5 Tindakan untuk Mencegah Infeksi Luka Operasi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
5 Tindakan untuk Mencegah Infeksi Luka Operasi

Halodoc, Jakarta – Bagi kamu yang baru saja menjalani tindakan operasi, sebaiknya jaga dan rawat luka setelah operasi dengan baik. Luka operasi dapat mengalami infeksi ketika tidak menjaga kebersihan luka operasi dengan baik.

Baca juga: Kenali 3 Tempat yang Bisa Terjadi Infeksi Luka Operasi

Dokter akan membuat sayatan dalam tindakan operasi. Biasanya, luka sayatan bekas operasi dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, luka operasi yang terpapar bakteri dapat menyebabkan infeksi pada luka bekas operasi.

Ketahui Penyebab dan Gejala dari Infeksi Luka Operasi

Meskipun operasi telah dijalani sesuai dengan prosedur, infeksi pada luka bekas operasi mungkin terjadi. Sebagian besar infeksi pada luka operasi muncul beberapa hari atau satu bulan setelah tindakan operasi dilakukan. 

Infeksi luka operasi disebabkan oleh paparan bakteri misalnya bakteri Staphylococcus, bakteri Streptococcus, dan bakteri Pseudomonas. Ada beberapa lokasi yang kemungkinan terpapar bakteri penyebab infeksi, seperti infeksi yang terjadi pada area sayatan kulit, infeksi yang terjadi pada bagian otot ataupun pada rongga maupun organ yang menjadi lokasi tindakan pembedahan.

Bakteri terpapar luka bekas operasi melalui berbagai cara, seperti:

  1. Interaksi kuman yang ada pada kulit dengan luka operasi pada tubuh;

  2. Interaksi kuman yang tersebar melalui udara;

  3. Interaksi kuman yang bersarang dalam tubuh dengan luka operasi;

  4. Paparan bakteri melalui tangan tim medis dalam tindakan operasi;

  5. Penggunaan alat-alat operasi yang tidak steril meningkatkan risiko infeksi luka operasi.

Ketahui gejala yang menjadi tanda adanya infeksi luka pada bagian kulit bekas operasi, seperti muncul ruam kemerahan pada area tubuh yang menjadi lokasi pembedahan, demam yang disertai luka bekas operasi terasa panas dan perih. 

Tidak hanya itu, infeksi luka operasi bisa ditandai dengan kondisi luka yang mengalami pembengkakan. Keluarnya nanah dan luka mengeluarkan bau yang tidak sedap bisa menjadi tanda bahwa luka bekas operasi mengalami infeksi.

Baca juga: Bahayakah Infeksi Bekas Luka Operasi?

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Luka Operasi

Ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan ketika kamu mengalami gejala infeksi luka operasi, seperti memerhatikan gejala dan melakukan pemeriksaan terhadap luka. Ketika dipastikan adanya infeksi pada luka operasi, tentu pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik dan tindakan operasi invasive untuk membersihkan luka yang terinfeksi.

Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi ketika tidak diatasi dengan baik, seperti penyebaran infeksi ke aliran darah, tetanus atau kerusakan kulit yang menyebar. Tidak ada salahnya untuk segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk ketika kamu mengalami beberapa gejala infeksi luka operasi. Sebaiknya lakukan pencegahan berikut agar kamu terhindar dari kondisi infeksi luka operasi:

  1. Pastikan tubuh kamu dalam keadaan bersih ketika kamu melakukan tindakan operasi.

  2. Hindari memakai pakaian maupun aksesori apa pun ketika akan melakukan tindakan operasi.

  3. Setelah tindakan operasi, pastikan luka tertutup dalam keadaan kering dan bersih. Kegiatan mandi dilakukan sebelum operasi dan beberapa hari setelah tindakan operasi.

  4. Sebaiknya minum antibiotik profilaksis terlebih dulu sebelum operasi.

  5. Hindari terlalu sering menyentuh area tubuh yang menjadi lokasi tindakan operasi.

  6. Hindari menggaruk area tubuh yang menjadi lokasi tindakan operasi ketika gatal. Sebaiknya diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc jika mengalami kondisi yang tidak biasa, seperti gatal, panas atau mengeluarkan nanah.

Baca juga: Faktor Risiko Infeksi Luka Operasi yang Perlu Diketahui

Tim medis juga turut menjaga kondisi kesehatan pasien dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan agar pasien terhindar dari infeksi luka operasi. Tidak ada salahnya untuk selalu mencuci tangan ketika akan melakukan tindakan pada pasien yang mendapatkan tindakan operasi.

Referensi:
CDC (2019). Safe Surgery
CDC (2019). Frequently Ask Questions