6 Gejala Awal Perikarditis yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
6 Gejala Awal Perikarditis yang Harus Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang menyerang jantung termasuk yang paling ditakuti, karena tidak sedikit yang berujung pada kematian. Pasalnya, gejala biasanya tidak muncul hingga beranjak pada fase yang lebih akut, bahkan berada di tahap akhir yang menyebabkan terjadinya terlambat penanganan. Ini yang membuat semua penyakit yang berkaitan dengan jantung harus diwaspadai. 

Termasuk perikarditis, kondisi ketika perikardium mengalami iritasi atau peradangan. Perikardium adalah selaput kantong yang terletak di sekitar jantung yang bertugas untuk menahan jantung supaya tidak bergeser sekaligus menjadi pelumas untuk organ penting tersebut. Kelainan jantung ini sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita berusia antara 20 hingga 50 tahun. 

Waspadai Gejala Awal Perikarditis

Kamu harus tahu peradangan yang menyerang perikardium membuat bagian tersebut mengalami luka dan menjadi lebih tebal, sehingga jantung dapat mengerut. Kondisi ini disebut perikarditis konstriktif. Penebalan perikardium memicu banyak komplikasi, salah satunya adalah cardiac tamponade atau berkurangnya aliran darah yang menuju ke jantung. 

Baca juga: Kenali Lebih Dalam tentang Peradangan pada Perikardium

Cardiac tamponade terjadi ketika cairan yang terakumulasi di dalam perikardium sudah tidak bisa lagi ditampung dan tekanan yang berlebihan pada jantung membuat cairan tidak bisa mengisi dengan normal. Akibatnya, tekanan darah menurun drastis dan jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berujung pada kematian. Perikarditis bersifat akut maupun kronis. Ini artinya, terjadinya bisa secara mendadak atau sangat lambat. 

Oleh karena itu, kamu harus tahu gejala awal dari perikarditis, beberapa di antaranya:

  • Rasa nyeri pada dada yang sangat tajam, menyebar hingga ke leher dan pundak;

  • Tubuh terasa pegal;

  • Rasa sakit yang semakin parah ketika berganti posisi atau menarik napas dalam;

  • Demam yang terjadi jika perikarditis disebabkan karena infeksi;

  • Sesak napas;

  • Debaran jantung cepat dan abnormal.

Baca juga: Ketahui 5 Jenis Takikardia, Penyebab Detak Jantung Abnormal

Jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut, segera buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu. Kamu bisa menanyakan segala hal tentang perikarditis pada dokter ahli jantung, manfaatkan layanan Tanya Dokter di aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi dan pengobatan bisa dilakukan. 

Perikarditis Terjadi karena Infeksi Virus

Ya, infeksi virus menjadi penyebab umum perikarditis. Biasanya, infeksi ini terjadi setelah seseorang mengidap infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Jamur, bakteri, dan infeksi lainnya juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami perikarditis. Pada beberapa kasus, perikarditis terjadi lebih dari satu kali atau kambuhan yang dianggap sebagai kelainan autoimun. Kelainan ini mengakibatkan sistem imunitas tubuh membuat antibodi yang menyerang sel atau jaringan tubuh dan menyebabkan peradangan. 

Operasi jantung dan serangan jantung membuat seseorang lebih berisiko memiliki perikarditis, begitu pula dengan riwayat penyakit HIV/AIDS, TBC, kanker, dan gagal ginjal. Terapi radiasi dan cedera karena kecelakaan serta pengobatan tertentu seperti konsumsi obat kejang, obat pengencer darah, dan obat untuk melambatkan detak jantung juga meningkatkan risiko perikarditis. 

Baca juga: Tanpa Cuci Darah, Apakah Gagal Ginjal Kronis Bisa Diobati?

Oleh karena bisa terjadi pada siapa saja, kamu perlu melakukan tindakan pencegahan. Lakukan pemeriksaan kondisi kesehatan rutin, sehingga segala penyakit yang tidak menunjukkan gejala bisa terdeteksi. Pun, dalam kaitannya dengan perikarditis, istirahatlah yang cukup dan hindari begadang serta aktivitas yang berat dan memicu terjadinya perikarditis.

Referensi: 
NHLBI. 2019. Pericarditis. 
Mayo Clinic. 2019. Pericarditis. 
American Heart Association. 2019. What is Pericarditis?