05 December 2018

5 Bahaya Penyakit Celias Jika Tak Ditangani dengan Tepat

5 Bahaya Penyakit Celias Jika Tak Ditangani dengan Tepat

Halodoc, Jakarta – Penyakit celiac atau celias menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan di sistem kekebalan tubuh dan pada proses penyerapan nutrisi. Penyakit yang bersifat autoimun ini terjadi akibat mengonsumsi gluten. Hal itu menyebabkan sistem kekebalan tubuh memberi reaksi setelah mengonsumsi gluten, kemudian merusak lapisan usus halus dan menghambat penyerapan nutrisi.

Gluten merupakan jenis protein yang bisa ditemukan di beberapa jenis sereal, sepertigandum, pasta, saus atau kecap tertentu, roti, dan beberapa jenis makanan instan. Dalam hal ini, gluten berfungsi untuk membuat adonan roti atau makanan tersebut menjadi lebih elastis dan kenyal.

Gejala dari penyakit celias cenderung mudah datang dan hilang. Bahkan dalam kasus yang ringan, penyakit ini mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas. Meski demikian, celias adalah jenis penyakit yang sama sekali tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, celias yang tidak mendapatkan pengobatan tepat bisa meningkatkan risiko komplikasi yang bisa berbahaya.

Lantas, apa saja bahaya dari komplikasi penyakit celias jika tidak ditangani dengan tepat?

1. Malabsorpsi dan malnutrisi

Komplikasi yang berbahaya bisa terjadi jika celias tidak ditangani dengan tepat atau tetap mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Salah satu bahaya yang bisa terjadi adalah hambatan dan gangguan pada proses penyerapan nutrisi dalam tubuh. Kondisi ini bisa menjadi pemicu terjadinya anemia defisiensi zat besi, osteoporosis, turunnya berat badan, hingga pertumbuhan yang terhambat. Orang yang mengalami gangguan ini pun bisa mengalami gejala berupa lemas, pusing, dan mudah bingung.

2. Gangguan pada Reproduksi

Pada perempuan, celias bisa meningkatkan risiko susah hamil (infertilitas) dan keguguran. Sebab, gangguan penyerapan nutrisi bisa membuat tubuh kekurangan kalsium dan vitamin D, di mana kondisi ini bisa menyebabkan gangguan di organ reproduksi.

3. Intoleransi Laktosa

Pengidap celias berisiko tinggi mengalami intoleransi laktosa. Sebab, gangguan proses penyerapan nutrisi membuat tubuh kekurangan enzim untuk mencerna laktosa. Dengan kata lain, pengidapnya menjadi lebih sensitif terhadap produk susu, seperti keju, susu, ataupun yogurt.

4. Kanker

Kabar buruknya, orang yang mengidap penyakit celias akan menjadi lebih rentan mengalami kanker. Penyakit ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus dan limfoma usus.

5. BBLR

Berat badan bayi lahir rendah (BBLR) juga bisa menjadi salah satu komplikasi dari penyakit celias. Kondisi ini bisa terjadi pada ibu hamil dengan celias yang tidak terkontrol.

Gejala dan Pengobatan Celias

Gejala paling umum yang sering muncul adalah diare. Hal itu terjadi karena ketidakmampuan sistem pencernaan untuk menyerap nutrisi dari makanan. Hal itu menyebabkan tubuh mengeluarkan “kotoran” yang berbau tidak sedap, berminyak, dan berbusa.

Selain itu, gejala seperti anemia, kesemutan, mati rasa pada ujung jari kaki dan tangan, serta pembengkakan pada bagian yang sama juga bisa menjadi tanda penyakit celias. Penyakit ini juga bisa memicu gejala, seperti nyeri sendi, rusaknya kepadatan tulang, rusaknya lapisan gigi, ruam pada kulit, hingga gangguan keseimbangan tubuh dan fungsi limpa.

Sayangnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan gangguan ini. Namun, pengidapnya harus melakukan diet gluten untuk mengontrol celias dan mengurangi gejalanya. Selain itu, dibutuhkan beberapa terapi tambahan untuk mengurangi risiko komplikasi, mulai dari vaksinasi, konsumsi suplemen, dan lainnya.

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit celias dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: