5 Cara Mengatasi Bruxism pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
5 Cara Mengatasi Bruxism pada Anak

Halodoc, Jakarta - Pernah melihat Si Kecil menggertakkan giginya saat tidur? Hmm, bila iya barangkali anak mengidap kondisi yang disebut dengan bruxism. Bruxism sendiri merupakan kondisi ketika seseorang sering menekan, menggemertakkan, atau menggesekkan giginya ke atas-bawah atau kanan-kiri secara tak sadar. 

Bruxism pada anak bukanlah kondisi yang langkah. Kira-kira 15-33 persen anak-anak menggemertakkan gigi mereka. Dalam kebanyakan kasus, bruxism terjadi pada saat tidur dibandingkan pada saat bangun.

Lalu, berbahayakah kondisi ini? Kira-kira bagaimana cara mengatasi bruxism pada anak? 

Baca juga: Ini Perkembangan Gigi Anak Tumbuh Sesuai Usia

Gejalanya Tak Cuma Menyoal Gigi

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dengan gejalanya. Pada dasarnya, gejala bruxism dinilai dari adanya keausan gigi. Di samping itu, kelainan sendi temporomandibula merupakan suatu sindrom rasa nyeri pada sendi rahang yang dikenal dengan temporomandibular disorder (TMD).

TMD dapat menimbulkan nyeri, kesulitan menggerakkan rahang, dan membuka mulut lebar. Nyeri dapat dirasakan pada bagian tengkuk, leher, wajah, dan telinga. Bruxism dapat terjadi pada siang maupun malam hari, tetapi bruxism yang paling parah adalah yang terjadi pada malam hari.

Nah, berikut ini beberapa gejala lainnya yang bisa ditimbulkan akibat bruxism:

  • Mengeluarkan suara yang mengganggu tidur;

  • Sakit rahang, telinga, dan kepala;

  • Mengalami insomnia;

  • Enamel gigi mengaus;

  • Gigi menjadi retak dan terasa longgar;

  • Sulit membuka mulut;

  • Muncul lekukan di lidah;

  • Gangguan makanan;

  • Otot rahang lelah atau kencang; dan

  • Sensitivitas gigi yang meningkat.

Nah, ketika Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Gejalanya sudah, bagaimana dengan penanganannya?

Baca juga: Mencegah Gigi Berlubang pada Anak

Dari Obat hingga Crown Gigi

Sebenarnya tak semua kasus bruxism pada anak memerlukan penanganan khusus. Sebab, anak yang mengidap bruxism bisa sembuh dengan sendirinya, begitu pula dengan orang dewasa. 

Namun, bila bruxism pada anak dianggap cukup serius, lain lagi ceritanya. Di sini dokter akan merekomendasikan agar Si Kecil menjalani pengobatan. Lalu, seperti apa sih cara mengatasi bruxism pada anak? 

  • Mengompres, pengobatan ini bisa dilakukan di rumah dengan mengompres dan memijat bagian yang terasa sakit .

  • Konsumsi obat relaksan otot, obat ini diminum sebelum tidur.

  • Menggunakan pelindung mulut, pelindung mulut atau behel bisa digunakan untuk meratakan gigi dan merapikan gigi yang longgar.

  • Terapi meditasi, terapi ini dilakukan bila bruxism disebabkan oleh stres, ada pula terapi perilaku untuk mengurangi kebiasaan bruxism.

  • Crown gigi, cara ini untuk memperbaiki susunan dan permukaan gigi. Crown gigi juga bisa mencegah keausan pada gigi.

Lalu, apa sih penyebab bruxism pada anak?

Bruxism pada Anak-Anak

Bruxism umumnya terjadi ketika anak tumbuh gigi untuk pertama kali. Nah, kebiasaan bruxism ini bisa saja terulang meski mereka sudah memiliki gigi permanen. Akan tetapi, kebiasaan ini akan berhenti saat Si Kecil memasuki masa remaja. Lantas, apa biang keladinya?

Bruxism pada anak dan orang dewasa tak berbeda jauh. Kondisi ini bisa disebabkan oleh stres. Misalnya, anak stres ketika berhadapan dengan ujian sekolah. Penyebab bruxism tak cuma menyoal faktor psikologis saja. Kondisi ini juga bisa dikarenakan pengaruh penyakit lain. Contohnya, alergi, gangguan cacing kremi, kekurangan gizi, hingga gangguan endokrin. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau Si Kecil memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK (Diakses pada 2019). Health A-Z. Teeth Grinding (Bruxism)
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diseases and Conditions. Bruxism (Teeth Grinding)
WebMD (Diakses pada 2019). Dental Health and Teeth Grinding (Bruxism)