• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Faktor yang Membuat Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk

5 Faktor yang Membuat Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5 Faktor yang Membuat Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk

Golongan darah, mengenakan pakaian berwarna gelap, karbon dioksida yang dikeluarkan dari napas juga menjadi beberapa faktor yang membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk. Mengetahui faktor-faktor yang membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk dapat membuatmu lebih waspada. Namun, buat kamu yang merasa tidak berada pada risiko ini tetap perlu berjaga-jaga, apalagi saat ini kasus demam berdarah cenderung meningkat.”

Halodoc, Jakarta – Di saat kita sedang berusaha bertahan di tengah pandemic COVID-19, infeksi demam berdarah menjadi tambahan tantangan. Bekasi, Jawa Barat, menjadi wilayah tertinggi di Indonesia yang terinfeksi DBD menyusul Buleleng dan kota-kota lainnya. 

Nyatanya, selain menerapkan prokes, kita perlu melakukan tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk. Contohnya seperti menjaga kebersihan rumah, menyemprot ruangan, memasang kelambu, serta tindakan pencegahan lainnya.

Terlepas dari itu, perlu diketahui bahwa orang-orang tertentu ternyata berisiko lebih tinggi untuk mendapat gigitan nyamuk. Golongan darah, mengenakan pakaian berwarna gelap, karbon dioksida yang dikeluarkan dari napas merupakan beberapa faktor yang membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk. Informasi selengkapnya baca di sini!

Baca juga: 6 Gejala DBD yang Tidak Boleh Diabaikan

Golongan Darah sampai Kehamilan

Nyamuk akan menggigit penampakan kulit apapun untuk mendapatkan makanan yaitu darah. Walau begitu, nyamuk lebih suka memilih lokasi-lokasi tertentu biasanya di sekitar kepala dan kaki. Penyebabnya adalah suhu kulit dan jumlah kelenjar keringat di area tersebut yang menjadi penarik buat nyamuk. Mengapa faktor-faktor tertentu bisa membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk? Baca penjelasannya di sini!

1. Karbon dioksida

Kita semua mengeluarkan karbon dioksida saat bernapas dan memproduksinya lebih banyak saat sedang aktif berkegiatan termasuk saat olahraga. Nyamuk dapat mendeteksi perubahan karbon dioksida di lingkungannya. Peningkatan karbon dioksida dapat memperingatkan nyamuk bahwa inang potensial ada di dekatnya. Nyamuk kemudian akan bergerak menuju area tersebut.

2. Bau badan

Nyamuk tertarik pada senyawa tertentu yang ada pada kulit manusia dan keringat. Senyawa ini memberi kita bau tertentu yang dapat menarik perhatian nyamuk. Beberapa senyawa berbeda telah diidentifikasi menarik bagi nyamuk termasuk asam laktat dan amonia. Kemudian, kondisi genetik dan bakteri tertentu dapat memicu nyamuk untuk datang dan menggigit orang tertentu.

Bau badan sendiri ditentukan oleh genetika. Jika kamu sering berinteraksi dengan seseorang yang sering digigit nyamuk, bisa jadi kamu juga menjadi lebih rentan untuk digigit.  Bakteri kulit juga berperan dalam bau badan. Orang dengan keragaman mikroba yang tinggi di kulitnya kurang menarik bagi nyamuk.

Baca juga: 5 Komorbid yang Perlu Diwaspadai di Masa Pandemi

3. Warna gelap

Nyamuk lebih tertarik pada warna hitam, karena warna-warna gelap lebih cepat menyerap panas. Berbeda dengan warna terang yang memantulkan panas. Selain menyerap panas, warna gelap juga merupakan spektrum warna yang menarik buat nyamuk sehingga nyamuk lebih senang mendekatinya.

4. Kehamilan

Studi telah menunjukkan bahwa nyamuk tampaknya lebih tertarik pada wanita hamil daripada wanita yang tidak hamil. Alasannya mungkin karena ibu hamil memiliki suhu tubuh yang tinggi dan mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida. 

Baca juga: Kasus Terus Meningkat, Waspadai Gejala DBD pada Bayi

5. Golongan darah tertentu

Nyamuk dewasa jantan bertahan hidup dengan nektar untuk makanan, tetapi nyamuk betina bergantung pada protein dalam darah kita untuk produksi telur. Jadi tidak mengherankan nyamuk lebih tertarik dengan beberapa golongan darah tertentu. Orang dengan golongan darah O ternyata hampir dua kali lebih menarik bagi nyamuk daripada mereka yang bergolongan darah A; orang tipe B berada di tengah. 

Belum ada penelitian lebih jelas kenapa diantara semuanya nyamuk lebih tertarik pada golongan darah O. Hanya saja nyamuk bisa tahu golongan darah kita dari sinyal kimia di kulit, dan ditemukan fakta kalau sinyal kimia golongan darah O lebih disenangi oleh nyamuk.

Itulah faktor-faktor yang membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk. Walaupun kamu bukan berada pada risiko orang yang sering digigit nyamuk, tetap saja perlu meningkatkan kewaspadaan supaya terhindar dari gigitan nyamuk. Apalagi sekarang ini kasus demam berdarah cenderung meningkat. 

Pastikan kamu  tetap menjaga protokol kesehatan dan kalau perlu informasi lebih jelas mengenai demam berdarah tanyakan langsung di Halodoc. Butuh membeli obat tanpa harus keluar rumah juga bisa dilakukan lewat aplikasi Halodoc!

Referensi:
Suara.com. Diakses pada 2021. Kota Bekasi Jadi Daerah dengan Kasus DBD Tertinggi Sepanjang 2021
Healthline. Diakses pada 2021. Why Are Mosquitos Attracted to Some People More Than Others?
Very Well Health. Diakses pada 2021. 7 Reasons Mosquitoes Bite Some People More Than Others