11 October 2018

Pahami Gejalanya Supaya Terhindar dari Premature Rupture of Membranes

Premature Rupture of Membranes, PROM, wanita hamil

Halodoc, Jakarta - Premature Rupture of Membranes (PROM) merupakan nama lain dari Ketuban Pecah Dini (KPD) atau Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kelahiran caesar. PROM merupakan suatu istilah yang digunakan untuk wanita hamil yang mengalami pecahnya ketuban sebelum waktu untuk melahirkan. PROM dibagi menjadi dua:

  1. PROM yang terjadi saat usia kehamilan belum menginjak 37 minggu, dikenal dengan sebutan Preterm Premature Rupture of Membrane (PPROM).
  2. PROM yang terjadi saat usia kehamilan diatas 37 minggu, dikenal dengan sebutan Premature Rupture of Membrane (PROM).

PROM dapat terjadi akibat menurunnya kadar kolagen yang berfungsi untuk mempertahankan struktur ketuban. Namun, infeksi dan trauma bisa menjadi penyebab menurunnya kadar kolagen pada ketuban.

Ibu hamil yang mengalami PROM umumnya akan merasakan keluarnya cairan yang terjadi secara tiba-tiba, tidak dapat ditahan, dan tidak disertai dengan rasa mulas pada perut. Cairan ketuban yang normal umumnya berwarna jernih dan tidak berbau. Cairan ketuban juga dapat berwarna keruh, mirip dengan air kelapa muda karena bercampur dengan lanugo atau rambut halus pada janin. Hal ini terjadi karena cairan ketuban mengandung verniks caseosa, yaitu lemak pada kulit bayi.

Umumnya, ketuban yang pecah tidak disertai dengan rasa sakit. Namun, jika kamu atau orang-orang terdekat kamu mengalaminya, sebaiknya segera cari pertolongan. Karena semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko terjadinya komplikasi. Berikut ini merupakan risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat telatnya penanganan medis, antara lain:

  1. Infeksi kuman dan bakteri dari luar (hal ini dapat menyebabkan selaput ketuban menjadi tipis dan mudah pecah).
  2. Persalinan prematur.
  3. Gangguan peredaran darah.
  4. Tali pusar yang bisa menyebabkan kondisi gawat pada janin dan kematian janin akibat tali pusar yang tertekan.

Selain beberapa hal di atas, inilah beberapa faktor yang mempengaruhi  PROM, antara lain:

  1. Kehamilan kembar dan ada riwayat persalinan prematur.
  2. Hubungan intim yang tidak sehat.
  3. Perdarahan lewat Miss V.
  4. PH atau tingkat keasaman Miss V di atas 4,5.
  5. Selaput ketuban tipis kurang dari 39 milimeter.
  6. Kadar CRH (Corticotropin Releasing Hormone) maternal tinggi. Hal ini dapat terjadi apabila ibu hamil mengalami stres.
  7. Kebersihan yang kurang baik. Misalnya, infeksi pada miss V, keputihan, jumlah cairan ketuban yang sangat banyak.
  8. Kelainan mulut rahim, seperti inkompeten serviks. Yaitu, suatu kondisi ketika mulut rahim mengalami pembukaan dan penipisan sebelum waktunya. Sehingga, janin tidak bisa lagi tertahan dan mengakibatkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan saat kehamilan.
  2. Pemeriksaan kehamilan secara teratur.
  3. Jaga kebersihan daerah Miss V.
  4. Jangan membiasakan menahan buang air kecil atau besar.
  5. Minum air putih dalam jumlah yang cukup.
  6. Konsumsi makanan sehat.
  7. Olahraga secara teratur.
  8. Memeriksakan diri ke dokter bila ada sesuatu yang tidak normal di daerah Miss V, misalnya keputihan yang berbau atau berwarna.
  9. Untuk sementara waktu, hentikan hubungan intim bila ada indikasi yang menyebabkan PROM, seperti mulut rahim yang lemah.

Ternyata PROM bisa dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Namun jika kamu menemukan gejala-gejala PROM pada diri kamu atau orang-orang terdekat kamu, segera diskusikan dengan dokter ahli. Halodoc menyediakan layanan ngobrol langsung dengan dokter melalui Chat atau Voice/Video Call di mana dan kapan pun. Kamu tidak hanya dapat berdiskusi langsung, kamu juga dapat membeli obat dengan layanan Apotek Antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya segera di App Store atau Google play!

Baca juga: