Hati-Hati, Gegar Otak Ringan Bisa Sebabkan Kondisi Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hati-Hati, Gegar Otak Ringan Bisa Sebabkan 10 Kondisi Ini

Halodoc, Jakarta - Benturan pada kepala enggak boleh dianggap remeh, apalagi bila terbilang keras. Benturan ini memicu cedera pada kepala, bahkan mungkin gegar otak. Gegar otak masuk dalam tipe cedera otak yang ringan dibandingkan tipe cedera otak lainnya. Namun, jangan sekali-kali mengabaikan kondisi ini karena gegar otak menimbulkan perubahan kimiawi di dalam otak.

Pada beberapa kasus bisa merusak sel-sel otak. Seram, kan? Nah, gegar otak terdiri dari beberapa jenis, ringan, sedang, dan berat. Penyebabnya beragam, mulai dari benturan keras pada kepala, terjatuh, sedang berolahraga, atau kecelakaan lalu lintas. Pertanyaannya, apa efek gegar otak ringan pada pengidapnya?

Baca juga: Risiko Fatal di Balik Cedera Kepala

Gangguan Keseimbangan Hingga Gangguan Tidur

Secara umum gegar otak bisa menyebabkan masalah pada memori, konsentrasi, keseimbangan, dan koordinasi. Saat itu, tubuh dapat menimbulkan reaksi seperti lupa ingatan, demam, aktivitas otak yang menurun, serta mual dan muntah.

Lalu, bagaimana dengan dampak gegar otak ringan?

1. Kehilangan Keseimbangan

Salah satu dampak gegar otak ringan contohnya kehilangan keseimbangan. Hal tersebut diakibatkan oleh salah satu bagian otak yang cedera. Umumnya, kehilangan keseimbangan terjadi karena benturan di otak bagian belakang, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan pada tubuh. Jika ini terjadi, pengidapnya mungkin akan merasa mual dan pusing.

  1. Sakit Kepala

Dampak gegar otak ringan juga bisa menyebabkan kepala terasa sakit seperti migrain dan terus berulang. Hal ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat untuk menghilangkan rasa nyeri tersebut. Jika tidak mendapat pengobatan, rasa migrain tersebut akan lebih sering terjadi.

3. Perdarahan pada Otak

Dalam beberapa kasus, dampak gegar otak dalam jangka panjang bisa memicu terjadinya perdarahan otak. Awas, perdarahan pada otak sangat berbahaya karena dapat membuat pengidapnya mengalami stroke.

Masih banyak dampak gegar otak ringan lainnya. Berikut penjelasan lengkap seperti dalam National Institutes of Health (NIH) - MedlinePlus, yaitu:

- Membuat pengidapnya bertingkah agak bingung, tidak bisa berkonsentrasi, atau tidak dapat berpikir jernih;

- Membuat mengantuk atau sulit bangun;

- Bisa menyebabkan hilangnya kesadaran untuk periode waktu yang cukup singkat;

- Menyebabkan hilangnya ingatan (amnesia) dari peristiwa sebelum cedera atau setelahnya;

- Mual dan muntah;

- Membuat pengidapnya seperti merasa "kehilangan waktu";

- Menyebabkan kelainan atau gangguan tidur.

Baca juga: Cedera Kepala yang Bisa Sebabkan Amnesia

Gegar otak ringan mungkin tidak berbahaya, tapi bila gejala semakin berkembang atau parah lain lagi ceritanya. Nah, segeralah cari pertolongan medis bila mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Perubahan tingkat kewaspadaan dan kesadaran;

  • Kebingungan yang tidak kunjung hilang;

  • Kejang;

  • Kelemahan otot pada satu atau kedua sisi tubuh;

  • Ukuran pupil yang berbeda dari biasanya;

  • Gerakan mata yang tidak biasa atau abnormal;

  • Muntah berulang-ulang;

  • Kehilangan kesadaran dalam jangka waktu yang lebih lama atau yang berlanjut (koma). 

Cedera kepala yang menyebabkan gegar otak, sering dibarengi dengan cedera pada leher dan tulang belakang. Untuk itu, berhati-hatilah saat memindahkan orang yang mengalami cedera kepala.

Baca juga: Waspadai Vertigo Karena Trauma Kepala Ringan

Temui Dokter dan Awasi Aktivitasnya

Cedera kepala ringan umumnya tidak memerlukan perawatan. Namun, jangan abaikan karena gejala cedera kepala atau gegar otak ringan bisa muncul kapan saja setelah kepala mengalami trauma.

Andaikan gegar otak ringan tidak kunjung membaik, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nantinya dokter akan menjelaskan dampaknya, cara mengelola sakit kepala, cara mengobati gejala yang dialami, hingga waktu yang tepat untuk bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Hal yang perlu digarisbawahi, anak-anak yang mengalami gegar otak ringan perlu selalu diawasi. Bila perlu, ubah jadwal rutinitasnya hingga gegar otak ringan benar-benar pulih. Bagaimana dengan orang dewasa? Hampir sama, orang dewasa juga membutuhkan observasi ketat untuk mencegah kondisi yang semakin parah.

Referensi:
National Institutes of Health (NIH) - MedlinePlus. Diakses pada Desember 2019. Concussion
Web MD. Diakses pada Desember 2019. Concussion (Traumatic Brain Injury)