5 Makanan yang Baik untuk Mencegah Arteriosklerosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Makanan yang Baik untuk Mencegah Arteriosklerosis

Halodoc, Jakarta – Jika kamu mengalami nyeri saat berjalan, sakit di dada, kehilangan penglihatan sementara waktu pada salah satu mata, atau mendadak tangan dan kaki lemah, bisa jadi kamu mengalami arteriosklerosis. 

Aterosklerosis adalah suatu kondisi di mana arteri menjadi menyempit dan mengeras karena penumpukan plak di sekitar dinding arteri. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh, yang menimbulkan risiko komplikasi serius. 

Tanda-tanda pertama aterosklerosis dapat mulai berkembang selama masa remaja, dengan munculnya garis-garis sel darah putih di dinding arteri. Paling sering terjadi ketika tidak ada gejala bahkan ketika plak sampai pecah. Biasanya, butuh waktu bertahun-tahun sampai ini terjadi.

Mengganti pola hidup, manajemen berat badan, aktivitas fisik, dan diet sehat adalah cara terbaik untuk mencegah arteriosklerosis. Makan-makanan tinggi serat larut dan membatasi asupan lemak jenuh, natrium, dan alkohol adalah aturan sehat lainnya. 

Baca juga: 3 Prosedur untuk Mengobati Arteriosklerosis

Pola makan sehat adalah kunci hidup berkualitas, terutama untuk mencegah arteriosklerosis. Punya pertanyaan seputar pola hidup dan makanan sehat untuk pengidap arterioslerosis, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Diet yang sehat untuk jantung yang didasarkan pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan rendah karbohidrat, gula, lemak jenuh, dan natrium. Cobalah mengganti roti gandum sebagai pengganti roti putih, konsumsi apel, pisang atau batang wortel sebagai camilan. Nah, selain itu berikut adalah rekomendasi jenis makanan lainnya. 

  1. Alpukat

Alpukat adalah buah yang menyehatkan jantung dengan meningkatkan kolesterol baik sekaligus menurunkan kolesterol jahat. Alpukat juga penuh dengan kandungan kalium—lebih tinggi dari pisang, dimana terbukti membantu mencegah penyakit kardiovaskular dan kalsifikasi pembuluh darah di arteri.

Tambahkan alpukat ke menu harian dengan mengganti mayo dengan alpukat dan gunakan dalam sandwich, salad ayam, atau salad tuna. 

Baca juga: Arteriosklersois juga Bisa Menyerang Anak Muda

  1. Kopi

Si hitam ini juga dapat membantu menjaga arteri supaya tetap bersih. Minum tiga gelas sehari secara signifikan menurunkan risiko terkena aterosklerosis. Tidak hanya kopi, secangkir teh hijau juga terbukti bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sangat penting untuk menghindari tambahan gula atau krim supaya menjadikan minumanmu lebih bermanfaat.

  1. Kunyit

Kunyit mengandung senyawa anti inflamasi yang kuat yang dapat membantu mengurangi kerusakan pada dinding arteri. Tingkat peradangan telah terbukti memiliki efek langsung pada arteriosklerosis alias pengerasan pembuluh darah. Cara termudah untuk menambahkan kunyit ke dalam diet adalah dengan membuat teh kunyit atau menambahkan kunyit ke dalam susu.

  1. Jeruk

Menurut jurnal kesehatan yang dipublikasikan di International Journal of Cardiology and Frontiers, jeruk kaya akan antioksidan dan Vitamin C yang sangat baik untuk menjaga kesehatan arteri. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Vitamin C memiliki peran yang kuat dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan flavonoid yang ditemukan di dalamnya membantu melindungi dinding arteri.

Baca juga: Mau Pembuluh Darah Selalu Sehat? Konsumsi 3 Makanan Ini

  1. Brokoli

Seperti biji-bijian, brokoli dikemas dengan serat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung secara keseluruhan. Sayuran silangan, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis, telah terbukti secara khusus membantu mencegah arteri yang tersumbat dan melindungi dari penyakit pembuluh darah.

Tidak berhenti di brokoli, selada, bit, kangkung, dan bayam adalah sumber nitrat yang kaya. Selama pencernaan, senyawa itu diubah menjadi gas penting yaitu nitrat oksida, yang membuat arteri menahan kontraksi, plak, dan pembekuan darah, sehingga stroke dan serangan jantung tidak dapat terjadi.