Bikin Iritasi, Ini 5 Penyebab Kelopak Mata Masuk ke Dalam

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bikin Iritasi, Ini 5 Penyebab Kelopak Mata Masuk ke Dalam

Halodoc, Jakarta - Bulu mata adalah bagian dari kelopak mata berupa helaian rambut-rambut halus. Fungsinya adalah sebagai pelindung mata dari debu, keringat, atau air yang menetes dari dahi. Normalnya, bulu mata tumbuh ke arah luar. Namun, pada pengidap entropion, kelopak mata terlipat ke dalam, sehingga bulu mata pun tumbuh ke arah dalam dan menusuk-nusuk bola mata. Kondisi ini menyebabkan munculnya iritasi, nyeri, dan rasa gatal pada mata. Jika tidak mendapatkan penanganan tepat, entropion dapat merusak kornea, dan menyebabkan kebutaan secara permanen.

Kondisi kelainan yang sangat mengganggu ini dapat terjadi akibat melemahnya otot pada kelopak mata, yang umumnya disebabkan oleh penuaan. Melemahnya otot-otot kelopak mata ini juga dapat disebabkan oleh:

  1. Cedera akibat zat kimia, kecelakaan lalu lintas, atau bekas operasi.

  2. Iritasi akibat mata kering atau peradangan.

  3. Kelainan genetik yang membuat perkembangan mata tidak normal, seperti tumbuhnya lipatan berlebih di kelopak mata.

  4. Infeksi virus, misalnya herpes zoster.

  5. Mengidap ocular cicatricial pemphigoid, yaitu penyakit autoimun pada mata, yang mengakibatkan peradangan pada mata.

Baca juga: Terdengar Sama, Apa Beda Entropion dan Ektropion?

Gejala yang Tak Boleh Diabaikan

Bulu mata yang terus-menerus menggores bola mata, dapat menimbulkan keluhan pada mata, seperti:

  • Mata merah.

  • Terasa seperti ada yang mengganjal di mata.

  • Mata berair atau belekan.

  • Mata terasa gatal.

  • Kulit kelopak mata mengeras

Pada beberapa kasus, pengidap bisa saja tidak merasakan gejala-gejala tersebut saat entropion masih di tahap awal. Sekalipun ada, keluhan hanya muncul di waktu-waktu tertentu. Bila kelopak mata sudah melipat ke arah dalam secara permanen, gejala akan terasa terus-menerus.

Melipatnya kelopak mata ke dalam dapat mencederai bola mata dan berpotensi menyebabkan kebutaan. Segera temui dokter jika gejala yang dirasakan berupa:

  • Mata terasa sakit.

  • Mata tiba-tiba merah.

  • Penglihatan menjadi kurang jelas.

  • Sensitif terhadap cahaya.

Baca juga: Pencegahan yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Risiko Mata Kering

Penanganan yang Dapat Dilakukan

Entropion dapat ditangani dengan operasi maupun tanpa operasi. Dokter mata akan menentukan metode penanganan yang tepat, berdasarkan penyebabnya.

1. Operasi

Penanganan dengan operasi bertujuan untuk mengembalikan kelopak mata ke posisi normal. Terdapat banyak jenis operasi yang dapat digunakan untuk menangani entropion. Berbeda penyebab, dapat berbeda pula jenis operasi yang dilakukan.

Sebagai contoh, apabila entropion yang dialami merupakan dampak dari penuaan, maka operasi yang dilakukan bertujuan untuk mengencangkan otot kelopak mata. Hal ini dapat dilakukan dengan mengangkat sedikit bagian kelopak mata yang melipat. Perlu diketahui bahwa operasi penanganan entropion akan menggunakan obat bius dalam prosesnya. Jika pengidap memiliki riwayat alergi terhadap obat bius, pastikan untuk memberi tahu dokter sebelum operasi.

Baca juga: Cara Mengobati Bulu Mata Masuk ke Dalam

2. Tanpa Operasi

Penanganan tanpa operasi dilakukan hanya untuk jangka pendek atau jika kondisi pengidap tidak memungkinkan untuk dioperasi. Tujuannya adalah untuk meredakan gejala dan mencegah kerusakan pada mata.

Beberapa penanganan yang dilakukan tanpa operasi, meliputi:

  • Menggunakan lensa kontak yang lembut, untuk melindungi kornea dari goresan bulu mata.

  • Pelumas mata, berupa salep atau obat tetes yang berfungsi meredakan rasa tidak nyaman.

  • Suntikan botox. Botox akan disuntikkan ke kelopak mata untuk melemahkan otot-otot tertentu, sehingga kelopak mata tidak terlipat ke dalam.

  • Plester khusus, yang ditempelkan untuk menahan kelopak mata agar tidak melipat ke dalam.

Itulah sedikit penjelasan tentang entropion. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!