08 February 2018

5 Tips bagi Orangtua saat Anak jadi Korban Bullying

5 Tips bagi Orangtua saat Anak jadi Korban Bullying

Halodoc, Jakarta – Setiap orangtua menyekolahkan anaknya untuk tujuan yang baik dan berharap Si Kecil bisa belajar dengan aman. Namun, orang tua tidak berada bersama Si Kecil selama 24 jam, sehingga kadang ada hal-hal negatif yang terjadi pada Si Kecil tanpa sepengetahuan orangtua. Salah satu tindakan buruk yang sedang marak terjadi di sekolah adalah bullying. Lalu apa yang bisa orangtua lakukan jika anak menjadi korban bullying?

Bullying pada dasarnya merupakan perilaku agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh pelaku yang memiliki kekuatan yang lebih besar daripada korban. Perilaku bullying bisa berupa tindakan fisik maupun verbal yang dilakukan secara berulang-ulang. D’Arcy Lyness, PhD, seorang psikolog dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa anak pelaku bully biasanya akan memilih anak lain yang secara fisik atau mental lebih lemah daripadanya atau anak yang berpenampilan berbeda dengannya. Hal ini bisa menyebabkan anak yang menjadi korbannya tersakiti baik secara fisik maupun mental, dan bisa mengalami trauma berkepanjangan. Karena itu, peran orangtua sangat diperlukan untuk menenangkan dan menghibur anak agar ia bisa bangkit dari ketakutan dan traumanya. Berikut tips-tips yang bisa orangtua lakukan jika anaknya menjadi korban bullying:

  1. Jeli Melihat Tanda-tandanya

Tidak semua anak akan langsung melaporkan kepada orangtua bahwa dirinya di-bully. Sebagian anak lebih memilih diam dan menutup diri. Karena itu, orangtua perlu jeli melihat tanda-tanda bullying pada anak, misalnya seperti baju seragam yang robek, anak terlihat murung, nafsu makannya menurun, dan bahkan sangat ketakutan jika disuruh pergi ke sekolah. Jika benar bahwa anak telah di-bully, dengan pelan-pelan minta ia agar mau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Ibu dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi situasi tersebut, tapi hindari mendorong anak membalas pelaku bully.

  1. Beri Tahu Pihak Sekolah

Jika anak di-bully di sekolah, segera bicarakan masalah ini dengan pihak sekolah seperti guru atau kepala sekolah untuk sama-sama mencari solusinya. Sebagian besar kasus bullying tidak diketahui oleh pihak sekolah karena anak-anak pelaku bully baru akan mulai beraksi saat tidak ada guru di sekitarnya.

  1. Ajari Anak Menghadapi Pelaku Bully

Beritahu anak bagaimana harus bersikap di depan pelaku bully. Si Kecil tidak boleh malu, minder, ataupun takut saat berhadapan dengan anak-anak nakal pelaku bully. Tapi sebaliknya, mereka harus dengan tegas dan berani berkata kepada pelaku “berhenti mengejekku”, “diam”, dan “hentikan”. Karena menurut seorang peneliti dalam bidang perilaku manusia dari Amerika Serikat, Dr John Demartini, para pelaku bullying tidak akan menyerang anak yang bisa memberikan perlawanan balik.

  1. Pantau Terus Keadaan Anak

Orangtua sebaiknya tetap mendorong anak untuk pergi ke sekolah setiap hari setelah mengetahui masalah bullying yang menimpa anak. Tapi, pantau terus keadaan anak dengan aktif bertanya kepada anak, seperti “Bagaimana hari ini?”, “Apakah anak itu masih melakukan bully?”, “Lalu apa yang kamu lakukan saat mereka melakukan itu?”, dan lain-lain. Minta juga bantuan kepada guru wali untuk secara khusus memerhatikan anak di sekolah. Selain itu, orangtua juga diharapkan dapat terus memberikan dukungan positif kepada anak dengan memberikan kata-kata penyemangat dan selalu ada untuk menghiburnya.

  1. Pindah Sekolah

Jika masalah bullying terus berlanjut dan kondisi anak semakin parah, maka ibu bisa memikirkan untuk memindahkan sekolahnya ke tempat lain atau belajar di rumah (home schooling) untuk sementara waktu. Untuk menyembuhkan trauma anak akibat bullying, anak bisa diajak untuk menemui psikolog untuk mendapatkan terapi yang diperlukannya.

Itulah tips-tips bagi orangtua untuk menyikapi anak yang menjadi korban bullying. Jika Si Kecil sakit atau mengalami masalah kesehatan tertentu, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Bicarakan masalah kesehatan yang dialami Si Kecil dan minta saran kesehatan kepada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat praktis, tinggal order lewat aplikasi dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Ingin melakukan tes kesehatan? Halodoc kini mempunyai fitur Lab Test yang memudahkan ibu melakukan berbagai macam tes kesehatan. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play