• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Perlu Diketahui

5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Telinga menjadi salah satu panca indera yang tidak kalah pentingnya dengan indera yang lain. Dengan bantuan telinga, kamu bisa mendengar berbagai macam bunyi yang indah. Ketika indera ini terganggu, tentunya kamu tidak mampu mendengar bunyi dengan baik pada salah satu atau kedua telinga. Tentunya, ini akan membuat kamu sulit beraktivitas dengan normal.

Masalah kesehatan yang muncul pada telinga tidak boleh disepelekan, karena akan mengakibatkan tidak berfungsinya telinga yang membuat kamu menjadi tuli. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, berikut ini jenis gangguan pendengaran yang perlu kamu ketahui:

Baca juga: Gunakan Headset Terlalu Lama Bisa Berbahaya?

1. Gangguan Pendengaran Konduksi/Konduktif

Jenis gangguan pendengaran pertama adalah tuli konduksi. Pada kasus ini, kamu tidak bisa mendengarkan suara dengan sempurna, karena transmisi gelombang suara yang tidak masuk ke dalam telinga secara efektif. Akibatnya, suara yang kamu dengar akan lebih pelan dan tidak terlalu jelas.

Beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran konduksi adalah adanya cairan di telinga bagian tengah, terlalu banyak kotoran telinga, masuknya benda asing ke saluran telinga bagian luar, atau terjadinya infeksi pada telinga bagian tengah. Pengobatan gangguan pendengaran ini bisa dilakukan melalui serangkaian tes fisik, seperti penggunaan garputala.

2, Gangguan Pendengaran Sensorineural

Gangguan pendengaran terjadi pada telinga bagian dalam lebih tepatnya pada saraf telinga bagian dalam yang terhubung langsung ke otak. Gangguan sensorineural adalah gangguan pendengaran yang paling fatal karena kondisi ini menyebabkan tuli permanen. Seseorang yang mengalami tuli permanen tidak dapat diobati dengan obat-obatan, berbagai tes fisik, atau pembedahan.

Pengidap gangguan pendengaran ini hanya mampu mendengar suara dalam volume rendah, meski sebenarnya volume sumber suara telah ditinggikan. Beberapa hal yang menyebabkan gangguan pendengaran ini, yaitu trauma kepala, malformasi di telinga bagian dalam, faktor usia, sampai faktor genetik.

3. Gangguan Pendengaran Campuran

Jenis gangguan pendengaran ini adalah campuran dari gangguan pendengaran konduksi dan sensorineural. Gejala awalnya ditandai dengan tuli konduksi yang kemudian berkembang menjadi tuli sensorik. Meskipun begitu, gangguan telinga ini bisa terjadi secara bersamaan, misalnya pengidap mengalami trauma kepala yang sekaligus mengenai telinga bagian tengah dan dalam.

Baca Juga: Gangguan Pendengaran Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental?

Saat dilakukan tes fisik, akan ditemukan beberapa tanda-tanda yang mirip dengan gangguan pendengaran sensorineural dan konduksi. Kalau kamu bingung membedakan antara tuli konduksi dan sensorineural, tanyakan kepada dokter Halodoc untuk lebih jelasnya. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

4. Gangguan Pendengaran Simetris dan Asimetris

Gangguan pendengaran simetris terjadi ketika kedua telinga mengalami derajat penurunan kemampuan mendengar yang sama. Sedangkan, tuli asimetris terjadi ketika derajat penurunan kemampuan mendengar terdapat perbedaan antara kedua telinga. Kondisi ini sangat memungkinkan, terlebih jika pengidap  pernah mengalami benturan yang cukup keras pada salah satu sisi telinga.

Baca juga: Waspada Perubahan pada Mata, Kenali Tandanya!

5. Gangguan Pendengaran Progresif dan Mendadak

Jika kamu mengalami gangguan pendengaran yang kondisinya semakin lama semakin memburuk, artinya kamu mengidap penyakit gangguan pendengaran jenis progresif. Gangguan telinga ini terjadi secara bertahap, mulai dari tahap ringan hingga akut.

Jika kamu tiba-tiba tidak bisa mendengar, artinya kamu mengalami tuli mendadak. Artinya, kamu perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin untuk mengetahui penyebab pastinya. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui apliaksi Halodoc.

Referensi :
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Types of Hearing Loss.
American Speech-Language-Hearing Association. Diakses pada 2019. Types of Hearing Loss.
Hearnet. Diakses pada 2019. Types of Hearing Loss.