5 Tips Agar Anak Enggak Gampang Tertular Flu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5-tips-agar-anak-enggak-gampang-tertular-flu-halodoc

Halodoc, Jakarta - Flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Ketika seseorang mengidap flu, virus influenza menyebar ke udara melalui percikan air ludah (droplet) saat batuk, bersin, atau berbicara.

Virus juga bisa menyebar ketika seseorang menyentuh hidung, mulut, atau menggosok matanya setelah memegang permukaan benda yang telah terkontaminasi virus. Di antara semua kelompok usia, anak-anak termasuk yang paling rentan terserang virus influenza.

Baca Juga: Sering Tertukar, Inilah Bedanya Pilek dan Flu

Ketika seorang anak terinfeksi virus influenza, ia mengalami demam mendadak (lebih dari 38 derajat Celcius), menggigil, sakit kepala, nyeri tubuh, kelelahan, sakit tenggorokan, batuk kering, dan sesak napas. Sebagian anak mengalami muntah dan diare yang rentan menyebabkan dehidrasi. Flu pada anak dapat sembuh dalam waktu seminggu atau dua minggu tanpa adanya masalah kesehatan lain.


Mencegah Anak Tertular Flu

Mengingat virus flu bisa menyebar dengan mudah, ibu perlu mencari cara agar Si Kecil tidak mudah tertular. Berikut ini tips mencegah penularan virus influenza pada anak:

1. Jelaskan tentang Penularan Penyakit

Si Kecil mungkin belum mengetahui jika virus dan bakteri penyebab penyakit bisa menular dengan mudahnya. Itu mengapa ibu perlu mengenalkan Si Kecil tentang virus dan bakteri, termasuk cara penularannya.

Beritahu Si Kecil bahwa virus dan bakteri ada di mana-mana, tapi tidak terlihat mata. Sebagian bakteri baik dan sebagian lainnya jahat, sehingga Si Kecil tidak boleh sembarangan menyentuh area wajah.

2. Vaksin Influenza

Vaksin influenza merupakan perlindungan terbaik untuk mencegah penularan flu. Vaksin ini mulai diberikan pada bayi sejak usia enam bulan ke atas. Sedangkan untuk bayi berusia kurang dari enam bulan, jauhkan ia dari pengidap flu karena belum bisa menerima vaksin. Vaksinasi influenza sebaiknya dilakukan tiap tahun, terutama bagi anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun, lansia, wanita hamil, pengidap penyakit kronis, dan pekerja medis.

Vaksin influenza bisa menimbulkan efek samping. Di antaranya meliputi demam, sulit bernapas, suara serak, bengkak di sekitar mata atau bibir, kelelahan, pusing, wajah pucat, jantung berdebar, hidung meler, sakit otot, muntah, sakit tenggorokan, kemerahan di area yang disuntik, hingga kehilangan kesadaran. Jika Si Kecil mengalami beberapa efek samping tersebut, segara bicara dengan dokter untuk mendapat penanganan lanjutan.

3. Ajari Kebiasaan Cuci Tangan

Flu bisa menular lewat tangan setelah menyentuh benda yang terpapar virus. Maka itu, ibu perlu mengajari Si Kecil cara mencuci tangan pakai sabun, terutama sebelum menyentuh area wajah dan sebelum makan. Bila perlu, ibu membawa hand sanitizer saat bepergian untuk menjaga kebersihan tangan Si Kecil.

Baca Juga: Penting untuk Kesehatan, Inilah Cara Mencuci Tangan yang Benar

4. Batasi Benda yang Boleh Dipakai Bersama

Mainan bisa Si Kecil gunakan bersama dengan teman-temannya. Namun, beritahu ia bahwa ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dibagi karena berpotensi menularkan virus dan bakteri, seperti berbagi sedotan, sendok, dan garpu.

5. Pastikan Si Kecil Tidur Cukup

Tidur cukup membantu meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil, sehingga meminimalkan risiko tertular virus influenza. Umumnya, anak-anak membutuhkan waktu tidur sekitar 10-13 jam sehari, termasuk tidur siang dan tidur malam.

Baca Juga: Lagi Musim, Ini Alasan Vaksin Influenza Penting

Itulah tips agar anak enggak gampang tertular flu. Kalau Si Kecil telanjur mengalami flu yang disertai batuk berdahak, ibu bisa memberikannya bodrexin Flu & Batuk PE. Sedangkan jika flu disertai batuk tidak berdahak, berikan Si Kecil bodrexin Flu & Batuk Tidak Berdahak PE. Obat ini mengandung Phenylephrine (PE) yang aman bagi lambung anak-anak. Gunakan obat sesuai dosis yang dianjurkan, tertera pada kemasan produk.

Jika ada pertanyaan lain seputar flu pada anak, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Ibu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!