• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Gangguan Sistem Pencernaan Anak yang Sering Terjadi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Gangguan Sistem Pencernaan Anak yang Sering Terjadi

5 Gangguan Sistem Pencernaan Anak yang Sering Terjadi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 Agustus 2022

“Gangguan sistem pencernaan pada anak terjadi karena kemampuan organ dalam mencerna makanan masih belum sempurna. Beberapa gangguan yang umum dialami, yaitu diare, sembelit, GERD dan intoleransi laktosa.”

5 Gangguan Sistem Pencernaan Anak yang Sering Terjadi5 Gangguan Sistem Pencernaan Anak yang Sering Terjadi

Halodoc, Jakarta – Gangguan sistem pencernaan adalah masalah yang terjadi di saluran atau organ yang terlibat dalam proses pencernaan. Pada anak [usia berapa, sebutkan], kondisi ini terjadi karena organ pencernaan yang belum berkembang.

Akibatnya, anak menjadi lebih rewel karena rasa tidak nyaman. Tak hanya rewel, ibu juga bisa melihat beberapa tanda lainnya, termasuk perut kembung, mual, muntah, feses cair atau encer hingga dehidrasi.

Gejala yang dialami bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, tergantung pada penyakit yang mendasari. Beberapa penyakit tersebut, antara lain diare, sembelit, GERD, intoleransi laktosa dan radang usus buntu.

Gangguan Sistem Pencernaan pada Anak

1. Diare

Diare pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan parasit. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dan tekstur feses cair.

Penyebab diare pada anak lainnya adalah penyerapan nutrisi di dalam usus, keracunan makanan, alergi dan efek samping obat yang dikonsumsi. Ini dapat berujung pada dehidrasi jika tak segera ditangani.

Dehidrasi menyebabkan anak menjadi lemas, mata cekung, mulut kering, tampak kehausan bahkan penurunan kesadaran (pingsan). Sebagai langkah penanganan, ibu bisa memberikan cairan oralit, ASI atau jus buah.

2. Konstipasi atau Sembelit

Sembelit adalah kondisi ketika anak mengalami penurunan frekuensi buang air besar, kurang dari dua kali dalam seminggu. Selain itu, anak juga mengalami kesulitan saat mengejan karena feses bertekstur keras.

Penyebabnya adalah perubahan pola makan, terlalu banyak minum susu, kurang asupan serat, kurang minum air putih atau kurang bergerak. Jika dibiarkan, sembelit bisa membuat perut kembung dan risiko peradangan usus.

Langkah sederhana untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan mengajarkan anak rutin buang air besar setiap hari, perbanyak asupan serat dari sayur dan buah, serta ajak anak aktif berolahraga.

3. GERD

Refluks gastroesofageal atau GERD pada anak terjadi karena otot di ujung kerongkongan belum terbentuk sempurna. Akibatnya, asam lambung yang naik mengiritasi kerongkongan dan menimbulkan gejala.

Gejalanya bisa berupa nyeri dan sensasi panas di dada, sendawa, cegukan, batuk-batuk, lidah terasa pahit dan rewel. Untuk mengatasi gejala ini, ibu disarankan untuk memberikan anak makan dalam porsi kecil, tapi sering.

Selain itu, tumpuk dua bantal saat anak tidur agar posisi kepala lebih tinggi dari badan. Langkah ini bertujuan agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala GERD.

4. Intoleransi Laktosa

Gangguan sistem pencernaan ini terjadi karena usus kecil tidak dapat mencerna laktosa (gula) yang terdapat dalam produk susu. Akibatnya, muncul gejala berupa diare, kembung, nyeri perut, muntah dan feses berbau asam.

Tak hanya produk susu, laktosa juga terdapat pada makanan seperti keju, yoghurt, es krim dan mentega. Untuk mencegah intoleransi laktosa, ibu bisa melihat label kemasan sebelum membeli beberapa jenis produk yang disebutkan.

5. Apendisitis atau Radang Usus Buntu

Radang usus adalah peradangan yang terjadi pada apendiks atau usus buntu akibat hambatan di pintu rongga usus buntu akibat feses atau parasit. Selain itu, radang usus buntu juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan dan cedera perut.

Gejalanya ditandai dengan sakit di area pusat, nyeri yang berpindah dari ulu hati ke perut bagian kanan bawah, mual, muntah dan demam di atas 75.5 derajat Celsius. Jika menemukan gejalanya, segera buat janji rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Ibu juga bisa memberikan multivitamin untuk meningkatkan kesehatan tubuh anak agar terhindar dari beberapa penyakit yang disebutkan sebelumnya. Download Halodoc segera dan cek kebutuhan vitamin di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut, ya! 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Child Severe Digestive Disorders: An Overview.
Healthgrades. Diakses pada 2022. The 5 Most Common Digestive Disorders in Kids.