Perlu Tahu, 5 Tanda Disfungsi Seksual pada Wanita

Perlu Tahu, 5 Tanda Disfungsi Seksual pada Wanita

Halodoc, Jakarta - Disfungsi seksual adalah masalah yang terjadi secara berulang terkait dengan respon seksual, entah itu orgasme atau munculnya rasa sakit yang membuat tertekan ketika berhubungan intim dengan pasangan. Kelainan ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, dan beberapa wanita mengalami kesulitan sepanjang hidup mereka. 

Masalahnya adalah respons seksual melibatkan interaksi yang kompleks antara fisiologi, emosi, pengalaman, kepercayaan, gaya hidup, dan hubungan dengan pasangan. Gangguan apa pun berpengaruh pada hasrat, gairah, atau kepuasan seksual, dan ini diatasi dengan lebih dari satu proses medis atau pendekatan psikologi. Ini masalah disfungsi seksual pada wanita yang sering terjadi:

Miss V Kering

Keringnya Miss V terjadi karena perubahan hormon yang muncul ketika menyusui atau masa menopause. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa menggunakan pelumas sebelum dan setelah melakukan hubungan intim. Pertimbangkan pula untuk menggunakan pelembap Miss V. jangan khawatir, pelembap dan pelumas ini bisa digunakan bersama-sama. Jika dibutuhkan, kamu bisa menggunakan pil oral non-estrogen untuk mengurangi kering dan rasa sakit terkait dengan menopause. Namun, pastikan sesuai dengan saran dokter ya. 

Baca juga: Miss V Menghitam dan Gatal, Ternyata Ini Penyebabnya

Hasrat Rendah

Disfungsi seksual berikutnya adalah rendahnya hasrat seksual atau libido. Kondisi ini terjadi pada tahun-tahun menjelang menopause. Libido rendah bisa terjadi karena berbagai hal, seperti masalah medis (diabetes, tekanan darah rendah), dan masalah psikologis seperti depresi. Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan bisa mematikan libido, sama halnya dengan penggunaan kontrasepsi hormonal. 

Sayangnya, belum ada solusi yang tepat cara meningkatkan libido. Jadi, langsung membicarakannya dengan dokter adalah cara paling baik yang bisa dilakukan. Apabila penyebabnya adalah emosional atau unsur psikologis, terapis bisa membantu menemukan solusinya. 

Baca juga: Jangan Ditahan, Libido Bisa Pengaruhi Kesehatan Reproduksi

Hubungan Intim yang Menyakitkan

Nyeri ketika berhubungan intim bisa terjadi karena Miss V kering. Namun, bisa juga terjadi karena masalah medis, seperti mengidap penyakit kista ovarium atau endometriosis. Seks yang menyakitkan juga dikaitkan dengan vaginismus, kondisi ketika Miss V mengencang tanpa sadar ketika penetrasi. Jika memang terjadi demikian, kamu perlu mengatasi masalah medis yang menjadi penyebabnya. 

Masalah Gairah

Ketidakmampuan seorang wanita untuk terangsang terjadi karena berbagai sebab, seperti kecemasan atau stimulus yang tidak memadai. Jika kamu merasakan sakit ketika berhubungan intim, peningkatan gairah bisa jadi lebih sulit dilakukan. Perubahan hormon karena menopause atau masalah seksual pasangan, seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini juga membuat suasana hati lebih mudah berubah. 

Baca juga: Pasangan Kehilangan Gairah Seks, Apa Solusinya?

Sulit Orgasme

Sulit orgasme lebih sering terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause. Selain dari perubahan hormon, ketidakmampuan untuk mencapai orgasme bisa jadi karena masalah kecemasan, pemanasan yang kurang memadai, penyakit kronis, dan obat-obatan tertentu. Jika demikian, kamu hanya perlu lebih relaks, ungkapkan apa yang kamu pikirkan secara jujur kepada pasangan, supaya kamu tidak didera kecemasan berlebihan. 

Itu tadi lima masalah disfungsi seksual yang sering terjadi pada wanita. Apa pun yang kamu alami, selalu bicarakan dengan pasangan secara lebih terbuka. Jika kamu membutuhkan nasihat medis, kamu bisa langsung bertanya pada dokter. Lebih mudah lagi jika kamu pakai aplikasi Halodoc. Caranya mudah, download saja aplikasi Halodoc di ponsel kamu.