03 September 2018

4 Salah Kaprah Seputar Pengasuhan Bayi

mengasuh bayi

Halodoc, Jakarta - Tiap orangtua tentunya punya cara atau tips tersendiri untuk mengasuh bayi mereka. Meski caranya berbeda satu sama lain, tapi tujuannya tetap sama kok, yakni agar Si Kecil tumbuh sehat dan jauh dari berbagai keluhan kesehatan. Namun, enggak sedikit pula orangtua yang menerapakan cara mengasuh bayi yang ternyata keliru. Ibu mesti hati-hati sebab bisa jadi salah kaprah mengasuh tersebut, berujung pada timbulnya masalah pada perkembangan dan pertumbuhannya kelak.  

Nah, berikut 4 salah kaprah seputar pengasuhan bayi menurut ahli:

1. Penggunaan Baby Walker

Pada dasarnya sih penggunaan baby walker ini tujuannya untuk melatih Si Kecil berjalan. Namun, cara yang banyak digunakan para orangtua ini ternyata tak baik di mata sains. Enggak percaya? Ahli di American Academy of Pediatrics sudah melarang penggunaan baby walker ini sejak 2005, lo. Alih-alih melatih anak untuk berjalan, penggunaan alat ini justru sering membuat banyak bayi terjatuh.

Pertimbangan untuk melarang penggunaan baby walker tak hanya itu saja. Menurut ahli, baby walker hanya memperkuat otot kaki bagian bawah saja, tapi tidak pada kaki bagian atas. Padahal, agar Si Kecil dapat berjalan dengan baik, seluruh bagian kaki itu harus berkembangan dengan baik. Lalu, bagaimana sih cara terbaik mengajarkan anak untuk berjalan? Sederhana kok, kamu bisa mengajarkannya berjalan dengan memegang kedua tangannya saat ia belajar melangkah.

2. Memangkunya di Mobil

Alasannya juga simpel, cara ini dianggap lebih aman dan nyaman untuk Si Kecil. Padahal, hal ini justru bisa mencelakai diri mereka bila mobil mendadak berhenti atau bertabrakan. Solusinya, ibu bisa kok menggunakan car seat untuk mendudukkannya. Yang mesti diingat, pilihlah car seat yang nyaman dan sesuai dengan berat tubuhnya.

Tak cuma itu, ketika mendudukkan dirinya di car seat pastikan alat itu dan sabuk pengaman bayi terpasang dengan benar. Lalu, taruhlah car seat itu di jok belakang dan posisikan bayi menghadap ke belakang hingga dirinya berusia satu tahun, atau berat badannya 9 kg.

3. Pemberian MPASI Sebelum Enam Bulan

Pemberian MPASI atau Makanan Pendamping ASI saat bayi masih di bawah usia enam bulan masih menjadi kontraversi. Namun, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, enam bulan pertama kehidupan anak, ASI saja sudah cukup kok untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Setelah dirnya berusia di atas enam bulan, barulah anak membutuhkan makanan pendamping, sebab ASI sudah tak lagi bisa mencukupi kebutuhan energi dan nutrisi anak.

Menurut dokter spesialis anak, andaikan ibu masih nekat memberikan MPASI ketika usianya masih di bawah enam bulan, hal ini bisa menimbulkan masalah serius. Kondisi yang paling gawat bisa menyebabkan terjadinya invaginasi atau intususepsi. Kondisi ini merupakan masuknya suatu segmen usus ke dalam bagian usus lainnya, sehingga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

4. Menjemur Bayi

Nah, yang satu ini merupakan cara mengasuh bayi yang masih sering dilakukan banyak orangtua. Namun, menjemur bayi terkadang masih menjadi kontroversi sebab kondisi kulit bayi yang masih sensitif.

Sebenarnya enggak begitu kok, berjemur di bawah sinar matahari pagi tetap bermanfaat untuk bayi yang baru lahir. Kata ahli, hal ini bisa bermanfaat untuk mendukung pembentukan vitamin D di kulit bayi. Meski begitu, ingat ada aturan yang mesti ibu perhatikan, lo.

Menurut ahli sekaligus direktur African American Breastfeeding Alliance di AS, dalam penelitiannya tahun 2011, sebaiknya jangan terlalu lama untuk menjemur bayi, apalagi dengan kondisi lapisan ozon seperti saat ini. Lalu, berapa lama waktu yang ideal untuk menjemur bayi?

Kata ahli di atas, Si Kecil sudah cukup dijemur selama 5-10 menit kok. Nah, yang mesti diperhatikan, lakukanlah sebelum pukul delapan pagi. Ketika menjemurnya, letakanlah bayi membelakangi matahari agar sinarnya tak menyilaukan matanya. Lalu, pastikanlah bayi dijemur dengan menggunakan baju, bukannya telanjang. Nah, setelah itu berilah dirinya ASI, sebab bisa saja dirinya kehausan.

Si Kecil punya keluhan kesehatan? Atau ingin tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Ibu bis kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca Juga: