• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pahami Gejalanya Supaya Terhindar dari Premature Rupture of Membranes

Pahami Gejalanya Supaya Terhindar dari Premature Rupture of Membranes

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Ketuban Pecah Dini (KPD) atau Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) adalah salah satu penyebab utama kelahiran caesar. Ketuban pecah dini merupakan istilah yang digunakan untuk wanita hamil yang mengalami pecahnya ketuban sebelum waktu untuk melahirkan. Kondisi ini dibagi menjadi dua, yaitu ketuban pecah dini yang terjadi saat usia kehamilan belum menginjak 37 minggu atau di atas 37 minggu.

Baca Juga: 5 Penyebab Bayi Lahir Prematur

Ketuban pecah dini yang terjadi di bawah 37 minggu disebut Preterm Premature Rupture of Membrane (PPROM). Sedangkan, ketuban pecah dini yang terjadi saat usia kehamilan diatas 37 minggu dikenal dengan Premature Rupture of Membrane (PROM). Ibu hamil wajib mengetahui gejala-gejala ketuban pecah dini agar bisa mengenalinya saat mengalami kondisi ini.

Gejala Premature Rupture of Membranes

Ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini umumnya merasakan keluarnya cairan yang terjadi secara tiba-tiba, tidak dapat ditahan dan tidak disertai dengan rasa mulas pada perut. Cairan ketuban normal ditandai dengan berwarna jernih dan tidak berbau.

Namun, cairan ketuban juga dapat berwarna keruh, mirip seperti air kelapa muda akibat bercampur dengan lanugo atau rambut halus pada janin. Hal ini terjadi karena cairan ketuban mengandung verniks caseosa, yaitu lemak pada kulit bayi.

Pecah ketuban juga tidak disertai dengan rasa sakit. Meski tidak menyakitkan, ibu hamil yang mengalaminya tetap perlu mendapat pertolongan sesegera mungkin. Semakin cepat penanganan, maka semakin kecil risiko terjadinya komplikasi.

Ibu yang tidak mendapatkan penanganan segera, berisiko mengalami komplikasi, seperti infeksi kuman dan bakteri dari luar, persalinan prematur, gangguan peredaran darah atau tali pusar tertejan yang menyebabkan kondisi gawat sampai kematian janin.

Baca Juga: Hamil Bayi Laki-Laki Tingkatkan Risiko Lahir Prematur. Benarkah?

Apa Penyebab Premature Rupture of Membranes?

Ibu pasti bertanya-tanya, faktor apa saja yang meningkatkan risiko dari ketuban pecah dini. Kondisi ini biasanya mengintai wanita yang sedang mengandung bayi kembar atau memiliki riwayat persalinan prematur.

Selain itu, hubungan intim yang tidak sehat, mengalami perdarahan pada vagina atau tingkat keasaman vagina juga bisa meningkatkan risiko ketuban pecah dini. Menurut studi dari American Family Physician, faktor lain yang meningkatkan peluang terjadinya ketuban pecah dini, yaitu :

  • Selaput ketuban tipis kurang dari 39 milimeter.

  • Kadar CRH (Corticotropin Releasing Hormone) maternal tinggi. Hal ini dapat terjadi apabila ibu hamil mengalami stres.

  • Kebersihan yang kurang baik. Misalnya, infeksi pada miss V, keputihan, jumlah cairan ketuban yang sangat banyak.

  • Kelainan mulut rahim, seperti inkompeten serviks. Yaitu, suatu kondisi ketika mulut rahim mengalami pembukaan dan penipisan sebelum waktunya. Sehingga, janin tidak bisa lagi tertahan dan mengakibatkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.

Kalau ibu punya pertanyaan lain atau ingin tahu lebih lanjut seputar kondisi ini, ibu bisa langsung bertanya ke dokter kandungan Halodoc. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Bisakah Ketuban Pecah Dini Dicegah?

Ketuban pecah dini dapat dicegah dan kunci utama pencegahannya adalah menerapkan pola hidup sehat dan kebersihan selama masa kehamilan. Langkah pencegahannya, yaitu:

  • Pemeriksaan kehamilan secara teratur.

  • Jaga kebersihan daerah vagina.

  • Jangan membiasakan menahan buang air kecil atau besar.

  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup.

  • Konsumsi makanan sehat.

  • Olahraga secara teratur.

  • Untuk sementara waktu, hentikan hubungan intim bila ada indikasi yang menyebabkan ketuban pecah dini, seperti mulut rahim yang lemah.

Baca Juga: Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui Orangtua Jika Si Kecil Lahir Prematur

Ibu juga wajib memeriksakan diri ke dokter bila ada sesuatu yang tidak normal di daerah vagina, misalnya keputihan yang berbau atau berwarna. Sebab, keputihan yang abnormal terkadang menandai adanya masalah pada organ reproduksi.

Referensi :
MSD Manual. Diakses pada 2019. PREMATURE RUPTURE OF MEMBRANES (PROM).
Medscape. Diakses pada 2019. Premature Rupture of Membranes.
American Family Physician. Diakses pada 2019. Preterm Premature Rupture of Membranes: Diagnosis and Management.