08 October 2018

Cedera Saraf Tulang belakang bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Cedera Saraf Tulang belakang bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami cedera saraf tulang belakang. Salah satu kondisi yang terjadi, yaitu karena adanya kerusakan atau gangguan pada saraf yang terletak pada saluran tulang belakang. Biasanya, gangguan ini terjadi karena kecelakaan saat berkendara, olahraga terlalu keras, ataupun mengalami kekerasan fisik.

Hal ini menjadi berbahaya karena saraf tulang belakang memiliki peran yang sangat penting dalam pengiriman sinyal dari otak ke seluruh tubuh, begitupun sebaliknya. Saat saraf tulang belakang mengalami gangguan, hal itu bisa memicu kerusakan pada beberapa fungsi tubuh. Salah satunya adalah hilangnya sensor motorik dan kendali gerak yang bisa berujung pada kelumpuhan.

Saat seseorang mengalami gangguan ini, penanganan dan pengobatan harus segera dilakukan. Karena itu, kondisi ini tidak akan berkembang dan bisa mempercepat masa pemulihan. Menunda pengobatan juga bisa memperburuk kondisi dan menimbulkan komplikasi.

Cedera saraf tulang belakang bisa terjadi karena adanya kerusakan pada jaringan, bantalan, tulang, ataupun saraf tulang belakang itu sendiri. Selain itu,  adanya pergeseran, patah, atau terkilir pada tulang punggung akibat kecelakaan atau karena berolahraga. Jenis cedera itu diberi nama cedera saraf tulang belakang traumatis.

Selain itu, ada juga cedera saraf tulang belakang non-traumatik, yaitu cedera yang terjadi karena adanya gangguan kondisi kesehatan tertentu. Misalnya kanker, radang sendi, osteoporosis, kelainan pertumbuhan tulang belakang sejak lahir, hingga peradangan pada tulang belakang.

Cedera Saraf Tulang Belakang dan Kelumpuhan

Jika dilihat dari gejala yang dimunculkan, cedera saraf tulang belakang dibagi menjadi dua, yaitu cedera dengan gejala menyeluruh (complete) dan gejala tidak menyeluruh (incomplete). Pada gejala menyeluruh, cedera ini bisa menyebabkan pengidapnya kehilangan seluruh kemampuan sensorik dan pengendalian gerakan. Sebaliknya, jika gejala yang muncul tidak terjadi secara menyeluruh alias hanya menyerang bagian tertentu saja, maka itu adalah cedera dengan gejala tidak menyeluruh.

Gejala hilangnya kemampuan sensorik dan pengendalian gerak yang terjadi karena cedera saraf tulang belakang pun dibagi ke dalam 3 kategori. Apa saja?

1. Tetraplegia atau Quadriplegia

Dalam tahap ini, kelumpuhan terjadi pada kedua lengan dan kedua tungkai. Selain menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh, cedera pada saraf tulang belakang ini juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan bernapas. Bahkan, hingga membutuhkan alat bantu pernapasan. Hal itu terjadi karena kelumpuhan juga bisa mengenai otot di bagian dada.

2. Paraplegia

Memasuki tahap ini, kelumpuhan juga bisa terjadi pada setengah tubuh bagian bawah. Biasanya, kelumpuhan pada tahap ini akan terjadi pada kedua tangkai.

Selain gejala tersebut, sebenarnya setiap orang menunjukkan gejala yang berbeda-beda saat mengalami cedera saraf tulang belakang. Gejala yang muncul biasanya tergantung pada letak cedera dan keparahan kondisi yang terjadi pada tubuh.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter lewat fitur Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan keluhan seputar masalah kesehatan dapatkan rekomendasi beli obat serta tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: