Tak Perlu Khawatir, Begini Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tak Perlu Khawatir, Begini Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Ibu tidak perlu khawatir, bayi memang rentan cegukan, karena mekanisme kontrol untuk refleksnya belum berkembang dengan maksimal. Akibatnya, terkadang diafragma dapat mengencang secara tiba-tiba, menutup pita suara di kerongkongan, sehingga menghasilkan bunyi khas cegukan di bagian atas tenggorokan.

Cegukan pada bayi baru lahir ataupun balita umumnya adalah sesuatu yang normal dan tidak berbahaya. Namun jika sudah mulai mengganggu kenyamanan, ada baiknya ibu perlu mempelajari ataupun mencari tahu cara mengatasinya. Informasi selengkapnya mengenai cegukan pada bayi bisa diperoleh di bawah ini!

Posisi dan Pelukan untuk Atasi Cegukan

Cegukan bisa berhenti tanpa ibu melakukan apapun, tetapi bisa berlangsung lama, sehingga sangat mengganggu aktivitas bayi. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Simak rekomendasinya di sini!

  1. Ganti Posisi Menyusui

Saat menyusui sering kali udara juga ikut masuk ke mulut bayi, hal inilah yang menyebabkan terjadinya cegukan. Cara mengatasi cegukan pada bayi baru lahir, salah satunya dengan mengubah posisi menyusui.

Setelah memperbaiki posisi menyusui, diharapkan bayi tidak lagi kemasukan udara bersamaan dengan ASI. Jika cegukan masih terjadi, hentikan sementara proses menyusui, karena kemungkinan besar bayi akan tersedak karenanya.

Baca juga: Memang Menggemaskan, tapi Jangan Asal Sentuh dan Cium Bayi

  1. Pastikan Posisi Menyusui Benar

Ada baiknya, cek juga posisi menyusui kamu. Apakah sudah benar atau belum? Posisi menyusui yang tepat adalah puting beserta areola (bagian kulit berwarna lebih gelap yang melingkari puting) masuk ke mulut bayi, diikuti perut bayi berhadapan langsung dengan perut ibu.

Posisi ini dapat membantu bayi menerima ASI secara baik, sehingga cegukan pun tak akan terjadi.

3.  Memeluk Bayi

Cara mengatasi cegukan pada bayi baru lahir yang paling sederhana adalah dengan memeluknya. Memeluk bayi mampu memberi ketenangan saat tubuh mungilnya harus mengalami cegukan yang sedikit mengganggu. Biasanya dalam beberapa menit saja, bayi akan berhenti cegukan dan kembali dalam keadaan normal.

 Baca juga: Berapa Suhu Tubuh Normal pada Bayi?

  1. Menepuk Punggung Bayi

Selain memeluknya, mengatasi cegukan pada bayi baru lahir juga bisa ibu lakukan dengan menepuk punggung bayi. Gendong bayi dengan posisi, seperti berdiri, letakkan kepalanya di pundak, lalu tepuk-tepuk punggung bayi secara lembut hingga bersendawa.

Cara ini jika terus dibiasakan, cukup ampuh menghentikan cegukan dengan cepat. Ingin tahu lebih lanjut mengenai cegukan dan penanganan bisa tanyakan langsung saja di Halodoc. Dokter yang ahli dibidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

  1. Beri Makan Sedikit Demi Sedikit

Bayi sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI? Untuk menghindari cegukan, sebaiknya berikan ia makanan sedikit demi sedikit dan secara perlahan. Dengan cara ini, Si Kecil tak akan terburu-buru saat harus menelannya.

Jika cegukan yang terjadi disertai muntah, segeralah bawa ke dokter, karena biasanya hal ini menandakan bayi sedang mengalami masalah pada pencernaannya. Cegukan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat Si Kecil tidur. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, cegukan juga tak akan lagi muncul karena keseimbangan pada sistem tubuh yang semakin meningkat.

Namun untuk meminimalisir rasa kurang nyaman ketika cegukan dialami sang buah hati, ibu bisa mengikuti cara mengatasi cegukan pada bayi baru lahir yang direkomendasikan di atas. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, terkadang cegukan bisa disebabkan karena penyakit tertentu.

Menurut informasi kesehatan yang dipublikasikan di Journal of Family Medicine and Primary Care, cegukan dapat disebabkan oleh penyakit tertentu. Kondisi lingkungan tempat anak dibesarkan juga bisa memicu cegukan. Misalnya, ketika bayi mendengar suara keras, teriakan tiba-tiba, dan bunyi-bunyian yang mengganggu lainnya.

Referensi:

Journal of Family Medicine and Primary Care. Diakses pada 2020. Psychogenic Hiccup in Children and Adolescents: A Case Series.

Healthline. Diakses pada 2020. All-Natural Remedies for Toddler Hiccups.