5 Jenis Tes untuk Deteksi Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Jenis Tes untuk Deteksi Sindrom Koroner Akut

Halodoc, Jakarta – Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata koroner? Pasti satu hal yang muncul di dalam otakmu adalah masalah jantung. Memang benar, koroner atau tepatnya sindrom koroner akut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang terkait dengan aliran darah yang berkurang ke jantung. Berkurangnya aliran darah tentu mengubah cara kerja jantung dan menjadi tanda risiko serangan jantung.

Baca Juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Saat mengalami kondisi ini, gejala yang ditimbulkan adalah nyeri dada yang parah atau ketidaknyamanan. Sindrom koroner akut termasuk keadaan darurat yang membutuhkan diagnosis dan perawatan. Jika tidak segera ditangani, pengidap bisa mengalami serangan jantung yang berisiko kematian. 

Gejalanya Bukan Hanya Nyeri Dada

Tanda dan gejala sindrom koroner akut biasanya mulai dengan tiba-tiba. Selain nyeri dada, gejala sindrom koroner akut bisa berupa:

  • Nyeri menjalar dari dada ke bahu, lengan, perut bagian atas, punggung, leher atau rahang;

  • Mual atau muntah;

  • Mengalami gangguan pencernaan;

  • Nafas pendek (dispnea);

  • Berkeringat berat (diaphoresis);

  • Sakit kepala ringan, pusing sampai pingsan;

  • Kelelahan yang tidak beralasan;

  • Menyebabkan kegelisahan.

Tanda dan gejala tersebut bisa bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi medis pengidap. Gejala sindrom koroner akut mirip dengan gejala penyakit jantung lainnya. Maka dari itu, untuk membuat diagnosis yang cepat dan akurat, dokter akan melakukan tes serta menanyakan tentang gejala dan riwayat medis sebelumnya. 

Jenis Tes Untuk Mendiagnosis Sindrom Koroner Akut

Hasil dari jenis tes yang dikombinasikan dengan tanda-tanda dan gejala yang ada bertujuan untuk membantu mendiagnosis sindrom koroner akut dan menentukan apakah harus diklasifikasikan sebagai serangan jantung atau angina yang tidak stabil.

  1. Elektrokardiogram

Elektrokardiogram (EKG) dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik jantung melalui elektroda yang melekat pada kulit. Impuls yang tidak normal atau tidak teratur menunjukkan fungsi jantung yang buruk karena kurangnya oksigen ke jantung. Pola sinyal listrik tertentu juga dapat membantu menunjukkan lokasi penyumbatan.

Baca Juga: Perjalanan Jauh Naik Motor Bisa Sebabkan Angin Duduk?

  1. Tes Darah

Tes darah dilakukan untuk mendeteksi enzim tertentu. Hal ini sering dilakukan jika kematian sel menyebabkan kerusakan pada jaringan jantung. Hasil yang positif menunjukkan serangan jantung. Kalau kamu ingin cek kesehatan rutin, pesan Get a Lab Checkup yang ada di Halodoc sesuai jenis pemeriksaan yang kamu butuhkan. Setelah dipesan, petugas lab akan datang sesuai waktu yang ditetapkan.

  1. Pemindaian Perfusi Jantung

Pemindaian perfusi jantung bertujuan untuk mencari tahu apakah jantung mendapatkan cukup darah dan dapat memeriksa area kerusakan setelah serangan jantung. Pemindaian dilakukan dengan bantuan kamera untuk mengambil gambar jantung setelah pemberian obat khusus (tracer) melalui infus. Tracer kemudian bergerak melalui darah dan ke dalam otot jantung. 

Tracer yang diserap menandakan aliran yang baik. Namun, area yang tidak mampu menyerap tracer kemungkinan tidak mendapatkan cukup darah atau terdapat kerusakan akibat serangan jantung. Gambar diambil dua set selama pemindaian. Satu set diambil saat beristirahat. Dan lainnya diambil setelah jantung bekerja dengan keras.

  1. Monitor Holter

Beberapa dokter dapat memakai monitor Holter untuk mencatat aktivitas listrik jantung selama 24 jam. Monitor membantu mendeteksi apakah orang tersebut memiliki irama jantung abnormal atau periode pasokan darah yang tidak memadai.

Baca Juga: 5 Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

  1. Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung adalah penyisipan kateter ke dalam ruang atau pembuluh jantung untuk mendeteksi adanya penyumbatan atau plak yang menyumbat pembuluh darah. 

Tes tambahan mungkin direkomendasikan dokter untuk mengesampingkan penyebab lain serta menentukan perawatan yang tepat untuk pengidap. 



Referensi:

Medical News Today (Diakses pada 2019). Acute coronary syndrome. Diagnosis.

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Acute coronary syndrome: Overview, Symptoms, Causes.