Trauma Akibat Orangtua Bisa Picu Kepribadian Ganda pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Trauma Akibat Orangtua Bisa Picu Kepribadian Ganda pada Anak

Halodoc, Jakarta – Anak-anak yang tengah berkembang rentan mengalami gangguan, salah satunya adalah gangguan kepribadian. Karena beberapa alasan, ada risiko anak tumbuh dengan memiliki gangguan kepribadian ganda. Apa itu dan mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Kepribadian ganda alias gangguan identitas disosiatif merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah kejadian traumatis yang dialami pada masa kecil, dan ternyata trauma akibat orangtua atau kesalahan pada pola asuh menjadi salah satu penyebabnya. 

Baca juga: 5 Kasus Kepribadian Ganda Paling Terkenal di Dunia

Bentuk trauma yang bisa menyebabkan seorang anak tumbuh dengan kepribadian ganda adalah kekerasan fisik atau emosional yang terjadi secara berulang-ulang. Meski begitu, penyebab pasti dari kepribadian ganda sebenarnya masih belum diketahui. Kebanyakan pengidap gangguan ini disebut memiliki latar belakang atau tumbuh dengan pengalami berupa penganiayaan, pelecehan fisik, dan kekerasan secara emosional yang terjadi secara berulang dalam jangka waktu panjang. 

Pola asuh orangtua ternyata juga berpengaruh dalam hal ini. Cara mendidik yang sering membuat anak merasa ketakutan atau trauma bisa menyebabkan Si Kecil mengembangkan kepribadian ganda. Pada beberapa penelitian, kepribadian ganda juga disebut lebih berisiko terjadi pada anak yang memiliki riwayat masalah yang sama di dalam keluarga. 

Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendiagnosis kelainan ini. Pasalnya, gejala atau tanda-tanda penyakit ini bisa saja mirip dengan penyakit mental lainnya. Pada beberapa kasus, pengidap kepribadian ganda biasanya juga akan mengalami gangguan mental lain, misalnya depresi atau gangguan cemas. Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya dua atau lebih kepribadian yang akan bertolak belakang antara satu kepribadian dengan yang lainnya. 

Orang yang mengidap gangguan ini biasanya memiliki kepribadian yang mudah marah, sedih, depresi, dan mudah merasa bersalah. Namun pada waktu yang sama, kepribadian lain bisa mengambil alih dan membuat orang tersebut menampilkan kepribadian bertolak belakang dengan yang sebelumnya. Dalam istilah psikologi, kepribadian lain tersebut dinamakan alter ego. 

Baca juga: 5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari

Umumnya, alter ego akan muncul pada situasi tertentu, dan lebih sering muncul saat dipicu stres karena kondisi sosial. Saat alter ego mengambil alih, orang dengan kepribadian ganda bisa menjadi orang yang benar-benar berbeda dan seolah memiliki riwayat kehidupan berbeda. Orang dengan kondisi ini sering meyakini bahwa dirinya memiliki nama, usia, jenis kelamin, pendidikan, dan suasana hati yang berbeda dengan kondisi aslinya. 

Sering Disamakan dengan Skizofrenia 

Banyak orang yang suka salah membedakan antara kepribadian ganda dan skizofrenia. Orang yang mengidap skizofrenia sering dianggap mengalami kepribadian ganda, padahal kedua hal ini sama sekali berbeda. Pada skizofrenia, gejala-gejala yang muncul umumnya hanya bersifat sementara dan merupakan gejala memburuknya kondisi tubuh. 

Skizofrenia sering ditandai dengan melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata alias halusinasi. Selain itu, penyakit ini juga membuat pengidapnya meyakini hal tidak nyata. Orang dengan skizofrenia tidak memiliki beragam kepribadian. Meski begitu, biak kepribadian ganda maupun skizofrenia adalah kondisi yang harus diwaspadai karena bisa menyebabkan pengidapnya melakukan tindakan bunuh diri. 

Baca juga: Apakah Olahraga Dapat Meminimalisir Gangguan Kepribadian?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!