• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Gagap Jadi Korban Bully, Ini yang Harus Dilakukan

Anak Gagap Jadi Korban Bully, Ini yang Harus Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anak Gagap Jadi Korban Bully, Ini yang Harus Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Bullying alias perundungan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hal ini. Anak gagap mungkin menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami perundungan. Sebab, kondisi ini membuat Si Kecil terlihat “berbeda” dari teman-temannya, sehingga risiko bullying pun menjadi lebih besar. 

Anak gagap adalah anak yang mengalami kesulitan berbicara dengan lancar. Gagap pada anak di dunia kedokteran disebut dengan istilah disfluensi berbahasa. Seorang anak yang mengidap gagap umumnya akan mengulang awalan kata yang akan diungkapkan. Gagap juga dapat terjadi ketika seorang anak menggerakkan mulutnya, tetapi suara tidak keluar dari mulutnya.

Baca juga: Anak Gagap, Butuhkah Bantuan Psikolog?

Anak Gagap dan Bullying 

Anak gagap tidak hanya kesulitan berbicara lancar, tetapi juga kerap mengeluarkan suara-suara pendek ketika berpikir, mengedipkan mata saat berbicara gagap, mengepalkan tangan, dan meringis. Gagap terjadi pada seorang anak bisa tanpa alasan yang pasti, tetapi kondisi ini juga bisa muncul karena ada gangguan pada otak, saraf, atau otot yang terlibat dalam kemampuan bicara. 

Kondisi ini tidak boleh diabaikan dan anak gagap sebaiknya mendapatkan perawatan yang tepat. Jika dibiarkan, gagap bisa memburuk dan berdampak pada hilangnya kepercayaan diri dan membuat anak kesulitan menjalin hubungan sosial. Pada anak pengidap gagap, proses bahasa di otaknya mengalami keterlambatan pengiriman saat ke otot, sehingga menyebabkan terhambatnya bicara.

Baca juga: Inilah 5 Penyebab Gagap

Anak gagap sering menjadi sasaran bullying. Hal tersebut karena orang sekitar menganggap bahwa ia tidak sama dengan anak normal lainnya, sehingga mungkin diperlakukan dengan cara berbeda. 

Ciri-ciri anak gagap yang terkena bullying di sekolahnya, yaitu:

  • Enggan masuk sekolah.
  • Nafsu makan yang mengalami penurunan.
  • Anak lebih takut ketika bertemu orang asing dibandingkan sebelumnya.
  • Kesulitan tidur saat malam hari.
  • Terdapat luka di badan anak.

Baca juga: Penyebab Gagap pada Usia Anak Sekolah

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Anak Gagap Mengalami Bullying 

Pada anak yang mengalami bullying karena gagap, peran orangtua sangatlah penting. Orangtua harus melihat gejala-gejala apakah anak ibu mengalami bullying di sekolah atau tidak. Orangtua harus selalu mendampingi anak dan harus selalu berada di sampingnya, karena ia butuh seseorang untuk menguatkan dirinya.

Beberapa cara yang dapat ibu lakukan untuk meminimalisir dampak bullying pada anak, yaitu:

  • Bicara dari Hati ke Hati dengan Anak

Hal yang dapat ibu lakukan ketika anak ibu sedih akibat bullying adalah berbicara berdua dari hati ke hati. Buatlah suasana hati anak kembali bahagia dan nyaman terlebih dahulu. Setelah itu, coba gali secara perlahan apakah ia mengalami bullying di sekolah. Ibu dan ayah harus sabar, karena biasanya anak tidak langsung berkata jujur tentang apa yang terjadi dan dirasakannya.

  • Bicara dengan Guru atau Pihak Berwenang di Sekolah

Hal lainnya yang dapat ibu dan ayah lakukan apabila Si Kecil tidak ingin ke sekolah akibat bullying adalah mencoba berbicara dengan guru atau seseorang yang dapat menyelesaikan masalah tersebut di sekolah. Walau begitu, ibu dan ayah harus tetap tenang ketika berbicara dengan guru di sekolah dan mencari jalan keluar terbaik. Karena, jika semua didiskusikan dengan baik, akan berdampak baik juga pada Si Kecil.

  • Ajak Anak Bergaul dengan Teman Sebayanya

Ibu dan ayah juga dapat mengajak anak untuk bergaul dengan teman sebayanya, mungkin dengan anak tetangga sekaligus silaturahmi dengan orangtuanya. Anak mungkin saja mengalami bullying dikarenakan sulit untuk bergaul dengan teman-temannya. Hal tersebut dapat menyebabkan anak menjadi seseorang yang tertutup dan menghindari keramaian. Maka dari itu, cobalah carikan teman untuknya dan dampingi dia, agar ibu dan ayah tahu bagaimana cara ia berkomunikasi dengan teman-temannya dan mengajarkannya.

Itulah beberapa cara yang dapat ibu dan ayah lakukan jika anak ibu mengalami bullying karena gagap yang dialaminya. Jika ibu dan ayah mempunyai pertanyaan perihal perkembangan anak, dokter dari Halodoc siap membantu. Download Halodoc untuk mulai berbicara pada dokter melalui Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Stuttering.
Healthline. Diakses pada 2021. Stuttering.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Bullying: Help your child handle a bully.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Warning signs of bullying.