5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Ibu Hamil

5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Komplikasi pada masa kehamilan bisa menjadi masalah kesehatan yang dapat melibatkan kesehatan ibu, kesehatan bayi, ataupun keduanya. Beberapa wanita memiliki masalah kesehatan yang timbul selama kehamilan, dan yang lainnya justru punya masalah kesehatan sebelum hamil yang dapat menyebabkan komplikasi.

Terlepas dari itu, kehamilan bisa menempatkan wanita untuk mengalami sakit. Ini terkait kondisi kekebalan tubuh yang melemah. Ketika kondisi biasa, seseorang bisa menerima pengobatan lebih bebas sedangkan kehamilan membuat perawatan serba terbatas. Ini dikarenakan kekhawatiran tentang paparan janin.

Baca juga: Risiko Kehamilan pada Plasenta Akreta yang Perlu Diketahui Ibu

Ada beberapa kemungkinan dan risiko kesehatan yang umum dialami oleh ibu hamil, yakni:

  1. Anemia

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah berada di bawah normal. Mengobati penyebab anemia akan membantu memulihkan jumlah sel darah merah yang sehat. Ibu hamil dengan anemia biasanya akan merasa lelah dan lemah. Ini dapat dibantu dengan mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat. Dokter akan merekomendasikan suplemen dan pola makan untuk memulihkan kondisi tubuh.

  1. Kondisi Kesehatan Mental

Beberapa ibu hamil mengalami depresi selama atau setelah kehamilan. Gejala depresi, meliputi:

  • Suasana hati yang rendah atau sedih

  • Kehilangan minat pada aktivitas yang menyenangkan

  • Perubahan nafsu makan, tidur, dan energi

  • Masalah dalam berpikir, berkonsentrasi, dan membuat keputusan

  • Perasaan tidak berharga, malu, ataupun bersalah

  • Pikiran bahwa hidup ini tidak layak dijalani.

Ketika banyak dari gejala-gejala ini terjadi bersamaan dan berlangsung selama lebih dari satu atau dua minggu pada satu waktu, ini mungkin depresi. Depresi yang berlanjut selama kehamilan dapat mempersulit ibu hamil untuk merawat dirinya dan bayinya yang belum lahir. Memiliki depresi sebelum kehamilan juga merupakan faktor risiko depresi pascapersalinan.

  1. Preeklampsia

Ciri khas komplikasi kehamilan ini adalah tekanan darah tinggi dan kerusakan organ-organ tertentu yang seringkali ginjal. Preeklamsia biasanya dimulai setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang memiliki tekanan darah normal sampai saat itu.

Jika dibiarkan tidak diobati, itu dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi, termasuk kurangnya aliran darah yang tepat ke plasenta dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Gejala preeklampsia yang umum adalah pembengkakan pada tangan dan kaki, yang sayangnya dapat juga terjadi selama kehamilan yang sehat. Lainnya termasuk sesak napas, sakit kepala, dan volume air urine yang keluar kurang dari biasanya.

Baca juga: Ternyata, Probiotik Bisa Kurangi Risiko Komplikasi Kehamilan

  1. Diabetes

Ibu hamil rentan mengidap diabetes gestasional yang biasanya hilang setelah melahirkan. Mengembangkan diabetes gestasional akan menempatkan ibu hamil terkena diabetes tipe 2. Ibu hamil dengan diabetes gestasional perlu melakukan diet ketat untuk mengelola penyakit selama kehamilan dan pasca kehamilan untuk mengetahui tanda-tanda diabetes tipe 2.

  1. Hipertensi

Tekanan darah tinggi kronis yang tidak terkontrol dengan baik sebelum dan selama kehamilan membuat ibu hamil dan bayinya berisiko mengalami masalah. Hal ini terkait dengan peningkatan risiko komplikasi ibu seperti preeklampsia eksternal, solusio plasenta (ketika plasenta terpisah dari dinding rahim), dan diabetes gestasional.

Baca juga: Bahaya Air Ketuban yang Tertelan oleh Bayi Dalam Kandungan

Ibu hamil dengan hipertensi menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk hasil kelahiran yang buruk, seperti kelahiran prematur, memiliki bayi kecil untuk usia kehamilannya, dan kematian bayi. Sangat penting untuk dilakukan adalah mendiskusikan masalah tekanan darah dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Untuk informasi lebih jelas mengenai masalah kesehatan yang rentan dialami ibu hamil, bisa melakukan pemeriksaan langsung dan memilih dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!