4 Prosedur Pengobatan untuk Atasi Tamponade Jantung

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
4 Prosedur Pengobatan untuk Atasi Tamponade Jantung

Halodoc, Jakarta – Sesak napas dapat menjadi gejala dari penyakit tertentu. Apalagi jika sesak napas disertai  dengan kondisi nyeri dada, badan lemas, dan pucat karena bisa jadi itu gejala dari penyakit tamponade jantung.

Lalu, apa yang dimaksud dengan tamponade jantung? Kondisi ini menjadi salah satu gangguan medis pada jantung sehingga aktivitas jantung untuk memompa darah menuju ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Kondisi ini termasuk kondisi gawat sehingga butuh penanganan langsung secara tepat.

Baca juga: Perikarditis Dapat Sebabkan Tamponade Jantung

Ketahui Gejala Khusus dari Tamponade Jantung

Kondisi tamponade jantung berhubungan langsung dengan bagian dari jantung yang dikenal sebagai perikardium. Tamponade terjadi akibat adanya timbunan cairan maupun darah pada perikardium.

Tidak hanya sesak napas, kondisi perikardium menyebabkan pengidapnya mengalami perubahan detak jantung yang menjadi berdebar. Pengidap tamponade jantung juga dapat mengalami hipotensi, cemas yang disertai dengan kondisi gelisah.

Banyak gejala yang dialami oleh pengidap tamponade jantung. Rasa pusing hingga penurunan kesadaran dapat dialami oleh pengidap tamponade jantung. Terkadang pengidap mengalami kondisi rasa tidak nyaman ketika duduk.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan pada seseorang yang mengalami gejala tersebut. Pemeriksaan dapat dilakukan pada rumah sakit terdekat. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan pengidap tamponade jantung untuk memastikan kondisi kesehatan yang dialami, seperti elektrokardiografi, foto rontgen dada, ekokardiografi dan CT scan jantung.

Selain pemeriksaan tersebut, pengidap tamponade jantung akan mengalami beberapa gejala yang dapat didiagnosa dokter. Gejala tersebut dikenal sebagai beck triad. Beck triad adalah gejala yang muncul pada pengidap tamponade jantung dengan ciri atau tanda, seperti tekanan darah yang rendah dan denyut nadi yang melemah. Kondisi ini terjadi akibat volume darah yang dipompa menuju jantung berkurang.

Baca juga: Alami Tamponade Jantung, Ini Ciri yang Bisa Dikenali

Selain tekanan darah yang rendah, pengidap mengalami detak jantung yang lebih cepat dan suara jantung yang melemah akibat timbunan cairan pada perikardium. Pengidap tamponade jantung juga mengalami kondisi pembuluh darah vena menonjol akibat adanya kesulitan mengembalikan darah pada jantung.

Inilah Pengobatan Tamponade Jantung

Biasanya, tamponade jantung disebabkan adanya tekanan yang kuat pada jantung. Tekanan pada jantung diakibatkan adanya cairan atau darah pada bagian sekat jantung atau perikardium. Ketika cairan menekan jantung, tentu jantung tidak dapat mengembang dengan sempurna. Kondisi ini menyebabkan semakin sedikit darah yang akan masuk pada jantung.

Kondisi kurangnya pasokan darah menuju jantung nyatanya dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan seperti syok jantung, gagal jantung dan kegagalan organ lain dalam tubuh. Segera atasi kondisi tamponade jantung dengan melakukan beberapa pengobatan, seperti:

1. Pericardiocentesis

Pengobatan ini dilakukan dengan tindakan mengeluarkan cairan menggunakan jarum.

2. Pericardiectomy

Tindakan ini dilakukan dengan melakukan pemotongan terhadap sebagian perikardium yang melapisi jantung. Pengobatan pericardiectomy dilakukan untuk mengurangi tekanan yang terjadi pada jantung.

3. Pericardiocentesis

Tindakan pengobatan dilakukan dengan pemberian obat-obatan pada pengidap tamponade jantung, dengan tujuan untuk menempelkan perikardium pada jantung.

4. Torakotomi

Prosedur ini melakukan pembedahan dada, setelah itu dokter membantu untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk pada bagian perikardium. 

Tidak ada salahnya untuk segera melakukan pengobatan pada penyakit tamponade jantung. Tamponade jantung yang tidak segera diatasi nyatanya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti gagal jantung, perdarahan organ dalam, edema paru hingga kematian.

Baca juga: 6 Gejala Awal Perikarditis yang Harus Diwaspadai

Referensi:

Healthline (diakses pada 2019). Cardiac Tamponade

Medscape (diakses pada 2019). Cardiac Tamponade

Medical News Today (diakses pada 2019). What to Know about Cardiac Tamponade