• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Disfungsi Seksual

Disfungsi Seksual

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
disfungsi seksual

Pengertian Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual adalah gangguan yang menyebabkan adanya penurunan hasrat seksual atau adanya hambatan dalam menikmati aktivitas seksual. Masalah ini terkadang disebut juga dengan gangguan seksual. Masalah seksual ini dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan, serta bisa terjadi kapan saja, dan risikonya meningkat berdasarkan usia.

Ada beberapa jenis gangguan yang termasuk disfungsi seksual, seperti:

  • Gangguan hasrat seksual hipoaktif.
  • Disfungsi ereksi.
  • Gangguan orgasme.
  • Vulvodynia.
  • Gangguan gairah.
  • Ejakulasi dini.

Siklus respons seksual seharusnya mencakup kegembiraan, orgasme, dan resolusi. Untuk fase kegembiraan dari respons seksual berupa hasrat dan gairah. Disfungsi seksual adalah masalah yang biasa terjadi, tetapi tidak banyak orang yang suka membicarakannya. Jika mengalami masalah ini, ada baiknya memang langsung menemui ahlinya agar segera diatasi.

Gejala Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk bergantung pada tipe dan penyebab dari masalah tersebut. Gejala dan tanda terjadinya disfungsi seksual yang terjadi pada pria maupun wanita, meliputi:

  • Berkurangnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual.
  • Kesulitan untuk membangkitkan gairah seksual atau terangsang.
  • Terasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual.

Lalu, gejala yang khusus pada pria adalah:

  • Ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi selama melakukan hubungan seksual.
  • Tidak ada atau tertundanya ejakulasi meskipun rangsangan seksual cukup.
  • Ketidakmampuan untuk mengontrol waktu ejakulasi.

Untuk gejala pada wanita, yaitu:

  • Ketidakmampuan untuk mencapai orgasme.
  • Pelumasan pada Miss V yang tidak memadai sebelum dan selama berhubungan seksual.
  • Ketidakmampuan untuk mengendurkan otot-otot Miss V agar bisa berhubungan seksual.

 

Penyebab Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual sering disebabkan oleh stres fisik maupun psikis yang dialami oleh seseorang. Penyebabnya bisa saja lebih dari satu faktor. Beberapa penyebab lain yang dapat mendasari terjadinya gangguan disfungsi seksual meliputi:

  • Stres.
  • Perasaan takut atau cemas tentang seks.
  • Pengaruh kadar hormon.
  • Masalah kesehatan mental (seperti depresi).
  • Kekerasan seksual atau trauma di masa lalu.
  • Alami masalah dalam hubungan.
  • Konsumsi obat-obatan dan perawatan tertentu.
  • Menopause.
  • Sedang dalam kehamilan, persalinan, atau menyusui baru-baru ini.
  • Alami masalah medis seperti kanker, diabetes, masalah jantung, multiple sclerosis, atau masalah kandung kemih.

 

Faktor Risiko Disfungsi Seksual

Selain penyebabnya, kamu juga perlu tahu beberapa faktor risiko dari masalah ini. Jika kamu memiliki beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risikonya, ada baiknya dikurangi atau dihentikan. Beberapa risiko tersebut, antara lain:

  • Merokok.
  • Berat badan berlebihan.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Konsumsi narkotika.
  • Gaya hidup dan pola diet yang tidak sehat, konsumsi diet tinggi lemak dapat menyebabkan peningkatan risiko disfungsi seksual.

 

Diagnosis 

Menegakkan diagnosis disfungsi seksual sering tidak memerlukan pemeriksaan khusus. Gejala disfungsi seksual dapat didiagnosis berdasarkan riwayat yang dimiliki pengidap. Riwayat ini termasuk riwayat dan perilaku seksual terhadap pasangan. Tes diagnostik mampu menyingkirkan masalah medis yang berkontribusi terhadap disfungsi ini.

Dokter juga dapat menggali lebih lanjut gangguan lain yang mendasari disfungsi seksual. Gangguan tersebut termasuk kecemasan, depresi, gangguan tidur, dan gangguan kejiwaan lainnya yang mempengaruhi aktivitas seksual. Setelah dokter paham tentang segala penyebab dasar dari masalah ini, pengobatan yang tepat baru bisa direkomendasikan.

Pencegahan 

Beberapa tipe disfungsi seksual dengan penyebab yang spesifik tidak dapat dicegah. Namun, beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah faktor-faktor yang mempengaruhi disfungsi seksual, yaitu:

  • Stop merokok.
  • Olahraga setiap hari, minimal 15 menit setiap hari.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Diet gizi seimbang.
  • Membatasi konsumsi alkohol, maksimal dua gelas per hari.
  • Kontrol teratur terhadap penyakit-penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan darah tinggi.

 

Pengobatan 

Pengobatan disfungsi seksual bergantung pada kondisi yang mendasari dari gangguan tersebut. Sebagian besar jenis penyebab masalah ini bisa diatasi dengan mengobati masalah fisik atau psikologis. Beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Pengobatan berupa suntikan hormon, pil, atau krim.
  • Alat bantu mekanis, seperti alat vakum dan implan penis pada pria, serta dilator dan vibrator pada wanita.
  • Terapis seks.
  • Penanganan perilaku menyimpang.
  • Psikoterapi.
  • Pendidikan tentang seks. 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika disfungsi seksual muncul setiap saat dan kedua pasangan menjadi cemas akan keadaan masing-masing, maka periksakan keadaan tersebut bersama pasangan ke dokter. Masalah dapat terus berkembang jika tidak segera dibicarakan atau mendapatkan penanganan dari ahlinya. Dokter melakukan pemeriksaan dan merencanakan pengobatan untuk mengatasi gangguan tersebut.

Kamu dan pasangan juga bisa melakukan pemeriksaan dengan memesannya melalui aplikasi Halodoc. Untuk mendapatkan kemudahan ini, download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan. Setelah itu, tentukan sendiri rumah sakit yang diinginkan beserta jamnya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. What Is Sexual Dysfunction?
Planned Parenthood. Diakses pada 2022. Sexual Dysfunction.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Sexual Dysfunction.

Diperbarui pada 16 Maret 2022