10 August 2018

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kelenjar Tiroid

kelenjar tiroid

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya organ tubuh yang menopang kehidupan, tiroid merupakan salah satu organ yang kerap mengalami gangguan. Penyakit tiroid seperti membesarnya kelenjar tiroid sering membuat pengidapnya resah. Nah, berikut hal yang perlu diketahui mengenai kelenjar tiroid?

Gara-Gara Ketidakseimbangan Hormon

Sebelumnya, kamu mesti berkenalan dulu dengan fungsi organ yang satu ini. Kelenjar tiroid yang letaknya di bawah jakun ini berperan dalam mengatur berbagai sistem metabolisme dalam tubuh. Oleh sebab itu, perannya amat penting bagi tubuh manusia.

Baca juga: Inilah yang Dimaksud Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Nah, penyakit tiroid sendiri umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini bisa terjadi saat kelenjarnya kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid). Bentuk kelenjarnya seperti kupu-kupu kecil yang ditemukan di depan leher.

Seperti organ tubuh lainnya, kinerja kelenjar ini dikendalikan oleh otak. Tepatnya pada area kelenjar hipofisis (pituitary) dan hipotalamus. Nah, ketika kadar kelenjarnya bermasalah, alias tidak seimbang, otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk menyesuaikan kinerjanya. Tujuannya, agar kadar hormonnya kembali seimbang.

Kenali Jenis Penyakitnya

Bermasalahnya organ ini tentunya bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Nah, berikut beberapa penyakit tiroid yang sering terjadi:

1. Nodul Tiroid

Kondisi ini ditandai dengan benjolan padat atau berisi air yang terbentuk di dalam kelenjar tiroid. Yang mesti diketahui, benjolan ini bisa berupa tumor jinak atau kista yang lebih dari satu. Sayangnya, penyakit ini jarang menimbulkan gejala. Makanya hanya sering terdeteksi ketika pengidapnya melakukan pemeriksaan kesehatan umum.

2. Penyakit Gondok

Penyakit yang satu ini rasanya tidak asing bagi banyak orang. Kondisinya ditandai dengan pembengkakan kelenjar tiroid yang bisa dilihat sebagai benjolan di leher. Jangan remehkan kondisi ini, bila benjolan sudah menekan tenggorokan, bisa menyebabkan perubahan suara, batuk, dan kesulitan menelan dan bernapas. Kata ahli, penyakit gondok juga bisa disebabkan karena kekurangan iodine.

Baca juga: 4 Cara Mengobati Gondok

3. Hipotiroidisme

Kondisi ini terjadi ketika hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid terlalu sedikit. Kata ahli, umumnya kondisi ini dialami oleh wanita lansia di atas 60 tahun. Gejala penyakit ini bisa ditandai dengan konstipasi, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, kulit kering, dan lebih sensitif terhadap hawa dingin.

Penyebab Penyakit Tiroid

Pada dasarnya produksi hormon tiroid yang enggak memadai bisa menyebabkan ketidakseimbangan reaksi kimia dalam tubuh. Nah, menurut ahli, ada berbagai penyebab yang bisa menimbulkan penyakit tiroid. Misalnya, penyakit autoimun, terapi radiasi, operasi tiroid, atau pengobatan untuk hipertiroid. Selain itu, gangguan tiroid ini juga bisa dipicu infeksi pada kelenjar tiroid oleh bakteri atau virus.

Enggak cuma itu, kata ahli, tinggi atau rendahnya kadar hormon tiroid juga sering menimbulkan penyakit tiroid. Lalu, apa sih yang bisa memicu hormon tiroid yang terlalu tinggi atau rendah?

  • Operasi pengangkatan kelenjar tiroid.
  • Kelenjar tiroid yang rusak, contohnya karena radiasi.
  • Timbulnya masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di otak.
  • Tingginya kadar iodine dalam tubuh.
  • Masalah pada sistem autoimun.

Siapa yang Berisiko?

Sebenarnya setiap orang punya risiko yang sama untuk mengalami gangguan dan penyakit tiroid. Namun, risiko penyakit tiroid akan meningkat pada orang dengan kondisi di bawah ini:

  • Punya riwayat keluarga dengan penyakit tiroid.
  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Memiliki penyakit autoimun.
  • Menjalani operasi tiroid.
  • Melakukan perawatan dengan yodium radioaktif atau obat anti-tiroid.
  • Terbiasa menerima radiasi pada leher atau dada bagian atas.

Punya keluhan pada tiroid? Enggak perlu panik, kamu bisa lo berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!