18 August 2018

5 Cara Pemulihan Trauma Psikis

Pemulihan trauma psikis

Halodoc, Jakarta – Pemulihan trauma adalah hal yang penting untuk dilakukan bagi mereka yang pernah mengalami peristiwa menyedihkan, mengguncang jiwa, hingga mengancam nyawa. Ini karena kejadian traumatis dapat menyebabkan syok, sedih, ketakutan, hingga cemas berlebih yang sifatnya berkepanjangan. Meskipun reaksi setiap orang dalam menghadapi trauma berbeda-beda, tetap saja dibutuhkan penanganan terhadap pemulihan trauma tersebut.

Cara Pemulihan Trauma Psikis

Trauma psikis adalah suatu keadaan trauma psikologis yang menimpa seseorang dan bersifat menyakitkan. Trauma ini bisa membuat pengalaman hidup menjadi lebih seram, sehingga membuatnya kesulitan tidur hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Jika tidak segera ditangani, trauma psikis dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental seseorang. Lantas, bagaimana cara pemulihan trauma yang harus dipahami? Yuk, simak lima diantaranya berikut ini:

1. Terapi Somatik

Langkah pertama adalah dengan melakukan terapi somatik. Hal ini bertujuan untuk memberikan sensasi pada tubuh, yakni berfokus untuk menghasilkan getaran, tangisan, serta pelepasan gejala fisik lainnya sehingga tubuh dan pikiran akan membaik

2. Terapi Kognitif Perilaku

Untuk mengevaluasi perasaan dan pikiran seseorang yang mengalami trauma, dibutuhkan terapi kognitif perilaku. Cara ini juga ampuh untuk memulihkan perasaan trauma. Selain itu, jika dikombinasikan dengan terapi somatik, terapi kognitif perilaku dapat bekerja secara efektif.

3. Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR)

Terapi yang satu ini memanfaatkan gerakan mata, sehingga terbentuk sebuah ritme dan stimulasi mata ke kiri dan ke kanan. EMDR berkhasiat untuk menghilangkan memori traumatis yang tersimpan di otak, apalagi jika dikombinasikan dengan dua terapi sebelumnya.

4. Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Selain terapi medis di atas, menangani trauma psikis ini dapat dilakukan secara mandiri. Salah satunya dengan berhenti menyalahkan diri sendiri. Caranya, tariklah napas dalam-dalam terlebih dahulu lalu kenali pikiran sendiri untuk mengendalikan rasa takut, syok, dan cemas yang ada. Tidak hanya itu, mulailah untuk berhenti menyalahkan diri sendiri dengan semua hal yang telah terjadi. Sebab bagaimanapun, peristiwa tersebut bukan sepenuhnya kesalahan pribadi.

5. Kembali ke Rutinitas Sehari-hari

Untuk mengalihkan pikiran dari rasa bersalah, ada baiknya untuk kembali ke rutinitas sehari-hari. Jika selama ini kamu hanya mengurung diri sendiri, tidak ada salahnya untuk kembali ke rutinitas sehari-hari. Aktivitas yang dikerjakan sehari-hari akan membantu untuk mengalihkan pikiran traumatis tersebut ke rutinitas setiap hari. Hasilnya, pengidap dapat disibukkan dengan hal-hal yang lain yang membuatnya dapat melupakan pengalaman-pengalaman buruknya di masa lalu.

Cobalah untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan teman atau tetangga rumah. Beberapa kegiatan sering dilakukan antara lain berolahraga secara rutin, serta bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan yang menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu mencukupi kebutuhan tidur agar emosi dapat stabil.

Apabila kamu tidak memiliki teman bicara atau masih takut untuk bersifat terbuka kepada orang lain, cobalah untuk mencari bantuan untuk pemulihan trauma tersebut. Tidak ada salahnya untuk segera mendiskusikannya dengan psikolog di Halodoc ketika mengalami sebuah trauma psikis.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk berinteraksi dengan psikolog melalui layanan Contact Doctor. Ada beragam pilihan komunikasi yang dapat dimanfaatkan antara lain chat, voice, atau video call untuk berdiskusi dengan dokter ahli yang ada di Halodoc. Tak perlu ragu lagi ayo download aplikasi   Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: