16 October 2018

5 Penyebab Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing

5 Penyebab Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing

Halodoc, Jakarta - Kelahiran bayi yang sempurna selalu ditunggu dan diharapkan oleh setiap orangtua. Namun, ada kalanya bayi lahir dengan kekurangan, seperti cleft lip atau bibir sumbing. Keadaan ini membuat menyebabkan dua bagian bibir terpisah seperti membuat jalan kecil. Jaringan pada bagian bibir dan langit-langit rahang mulut bayi tidak menyatu dengan baik. Ini adalah 5 penyebab terjadinya bibir sumbing pada bayi

1. Faktor Genetik

Seperti banyak keadaan tubuh, faktor penyebab bibir sumbing pada bayi adalah faktor keturunan atau genetik. Sering kali orangtua yang mengalami cleft lip menurunkan keadaan ini kepada anaknya. Walaupun jarang, gen dari kakek maupun nenek juga bisa diturunkan.

2. Kekurangan Asam Folat pada Ibu

Asam folat berperan penting dalam proses pembentukan jaringan wajah dan sistem saraf otak, terutama pada fase awal kehamilan. Pembentukan jaringan ini berjalan pada trimester awal kehamilan. Jadi jika Ibu kekurangan asam folat, pertumbuhan jaringan ini akan sangat terganggu.

Adapun sumber asam folat adalah brokoli, kacang almond, hati sapi, jagung, bayam, alpukat, jeruk, stroberi, dan pisang. Usahakan Ibu dapat asupan asam folat yang cukup dengan mengonsumsi makanan-makanan tadi.

3. Ibu Mengalami Obesitas

Menjaga berat badan sebelum dan selama hamil bisa menjadi kunci dalam melahirkan anak yang sehat. Jika ibu mengalami obesitas, ini salah satu faktor yang menimbulkan risiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing lebih tinggi. Ibu yang obesitas akan mengalami masalah metabolisme dan membuat bayi tidak berkembang dengan sempurna.

Kenaikan pada saat kehamilan memang sesuatu yang wajar. Namun, sangat baik jika penambahan ini dikontrol dan dikonsultasikan dengan dokter agar tidak sampai terjadi obesitas.

4. Paparan Asap Rokok pada Ibu Saat dan Sebelum Hamil

Asap rokok mengandung nikotin yang bisa masuk ke dalam aliran darah ibu hamil. Rokok telah menyebabkan dampak yang serius untuk perkembangan janin terutama saat masuk trimester pertama. Dengan adanya zat ini pada janin, akan membuat proses pembentukan jaringan terganggu. Proses ini tidak hanya bisa membuat bayi memiliki bibir sumbing, tetapi juga kondisi fisik lain seperti jantung yang tidak sempurna.

5.Efek Samping Obat

Penggunaan obat pada saat kehamilan adalah sesuatu yang benar-benar harus diperhatikan. Jika kamu tidak berdiskusi dengan dokter, risiko bayi memiliki bibir sumbing bisa lebih tinggi. Berikut ini daftar obat yang dilarang untuk dikonsumsi ibu selama hamil:

  • Isotretinoin.

  • Asetosal.

  • Aspirin (SCHARDEIN-1985).

  • Rifampisin.

  • Fenasetin.

  • Sulfonamid.

  • Aminoglikosida.

  • Indometasin.

  • Asam Flufenamat.

  • Ibuprofen.

  • Penisilamin.

  • Antihistamin.

  • Antineoplastik.

  • Kortikosteroid.

Nah, jika kamu pertanyaan seputar bibir sumbing dan kehamilan, yuk tanyakan pada dokter atau spesialis dengan menggunakan aplikasi Halodoc! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Baca juga: