• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi Baru Lahir

Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Semua orangtua pasti mengharapkan agar buah hati lahir dalam kondisi sehat dan tidak memiliki cacat lahir sedikit pun. Namun, tetap saja ada kasus ketika bayi lahir dengan kondisi kecacatan fisik, meski terbilang jarang terjadi. Salah satunya yang sering ditemui di Indonesia adalah bibir sumbing atau cleft lip

Dikutip dari WebMD, bibir sumbing adalah malformasi wajah dan mulut yang terjadi pada periode awal kehamilan, ketika janin masih dalam tahap perkembangan awal pada rahim. Kecacatan ini terjadi karena tidak adanya cukup jaringan di daerah mulut atau bibir, dan jaringan yang ada tidak bisa bergabung dengan sempurna.

Baca juga: Bahaya! Inilah Olahraga yang harus Dihindari Ibu Hamil

 

Apa Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi?

Kondisi bibir sumbing menyebabkan bayi lahir dengan adanya celah pada bagian bibir atas, di antara hidung dan mulutnya. Cacat lahir ini bisa terjadi pada dua bagian sekaligus, yaitu pada bagian bibir dan langit-langit mulut. 

Meski belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seorang bayi baru lahir mengalami bibir sumbing, kondisi ini diyakini terjadi karena faktor berikut ini:

  1. Genetik

Faktor utama penyebab bibir sumbing pada bayi adalah faktor keturunan atau genetik yang didapat dari orangtuanya. Selain itu, gen dari nenek dan kakek juga bisa memicu kondisi semacam ini. Sayangnya, hingga kini masih belum bisa dipastikan bahwa orangtua yang mengidap bibir sumbing kelak pasti mempunyai keturunan dengan kondisi yang sama atau tidak. 

  1. Kekurangan Asam Folat

Studi yang dimuat dalam World Journal of Pharmaceutical and Medical Research menyatakan, status gizi memegang peranan penting terkait dengan bibir sumbing. Kurangnya asupan vitamin B6 atau asam folat menjadi salah satu penyebab terbesarnya, disusul dengan kurangnya asupan zinc selama kehamilan. Studi tersebut menyimpulkan bahwa ibu dengan asupan asam folat dan zinc yang kurang lebih berisiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing. 

Baca juga: 4 Alasan Ibu Hamil Enggak Boleh Kelamaan Berdiri

  1. Obesitas

Obesitas menjadi salah satu kondisi yang turut berdampak pada kehamilan. Tidak hanya membuat wanita sulit hamil, obesitas juga meningkatkan risiko terjadinya bibir sumbing pada bayi baru lahir. Memang, wajar adanya jika ibu hamil mengalami kenaikan berat badan. Meski begitu, tetap ada aturannya agar tumbuh kembang janin tetap optimal. Kuncinya, terapkan pola makan sehat dan barengi dengan olahraga.

  1. Efek Samping Obat

Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan jenis obat tertentu selama trimester awal atau tiga bulan pertama kehamilan meningkatkan risiko kelahiran bayi dengan bibir sumbing. Artinya, ibu tidak boleh asal mengonsumsi obat. Lebih baik jika ibu bertanya terlebih dahulu pada dokter untuk mengurangi dampak negatif terhadap janin di dalam kandungan.

Tidak sulit, kok, ibu bisa pakai aplikasi Halodoc dan chat langsung dengan dokter. Bahkan, kontrol kandungan di umah sakit terdekat sekarang juga lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho!

Baca juga: Stop Kebiasaan yang Membahayakan Kandungan

Sudah selayaknya saat hamil, ibu menjaga kesehatannya dan menghindari hal-hal negatif seperti mengonsumsi alkohol, merokok, dan semua hal yang bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Jangan lupa, penuhi juga asupan nutrisi janin selama dalam kandungan, ya, dengan mengonsumsi makanan bergizi yang memang diperlukan untuk menunjang tumbuh kembangnya. Yuk, jaga kesehatan sang buah hati sejak dalam kandungan!

 

Referensi: 

WebMD. Diakses pada 2020. Cleft Lip and Cleft Palate
World Journal of Pharmaceutical and Medical Research. 2018. Diakses pada 2020. Cleft Lift and Palate
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Facts about Cleft Lip and Cleft Palate