5 Cara Mencegah Penyebaran Hepatitis B

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
5 Cara Mencegah Penyebaran Hepatitis B

Halodoc, Jakarta - Menyerang hati, hepatitis B merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Namun meski penularannya sangat cepat, bukan berarti penyebaran penyakit ini tidak dapat dicegah. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran hepatitis B, yaitu:

1. Vaksin

Cara paling efektif untuk mencegah infeksi hepatitis B adalah dengan menerima vaksin. Namun sebelum divaksin, kamu perlu tahu terlebih dahulu apakah virus telah masuk dan menginfeksi tubuh atau belum. Untuk mendapatkan pemeriksaan, kamu bisa pesan layanan Hepatitis B Pre-Vaccination di fitur Pemeriksaan Lab pada aplikasi Halodoc.

Jika ditemukan terdapat infeksi, dokter biasanya akan merekomendasikan obat hepatitis B khusus bernama immunoglobulin, untuk dikonsumsi secara rutin selama 2 minggu. Namun, jika infeksi tidak ditemukan, vaksin hepatitis B bisa dilakukan.

Baca juga: Agar Bayi Terhindar dari Hepatitis B, Ini yang Harus Dilakukan

Vaksin hepatitis B ini dapat berupa Recombivax HB, Comvax, dan Engerix-B, yang dibuat dari virus yang tidak aktif dan dapat diberikan sebanyak 3 atau 4 kali dalam waktu 6 bulan. Vaksin ini bekerja dalam tubuh dengan cara merangsang produksi antibodi yang akan melawan virus hepatitis B jika sewaktu-waktu masuk ke dalam tubuh. 

Vaksin hepatitis B sangat dianjurkan bagi:

  • Bayi baru lahir.

  • Anak-anak dan remaja yang belum divaksinasi saat lahir.

  • Orang yang mengidap penyakit menular seksual, termasuk HIV.

  • Petugas layanan kesehatan, petugas gawat darurat, dan orang-orang yang sering mengalami kontak dengan darah.

  • Pria yang melakukan hubungan intim dengan pria lainnya.

  • Seseorang yang bergonta-ganti pasangan seksual.

  • Pengidap penyakit hati kronis.

  • Orang yang menggunakan narkoba suntik.

  • Pengidap penyakit ginjal stadium akhir.

  • Merupakan pasangan seksual dari pengidap hepatitis B.

  • Orang yang berencana bepergian ke wilayah di dunia dengan tingkat infeksi hepatitis B tinggi.

Perlu diketahui bahwa pemberian vaksin hepatitis B bagi ibu hamil perlu didiskusikan dahulu dengan dokter, karena dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan janin dalam kandungan. Sekarang, diskusi dengan dokter bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi Halodoc, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: 5 Fakta Penting tentang Hepatitis B

2. Berhati-Hati dengan Penggunaan Jarum

Penggunaan jarum atau peralatan medis yang kurang steril dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi hepatitis B. Karena itu, kamu perlu berhati-hati dengan penggunaan jarum, baik pada aktivitas medis maupun non-medis, seperti pembuatan tato atau narkoba suntik. 

3. Jaga Kebersihan Tubuh

Meski terdengar sepele, nyatanya rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah dari kamar mandi, serta sebelum dan setelah mengolah makanan, efektif untuk mencegah penyebaran hepatitis B. Tidak hanya itu, menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan juga penting untuk dilakukan, untuk memperkecil risiko hepatitis B. 

Baca juga: Tips Menjalani Kehamilan dengan Hepatitis

4. Hindari Berbagi Peralatan Pribadi

Kamu terbiasa berbagi barang-barang pribadi seperti sikat gigi atau pisau cukur dengan orang lain? Sebaiknya mulai hentikan kebiasaan ini, deh. Sebab, berbagi barang-barang pribadi seperti itu dapat meningkatkan risiko kamu untuk terinfeksi hepatitis B.

Sebab, bisa saja darah orang yang terinfeksi hepatitis B menempel secara tidak sadar pada sikat gigi, pisau cukur, atau gunting. Jika benda-benda tersebut kamu pakai, kamu bisa tertular. 

5. Melakukan Hubungan Seksual yang Aman

Hepatitis B dapat menular melalui darah, atau cairan tubuh lainnya seperti air mani. Karena itu, kamu perlu melakukan hubungan seksual yang aman, jika tidak ingin tertular hepatitis B. Hubungan seksual aman yang dimaksud adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan, memeriksa riwayat kesehatan pasangan, dan gunakan kondom, termasuk saat melakukan seks oral dan anal.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Hepatitis B
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Hepatitis B
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hepatitis B