Penanganan yang Dapat Dilakukan pada Pengidap Neuropati

neuropati

Halodoc, Jakarta - Neuropati terdengar sepele, yang ditandai dengan gangguan saraf berupa kram, kaki kesemutan dan baal atau mati rasa. Kondisi ini disebabkan karena penuaan, diabetes, dan kekurangan vitamin B. Nah, jika seseorang mengidap kondisi ini, bagaimana penanganan yang tepat?

Baca juga: 5 Orang dengan Faktor Risiko Gangguan Neuropati

Apa Itu Neuropati?

Neuropati dikenal dengan nyeri saraf atau kerusakan pada saraf. Neuropati umum terjadi ketika sistem saraf mengalami kerusakan. Seseorang yang mengalami kondisi ini, bisa saja memengaruhi sebagian tubuh atau seluruh tubuh.

Ini Jenis-jenis Neuropati

Sebenarnya, ada banyak sekali jenis-jenis neuropati. Nah, berikut ini merupakan neuropati yang umum terjadi, antara lain:

  • Neuropati fokal, yaitu neuropati yang dibatasi pada satu saraf atau kelompok saraf, atau satu area tubuh.

  • Neuropati perifer, yaitu masalah pada saraf yang memengaruhi saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Saraf ini merupakan bagian dari sistem saraf perifer. Neuropati perifer merupakan saraf yang memengaruhi kaki, jari tangan dan kaki, dan lengan.

  • Neuropati otonom, yaitu saraf yang mengendalikan jantung dan sirkulasi darah, fungsi pencernaan, kandung kemih, usus, keringat, dan respon seksual. Neuropati otonom akan merusak sistem saraf yang bekerja di luar kesadaran.

  • Neuropati kranial, yaitu kerusakan saraf yang bisa terjadi bila salah satu dari dua belas saraf kranial rusak. Saraf kranial sendiri merupakan saraf yang keluar dari otak secara langsung. Ada dua tipe neuropati kranial, yaitu neuropati optik dan neuropati auditori. Neuropati optik merupakan penyakit saraf yang mengacu pada kerusakan menyampaikan sinyal visual dari retina mata ke otak. Sedangkan neuropati auditori merupakan kerusakan pada saraf yang membawa sinyal dari telinga bagian dalam ke otak yang bertanggung jawab untuk mendengar.

Baca juga: Waspada, Neuropati Dapat Menyerang Ibu Hamil

Mengidap Neuropati, Begini Penanganannya

Tujuan dari pengobatan neuropati adalah untuk meredakan gejala yang muncul, serta mengatasi penyebab utamanya. Beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Jika neuropati disebabkan oleh penekanan atau penjepitan pada saraf, penanganannya adalah melalui prosedur operasi.

  2. Pada pengidap neuropati diabetes, pengaturan kadar gula darah akan sangat penting dalam membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada bagian saraf yang sudah terpengaruh.

  3. Jika neuropati terjadi akibat penyakit autoimun, infeksi, kelainan ginjal, defisiensi vitamin, efek samping obat, atau cedera, penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

  4. Nah, jika gejala atau rasa nyeri tidak juga mereda setelah pengobatan, biasanya dokter akan melakukan sebuah prosedur yang disebut dengan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), yaitu prosedur yang dilakukan untuk merangsang sistem saraf dengan menggunakan energi listrik yang dihantarkan melalui permukaan kulit.

Bagi pengidap neuropati diabetes, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala yang terjadi, yaitu:

  • Menggunakan alas kaki yang sesuai dengan ukuran.

  • Mencuci kaki dengan air hangat setiap hari dan mengeringkannya.

  • Tidak membiarkan kuku jari kaki tumbuh terlalu panjang atau memotongnya terlalu pendek.

  • Menggunakan kaos kaki yang tebal untuk mencegah gesekan atau luka.

  • Memijat kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah.

  • Berhenti merokok untuk melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh.

Baca juga: Waspada Pengidap Diabetes Melitus Juga Kena Neuropati Perifer

Punya keluhan dengan masalah kesehatan? Lebih baik diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!