5 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Penyakit Hati

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
mencegah penyakit hati

Halodoc, Jakarta - Hati merupakan salah satu organ paling penting pada tubuh, karena fungsinya untuk menyaring darah agar tetap bersih. Hati juga berfungsi untuk membuang racun dalam tubuh. Jika organ yang satu ini rusak, gejala tidak langsung muncul begitu saja. Biasanya, gejala baru akan muncul saat hati sudah dalam kondisi yang rusak parah. 

Obesitas merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit hati. Pasalnya, memiliki lemak dalam hati dapat memicu penyakit hati yang paling cepat berkembang, yaitu penyakit hati berlemak non-alkohol. Untuk mencegahnya, kamu dapat melakukan diet sehat sebagai upaya penurunan berat badan untuk menghindari tubuh dari serangan penyakit hati.

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan untuk Mendeteksi Penyakit Hati

Tak hanya diet sehat, sejumlah makanan berikut dapat kamu konsumsi untuk mencegah terjadinya penyakit hati:

  • Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferous merupakan sayuran yang mengandung tinggi serat, kaya mineral, beta karoten, asam folat, vitamin E, serta vitamin C. Sayuran jenis ini dapat dengan mudah kamu temui pada brokoli, kembang kol, atau pakcoy.  Sayuran-sayuran tersebut mengandung zat kimia hati yang dapat membantu menetralkan hati dari zat kimia, pestisida, karsinogen, serta obat-obatan.

  • Sayuran Hijau

Sayuran hijau yang dapat dikonsumsi guna mencegah terjadinya penyakit hati, antara lain kale dan kol. Sayuran hijau kaya akan sulfur yang dikenal mampu mendetoks hati dari segala macam jenis racun di dalamnya. Tak hanya kale dan kol, dandelion merupakan salah satu sayuran hijau yang paling efektif untuk menjaga kesehatan organ hati.

Tak hanya berfungsi sebagai detoksifikasi, dandelion juga dapat memicu produksi empedu hati dan kandung empedu yang baik untuk mendukung pencernaan dan penyerapan lemak.

Baca juga: Disebabkan oleh Gagal Hati, Inilah 8 Komplikasi dari Ensefalopati Hepatik

  • Tanaman Laut

Tanaman laut dikenal dengan sebutan algae. Tanaman ini baik untuk mencegah terjadinya penyakit hati. Beberapa adalah arame, nori, kombu, wakame, hijiki, dulse, agar, dan kelp. Tanaman laut yang dikonsumsi akan membantu organ hati untuk mencegah tubuh menyerap zat logam berbahaya.

  • Makanan Kaya Sulfur

Sulfur merupakan zat yang dapat digunakan sebagai detoks dengan mengeluarkan merkuri atau zat tambahan pada makanan yang kamu konsumsi. Sulfur sendiri memiliki sifat anti-inflamasi yang baik bagi tubuh. Makanan jenis ini dapat kamu temui pada bawang putih, bawang merang, bawang bombay, telur, serta jamur.

  • Buah-Buahan

Buah-buahan mengandung zat penting yang dibutuhkan tubuh, diantaranya anthocyanin dan polyphenols yang dapat menghambat perkembangan sel kanker pada hati. Kedua zat tersebut dapat kamu temukan pada buah-buahan jenis ceri, seperti stroberi, cranberry, blueberry, dan raspberry. Selain anthocyanin dan polyphenols, buah-buahan jenis ceri juga kaya akan antioksidan yang baik bagi tubuh.

Baca juga: Begini Prosedur Tes Darah untuk Diagnosis Penyakit Hati

Perhatikan gejalanya, jika gejala muncul, segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc, untuk mendapatkan penanganan yang kamu butuhkan. Pada pengidap penyakit hati, gejala akan meliputi gatal pada kulit, penyakit kuning, nyeri perut yang disertai dengan pembengkakan, warna urine gelap, kelelahan, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, warna feses menjadi pucat, serta kulit akan mudah memar.

Referensi:
Stylecraze. Diakses pada 2019. Evidence-Based Fatty Liver Diet – Diet Plan And Foods To Eat And Avoid.
American Liver Foundation. Diakses pada 2019. 13 Ways to a Healthy Liver.