13 June 2018

5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Perlu Diketahui

gangguan pendengaran, jenis gangguan pendengaran, jenis gangguan telinga

Halodoc, Jakarta – Telinga menjadi salah satu alat indra yang tak kalah pentingnya, karena dengan bantuan telinga, kamu bisa mendengar berbagai macam bunyi yang indah. Oleh karena itulah kesehatan telinga sangat penting untuk kamu jaga.

Gangguan pada telinga akan membuat kamu tidak mampu mendengar bunyi dengan baik pada salah satu atau kedua telinga. Tentunya, ini akan membuat kamu sulit beraktivitas dengan normal.

Masalah kesehatan yang muncul pada telinga tidak boleh kamu sepelekan, karena akan mengakibatkan tidak berfungsinya telinga yang membuat kamu menjadi tuli. Berikut ini beberapa jenis gangguan pendengaran yang perlu kamu ketahui:

Gangguan Pendengaran Konduksi/Konduktif

Jenis gangguan pendengaran pertama adalah tuli konduksi. Pada kasus ini, kamu tidak bisa mendengarkan suara dengan sempurna, karena transmisi gelombang suara yang memang tidak masuk ke dalam telinga secara efektif. Akibatnya, suara yang kamu dengar akan lebih pelan dan tidak terlalu jelas.

Beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran konduksi adalah adanya cairan di telinga bagian tengah, terlalu banyak kotoran telinga, masuknya benda asing ke saluran telinga bagian luar, atau terjadinya infeksi pada telinga bagian tengah. Pengobatan gangguan pendengaran ini bisa dilakukan melalui serangkaian tes fisik, seperti penggunaan garputala.

(Baca juga: Gunakan Headset Terlalu Lama Bisa Berbahaya?)

Gangguan Pendengaran Sensorineural

Gangguan pendengaran ini terjadi pada telinga bagian dalam atau saraf telinga bagian dalam yang terhubung langsung ke otak. Gangguan sensorineural adalah jenis tuli permanen, sehingga tidak dapat diobati dengan obat-obatan, berbagai tes fisik, atau pembedahan.

Pengidap gangguan pendengaran ini hanya mampu mendengar suara dalam volume rendah, meski sebenarnya volume sumber suara telah ditinggikan. Beberapa hal yang menyebabkan tuli ini di antaranya adalah terjadinya trauma kepala, malformasi di telinga bagian dalam, faktor usia, hingga faktor genetik.

Gangguan Pendengaran Campuran

Jenis gangguan pendengaran ini merupakan campuran dari tuli konduksi dan sensorineural. Gejala awalnya adalah tuli konduksi yang kemudian berkembang menjadi tuli sensorik.

Meski begitu, terjadinya gangguan telinga ini bisa terjadi secara bersamaan, misalnya pengidap mengalami trauma kepala yang sekaligus mengenai telinga bagian tengah dan dalam. Saat dilakukan tes fisik, akan ditemukan beberapa tanda-tanda yang mirip dengan gangguan pendengaran sensorineural dan konduksi.

Gangguan Pendengaran Simetris dan Asimetris

Gangguan pendengaran simetris yaitu kondisi saat kedua telinga mengalami derajat penurunan kemampuan mendengar yang sama. Sementara itu, tuli asimetris terjadi apabila derajat penurunan kemampuan mendengar terdapat perbedaan antara kedua telinga. Kondisi ini sangat memungkinkan, terlebih jika pengidap ternyata pernah mengalami benturan yang cukup keras pada salah satu sisi telinga.

(Baca juga: Waspadai Perubahan pada Mata, Kenali Tandanya!)

Gangguan Pendengaran Progresif dan Mendadak

Jika kamu mengalami gangguan pendengaran yang kondisinya semakin lama semakin memburuk, artinya kamu mengidap penyakit gangguan pendengaran jenis progresif. Gangguan telinga ini terjadi secara bertahap, mulai dari tahap ringan hingga akut. Sementara itu, jika kamu tiba-tiba tidak bisa mendengar, artinya kamu mengalami tuli mendadak. Ini berarti kamu perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin untuk mengetahui penyebab pastinya.

 

Itu tadi beberapa jenis gangguan pendengaran yang perlu kamu ketahui. Supaya kamu tidak mengalaminya, segera tanyakan pada dokter jika kamu mengalami gejala yang tidak biasa pada telinga kamu. Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu berkomunikasi dengan para dokter. Aplikasi Halodoc juga memiliki layanan Apotek Antar yang bisa kamu gunakan untuk membeli obat tanpa perlu keluar rumah, lho. Yuk, download sekarang!