03 October 2018

5 Hal yang Bisa Dilakukan jika Anak Alergi Susu

5 Hal yang Bisa Dilakukan jika Anak Alergi Susu

Halodoc, Jakarta - Beberapa anak mempunyai kemungkinan mengalami alergi susu. Tidak semua anak dapat diberikan susu formula yang berasal dari sapi. Alergi susu dapat terjadi dengan cepat. Bayi yang terkena alergi susu menandakan bahwa sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat menerima protein dari susu sapi.

Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa yang tidak dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh. Alergi susu terjadi karena adanya reaksi sistem kekebalan tubuh anak terhadap protein yang terkandung di dalam susu. Jenis protein yang paling sering menyebabkan alergi yaitu whey dan kasein. Alergi susu memiliki ciri yaitu muntah-muntah, diare, napas berbunyi, dan gatal-gatal.

Sedangkan intoleransi laktosa adalah kondisi saat anak mengalami ketidakmampuan untuk mencerna laktosa, yang merupakan tipe gula alami pada kandungan susu. Gejala dari intoleransi laktosa yaitu kembung, kram perut di bagian bawah, dan muntah. Gejala ini akan muncul langsung atau setelah beberapa jam meminum susu.

Dikutip dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pada dua dekade terakhir terjadi peningkatan angka kejadian penyakit alergi pada anak, termasuk juga di Indonesia. Faktor utama anak mengalami alergi yaitu karena faktor keturunan. Anak dengan orangtua yang tidak mempunyai riwayat alergi masih dapat berisiko terkena alergi susu sebesar 5-15 persen. Namun, anak-anak dengan salah satu atau kedua orangtua yang mengidap alergi susu dapat berisiko 20-60 persen mengalami hal yang sama.

Lalu hal-hal yang harus dilakukan jika anak mengidap alergi susu, yaitu:

  1. Hindari Produk yang Mengandung Susu

Hal yang perlu dilakukan agar anak tidak terkena alergi susu yaitu menghindari produk yang mengandung susu. Biasanya produk yang mengandung susu terdapat laktosa di dalamnya yang membuat alergi pada anak terjadi. Selalu cek label makanan dan pastikan tidak ada kandungan laktosa atau susu di dalamnya.

  1. Berikan Makanan yang Mengandung Vitamin D

Dikarenakan anak mengalami alergi susu, maka ibu harus memberikan makanan yang mengandung vitamin D sebagai pengganti kandungan positif susu. Hal tersebut bisa diakali dengan mengganti nutrisi yang banyak mengandung vitamin D, kalsium, dan protein. Makanan-makanan seperti bayam, brokoli, olahan kedelai, salmon, tuna, sarden, dan telur dapat menjadi pengganti.

  1. Susu Formula Hidrolisat Ekstensif

Jika anak ibu mengalami alergi susu, ibu dapat memberikan susu alternatif yaitu susu formula dengan hidrolisat ekstensif. Pada susu jenis ini, protein susu sapi terdapat dalam bentuk yang telah dipecah menjadi komponen yang lebih kecil. Sebagian anak yang mengidap alergi susu dapat menoleransi susu dengan jenis ini dengan baik.

  1. Susu Formula Asam Amino

Alternatif lainnya jika anak ibu mengalami alergi susu, ibu dapat memberikan susu dengan formula asam amino. Formula asam amino adalah pilihan terbaik terutama untuk anak yang mengalami alergi berat. Selain itu juga, formula asam amino juga dianggap sebagai pengobatan pilihan pertama untuk anak yang mengalami alergi susu sapi.

  1. Susu Formula Kedelai atau Soya

Susu formula dengan kedelai atau soya dapat juga dapat menjadi alternatif untuk ibu dengan anak yang alergi susu. Susu dengan formula ini dapat mengganti sumber protein yang sama dari susu sapi. Nantinya akan terjadi reaksi silang antara protein susu sapi dengan protein kedelai, sehingga 10-14 persen dari anak yang alergi susu dapat mengalami reaksi alergi dengan penggunaan susu ini. Susu formula ini hanya dianjurkan untuk anak dengan usia di atas 6 bulan.

Ibu dapat melakukan pemberian ulang susu setelah penggunaan susu formula alternatif setelah minimal 3 bulan hingga 12 bulan. Jika bayi mengalami gejala ulangan setelah pemberian susu sapi, penggunaan susu formula alternatif tersebut dapat dilanjutkan hingga 6-12 bulan.

Jika anak tidak menunjukkan gejala-gejala alergi susu, ibu dapat memberikan susu sapi seterusnya. Biasanya, bayi dengan alergi susu akan sembuh saat ia berusia balita. Sebesar 50 persen bayi dengan alergi susu sapi akan sembuh pada usia 1 tahun, lebih dari 75 persen sembuh pada usia 3 tahun, dan sekitar 90 persen sembuh pada usia 6 tahun.

Itulah 5 hal yang bisa dilakukan jika anak alergi susu. Jika ibu ingin saran yang profesional, Halodoc menyediakan dokter yang dapat diajak berdiskusi. Caranya mudah, hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store.

Baca juga: