23 November 2018

Waspadai Vertigo Karena Trauma Kepala Ringan

Waspadai Vertigo Karena Trauma Kepala Ringan

Halodoc, Jakarta – Orang dengan cedera otak traumatis termasuk trauma kepala ringan biasanya mengalami masalah dengan keseimbangan. Gejalanya termasuk pusing dan vertigo (sensasi ketika kamu merasa lingkungan di sekitarmu bergerak)

Seberapa buruk masalah vertigo sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  1. Seberapa serius cedera kepala

  2. Pada bagian mana kepala mendapat cedera

  3. Cedera lain yang kamu miliki bersamaan dengan cedera otak. Misalnya, dalam kecelakaan kendaraan bermotor, mengalami cedera tulang belakang leher, serta patah tulang rusuk dan kaki. Semua cedera ini akan memengaruhi kemampuanmu untuk menjaga keseimbangan.

Keseimbangan adalah kemampuan untuk menjaga tubuh kamu terpusat di atas kaki. Kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan ditentukan oleh banyak faktor, termasuk kekuatan fisik, koordinasi, indra, dan kemampuan kognitif (berpikir).

Kebanyakan orang dapat mengontrol gerakan tubuh mereka dalam batas-batas tertentu sebelum kehilangan keseimbangan. Kemudian, perlu menyesuaikan postur mereka atau mengambil langkah untuk mencegah jatuh.

Menyesuaikan postur atau mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan sebelum atau selama dan setelah gerakan adalah proses kompleks yang sering terpengaruh cedera otak. Keseimbangan sangat penting karena ketika kamu memiliki keseimbangan yang buruk, maka memiliki risiko tinggi jatuh dan cedera otak atau patah tulang yang lebih parah.

Gegar otak atau cedera labirin pada saraf ke sistem vestibular juga menyebabkan vertigo dan ketidakseimbangan setelah cedera otak. Hidrops endolymphatic traumatik terjadi ketika ada gangguan keseimbangan cairan di dalam telinga bagian dalam.

Ketika ini terjadi, kamu mungkin memiliki periode vertigo, ketidakseimbangan,l dan dering di telinga yang berlangsung selama berjam-jam sampai berhari-hari. Demikian juga dengan gangguan sensorik pada saraf di kaki yang mengirim pesan ke otak yang membantumu menjaga keseimbangan.

Jika saraf-saraf ini rusak akibat cedera otak, maka otak kamu mungkin tidak mendapatkan pesan yang dibutuhkannya. Otak mungkin perlu lebih mengandalkan penglihatan dan telinga bagian dalam untuk menjaga keseimbangan. Cedera traumatis di batang otak dan serebelum (bagian otak yang mengontrol gerakan) dapat menyulitkan kamu berjalan dan menjaga keseimbangan.

Sama halnya dengan kebocoran cairan telinga bagian dalam ke telinga tengah (disebut perilymph fistula) kadang terjadi setelah cedera kepala. Kondisi ini juga dapat menyebabkan pusing, mual, dan tidak tenang saat berjalan atau berdiri. Ini bisa menjadi lebih buruk ketika kamu lebih aktif dan bisa menjadi lebih baik dengan istirahat.

Orang-orang dengan cedera otak mengalami kecemasan, depresi, ataupun takut jatuh. Kondisi ini dapat menyebabkan atau meningkatkan masalah keseimbangan. Dokter menyebut ini pusing psikogenik.

Meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas juga dapat membantu mengembalikan keseimbangan. Namun, ada baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami vertigo setelah terjadi cedera di kepala. Selain itu, perlu menjaga rutinitas harian supaya tidak terlalu berlebihan sehingga menyebabkan vertigo.

Kurangi asupan minuman beralkohol dan kafein serta perbanyak minum air putih. Istirahatlah yang cukup dan konsultasikan obat-obatan atau suplemen yang mungkin perlu kamu minum dengan dokter. Kalau ingin mengetahui lebih dalam mengenai vertigo dan trauma kepala ringan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: