5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Fenilketonuria

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Fenilketonuria

Halodoc, Jakarta – Fenilketonuria adalah kondisi kelainan genetika pada seseorang yang dialami semenjak lahir. Kelainan genetika yang dialami membuat pengidap tidak dapat mengurai zat asam amino fenilalanin dengan baik dalam tubuh. Fenilalanin adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk protein.

Kondisi ini bisa berbahaya apabila tubuh tidak mampu mengurai zat fenilalanin karena asam amino dalam tubuh menumpuk pada darah dan otak. Akibatnya, kondisi ini mendatangkan berbagai penyakit serius pada pengidapnya.

Beberapa komplikasi penyakit yang dialami pengidap seperti kerusakan permanen pada otak, gangguan saraf seperti tumor atau kejang serta ukuran kepala yang lebih kecil dan terlihat tidak normal seperti pada umumnya.

Baca Juga: Fenilketonuria Terjadi Akibat Mutasi Genetik pada Anak Sejak Lahir

Tanda dan Gejala Fenilketonuria

Kondisi fenilketonuria sudah ada sejak lahir, namun gejalanya tidak dapat dideteksi semenjak pengidap lahir. Biasanya, gejala awal muncul beberapa bulan setelah pengidap dilahirkan.

Adanya gangguan kulit, kekuatan tulang, pertumbuhan yang lambat, kelainan pada ukuran kepala, warna kulit, mata dan rambut yang menjadi lebih terang serta seringnya mengalami epilepsi adalah gejala yang perlu diwaspadai.

Jika ibu melihat sejumlah gejala di atas pada Si Kecil, sebaiknya periksakan ke dokter untuk diidentifikasi lebih lanjut. Sebelum mengunjungi rumah sakit, ibu membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc.

Pantangan Makanan Pengidap Fenilketonuria

Kondisi fenilketonuria tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan dan pengobatan bisa dilakukan untuk mengurangi dampak atau akibat dari penyakit ini. Biasanya dengan pola makan yang sehat, pengidap bisa menjalani hidupnya dengan normal.

Pengidap tidak dapat mengurai protein dengan baik, sehingga disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung rendah protein. Melansir dari Verywell Health, berikut ini makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap fenilketonuria, yaitu:

1. Telur

Pengidap fenilketonuria sebaiknya menghindari telur atau makanan yang mengandung telur untuk dikonsumsi. Telur adalah jenis makanan yang memiliki kandungan protein cukup tinggi di dalamnya. Satu buah telur mengandung 6 gram protein.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan menjadi salah satu makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap fenilketonuria, khususnya kacang almond. Kacang almond adalah jenis kacang yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Di dalam satu ons kacang almond terdapat kandungan 6 gram protein.

Baca Juga: 6 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Bayi Baru Lahir

3. Susu

Ketika mengonsumsi susu, pengidap fenilketonuria harus mengerti takaran yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka. Susu memiliki kandungan protein sebanyak 3,4 gram protein dalam kandungan 100 gram susu.

4. Daging

Daging adalah salah satu makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap fenilketonuria. Daging memiliki protein yang cukup tinggi karena mengandung protein sebesar 22 gram dalam 85 ons daging sapi.

5. Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan

Tidak hanya makanan yang mengandung protein tinggi, makanan yang mengandung pemanis buatan perlu dihindari oleh pengidap fenilketonuria. Minuman berkarbonasi menjadi salah satu minuman yang mengandung pemanis buatan sehingga perlu untuk dihindari.

Pemanis buatan yang dikonsumsi oleh pengidap fenilketonuria dapat berubah menjadi fenilalanin dalam tubuh. Namun dengan kondisi tubuh yang tidak dapat mengurai fenilalanin dengan baik, akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan pengidapnya.

Baca Juga: Ini Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Fenilketonuria

Selain menghindari beberapa makanan diatas, sebaiknya pengidap fenilketonuria harus rajin mengonsumsi asam amino esensial untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Pengidap fenilketonuria harus menjaga kadar fenilalanin dalam tubuh tetap stabil. Pengecekan darah dan kesehatan secara rutin dianjurkan untuk mencegah komplikasi.

Referensi :
Verywell Health. Diakses pada 2019. What to Eat When You Have PKU.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Phenylketonuria (PKU).