16 August 2018

Ini yang Menyebabkan Bibir Sumbing pada Bayi Baru Lahir

bibir sumbing, penyebab bibir sumbing, cleft lip

Halodoc, Jakarta - Semua orangtua pasti mengharapkan agar bayi lahir dalam kondisi sehat dan tidak memiliki cacat fisik sedikit pun. Meski jarang terjadi, ada kalanya bayi yang lahir memiliki sedikit kekurangan. Contoh kasus yang banyak terjadi di Indonesia adalah cacat lahir karena mengidap cleft lip atau bibir sumbing.

Pada 2016, tercatat lebih dari 9.500 bayi mengidap bibir sumbing. Bukan tidak mungkin, jumlah pengidap kondisi tersebut akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Akibat penyakit ini, senyuman manis pada wajah bayi tidak dapat tercipta karena adanya celah di bagian bibir atas.

Cleft lip atau bibir sumbing terjadi karena jaringan yang membentuk bibir dan yang seharusnya terjadi pada trimester kehamilan tidak mengalami penyatuan. Akibatnya, saat lahir bayi akan memiliki celah di bagian bibir atas, yaitu antara hidung dan mulut. Kondisi bibir sumbing dapat terjadi pada dua bagian sekaligus, yakni cleft lip atau bagian bibir dan cleft palate atau langit-langit mulut.

Baca juga: Bahaya! Inilah Olahraga yang harus Dihindari Ibu Hamil

Meskipun dapat diatasi dengan operasi bedah, alangkah baiknya ibu hamil mengantisipasi kecacatan seperti bibir sumbing sebelum bayi lahir ke dunia. Nah, berikut ini adalah beberapa faktor penyebab bibir sumbing pada bayi:

1. Genetik

Faktor utama penyebab bibir sumbing pada bayi adalah faktor keturunan atau genetik yang didapat dari orangtuanya. Selain itu, gen dari nenek dan kakek juga bisa memicu kondisi semacam ini. Hingga kini tidak dapat dipastikan bahwa orangtua yang menderita bibir sumbing kelak pasti mempunyai keturunan dengan kondisi yang sama atau tidak. Oleh sebab itu, pencegahan dengan meningkatkan asupan asam folat dapat menekan risiko bayi mengalami bibir sumbing.

2. Kekurangan Asam Folat

Apabila ibu atau pasangan memiliki riwayat bibir sumbing, cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan asam folat yang tinggi. Kebutuhan asam folat yang tercukupi dengan baik akan mengantisipasi terjadinya kelainan pada bayi.

Pada fase awal kehamilan, asam folat berperan penting dalam proses pembentukan jaringan wajah dan sistem saraf otak. Proses ini terjadi pada trimester awal kehamilan, saat janin mengalami perkembangan secara signifikan. Sumber asam folat yang dapat ibu konsumsi rutin saat hamil adalah brokoli, kacang almond, hati sapi, jagung, bayam, alpukat, jeruk, stroberi, dan pisang.

3. Obesitas

Obesitas adalah hal yang dapat mengganggu kehamilan. Obesitas dapat menjadi penyebab sulit hamil dan juga menimbulkan risiko lebih tinggi dalam melahirkan bayi dengan bibir sumbing. Meski wajar untuk menambah berat badan saat hamil, sebaiknya tetap jangan berlebihan agar ibu tak sampai obesitas dan membahayakan tumbuh-kembang janin. Atur pola makan yang sehat dan barengi dengan olahraga agar tubuh selalu fit.

4. Efek Samping Obat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat hamil ibu tidak boleh sembarang mengonsumsi obat tanpa persetujuan dokter. Apabila hal ini dilanggar, risiko kehamilan yang membahayakan janin dapat terjadi. Salah satunya adalah bibir sumbing. Berikut ini daftar obat yang dilarang untuk dikonsumsi ibu selama hamil:

  • Isotretinoin.
  • Asetosal.
  • Aspirin (SCHARDEIN-1985).
  • Rifampisin.
  • Fenasetin.
  • Sulfonamid.
  • Aminoglikosida.
  • Indometasin.
  • Asam Flufetamat.
  • Ibuprofen.
  • Penisilamin.
  • Antihistamin.
  • Antineoplastik.
  • Kortikosteroid.

Baca juga: Stop Kebiasaan yang Membahayakan Kandungan

Sudah selayaknya saat hamil, ibu menjaga kesehatannya dan menghindari hal-hal negatif seperti mengonsumsi alkohol, merokok, dan segala hal yang menjadi penyebab bibir sumbing pada bayi. Pastikan juga agar nutrisi yang ibu konsumsi setiap hari selalu terpenuhi dengan baik. Jika ibu memiliki keluhan selama masa kehamilan, ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!