5 Gejala Myositis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Gejala Myositis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Myositis adalah kondisi yang menyebabkan terjadinya peradangan pada otot. Otot lemah, bengkak, dan nyeri adalah tiga gejala utama dari masalah sendi dan tulang ini. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti, tetapi dugaan sementara mengacu pada infeksi, cedera, kondisi autoimun, dan efek samping dari konsumsi obat-obatan. 

Sederhananya, myositis terjadi karena berbagai hal yang memicu munculnya peradangan pada otot bagian tubuh tertentu, beberapa di antaranya adalah:

  • Kondisi peradangan. Kondisi ini menyebabkan peradangan di seluruh tubuh dan dapat memengaruhi otot, sehingga menyebabkan myositis. Banyak dari penyebab ini adalah kondisi autoimun, ketika imunitas menyerang jaringan sehat dalam tubuh. 

  • Infeksi. Infeksi virus paling sering menyebabkan myositis. Pada kondisi yang jarang terjadi, infeksi disebabkan karena jamur, bakteri, atau organisme lainnya.

  • Penggunaan obat-obatan. Banyak jenis obat yang menyebabkan kerusakan otot, meski sifatnya hanya sementara.

  • Cedera. Olahraga terlalu keras memicu terjadinya cedera yang berujung pada myositis karena menyebabkan peradangan, lelah otot, dan pembengkakan. 

  • Rhabdomyolysis. Kondisi ini terjadi ketika otot rusak dengan cepat. 

Baca juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu Oleh Virus

Gejala Myositis yang Perlu Diketahui

Gejala utama myositis adalah kelemahan otot. Namun, lemah otot ini hanya bisa teridentifikasi dengan pemeriksaan tertentu. Sementara itu, nyeri otot bisa saja muncul, tetapi bisa juga tidak. Dermatomiositis, polimiositis, dan kondisi miositis inflamasi lainnya cenderung menyebabkan kelemahan yang memburuk secara perlahan selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Kelemahan ini memengaruhi kelompok otot besar, seperti leher, bahu, pinggul, dan punggung. 

Lemahnya otot akibat myositis membuat pengidap mudah jatuh dan kesulitan untuk bangun kembali setelah jatuh. Gejala lainnya dapat muncul bersamaan dengan terjadinya peradangan, seperti berikut ini. 

  • Ruam.

  • Tubuh mudah lelah.

  • Penebalan kulit di bagian tangan.

  • Sulit menelan.

  • Sulit bernapas.

Baca juga: Sering Tertukar, Inilah Bedanya Pilek dan Flu

Jika myositis terjadi karena virus, gejala yang muncul pun berkaitan, seperti pilek, demam, batuk, sakit tenggorokan, mual, dan diare. Namun, gejala ini bisa hilang sebelum muncul gejala myositis.

Pada beberapa kasus, myositis menyebabkan nyeri otot, tetapi sebagian besar kasus nyeri otot yang terjadi bukan karena myositis, melainkan cedera otot atau kondisi medis lain seperti pilek dan flu. 

Penanganan Myositis

Pengidap myositis sering mengalami kesalahan diagnosis, karena gejalanya yang mirip dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, termasuk pemeriksaan fisik, biopsi otot, MRI, tes darah untuk menentukan kadar CPK, tes darah antibodi antinuklear, studi konduksi saraf, hingga pengujian terkait genetik. 

Penanganan untuk myositis bergantung pada penyebabnya. Beberapa kasus ditangani dengan konsumsi obat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Sementara myositis yang biasanya terjadi karena infeksi virus tidak memerlukan penanganan khusus, dan myositis karena bakteri membutuhkan antibiotik untuk mencegah penyebaran infeksi yang mengancam jiwa. Lalu, myositis yang berkaitan dengan penggunaan obat ditangani dengan penghentian penggunaan obat-obatan tersebut.

Baca juga: Ketahui prosedur Pemeriksaan MRI untuk Tulang dan Sendi

Oleh karena itu, jangan sepelekan gejala apa pun yang terasa aneh pada tubuh kamu. Kemiripannya bisa jadi membuat kamu mengidap penyakit yang serius, bukan penyakit biasa seperti yang dikira. Jadi, selalu pastikan kamu punya aplikasi Halodoc, karena melalui aplikasi ini, kamu bisa menanyakan apa saja masalah kesehatan sesuai dengan dokter ahlinya. Yuk, kapan lagi tanya dokter lebih mudah? Download aplikasi Halodoc sekarang!