6 Fakta Penting Diare pada Anak yang Mesti Ibu Tahu

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
6-fakta-penting-diare-pada-anak-yang-mesti-ibu-tahu-halodoc

Halodoc, Jakarta – Hampir semua orang mungkin pernah mengalami diare, tapi yang lebih sering mengalaminya adalah anak-anak. Si Kecil bisa dikatakan mengalami diare bila frekuensi buang air besar (BAB) nya meningkat hingga lebih dari 3 kali dalam sehari atau tinja menjadi lebih cair. Ibu tentunya khawatir saat anak diare. Namun, ada beberapa fakta penting tentang diare pada anak yang perlu para ibu ketahui agar bisa memberikan penanganan yang tepat pada Si Kecil.

1. Ada Berbagai Macam Penyebab Diare pada Anak

Banyak orangtua yang mungkin bertanya-tanya, kok bisa ya Si Kecil diare? Penyebab diare pada anak sangat beragam, bu. Namun, sebagian besar diare yang dialami anak balita disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri dan parasit. Nah, kondisi yang bisa memicu anak mengalami infeksi ini adalah karena kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk.

Selain karena infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan, alergi, gangguan penyerapan makanan, dan efek samping obat.

Baca juga: Si Kecil Suka Jajan Sembarangan, Ini Dampaknya

2. Selain Mencret, Diare Pada Anak Juga Bisa Disertai Gejala Lainnya 

Selain BAB lebih sering dan mencret, diare pada anak juga bisa disertai dengan gejala lainnya seperti perut kembung, mual, muntah, demam, nyeri perut, dan lemas. 

3. Waspada Gejala Dehidrasi pada Anak Saat Ia Mengalami Diare

Diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit secara cepat. Hal ini karena saat diare, saluran cerna sulit menyerap cairan dan elektrolit. Akibatnya, orang yang mengalami diare berisiko tinggi mengalami dehidrasi

Nah, dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi. Bila tidak segera ditangani, dehidrasi pada anak bisa semakin parah dan menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.

Karena itu, ibu perlu tahu gejala dehidrasi pada anak saat mengalami diare berikut:

  • Raut wajahnya tampak lemas dan pucat

  • Mata cekung

  • Mulut dan bibir kering

  • Sangat kehausan

  • Badannya terasa dingin

  • Jumlah urine sedikit atau warnanya kuning pekat kecokelatan

  • Saat menangis, air mata yang keluar hanya sedikit atau tidak ada sama sekali

  • Mengantuk terus-menerus.

Baca juga: 3 Jenis Dehidrasi pada Anak Diare

4. Memenuhi Kebutuhan Cairan Anak Saat Diare Sangat Penting

Saat anak mengalami diare, hal paling penting yang perlu orangtua lakukan adalah memastikan kebutuhan cairan anak tercukupi. Bila usia Si Kecil masih di bawah 6 bulan, ibu bisa memberinya ASI atau susu formula setiap kali ia muntah atau diare. Bila Si Kecil sudah berusia di atas 6 bulan, berikanlah ia minuman rehidrasi, seperti oralit. Ibu juga bisa memberikan air kelapa pada Si Kecil yang mengalami diare.

5. Berikan Makanan yang Lembut pada Anak yang Diare

Para orangtua sering bingung tentang jenis makanan apa yang cocok untuk dikonsumsi Si Kecil yang sedang diare. Sebenarnya kuncinya adalah makanan tersebut harus lembut dan mudah dicerna. Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk anak yang diare, antara lain nasi, telur matang, sup ayam hangat, sereal, sayur-sayuran yang dimasak, daging sapi atau ikan.

6. Makanan yang Tidak Baik untuk Anak yang Diare

Selain memerhatikan makanan yang baik untuk dikonsumsi, ibu juga perlu tahu jenis makanan apa yang sebaiknya dihindari oleh Si Kecil yang sedang diare. Hal ini penting untuk mencegah diare semakin parah. Beberapa pantangan makanan untuk anak yang diare, antara lain makanan berminyak dan berlemak, sayur-sayuran yang mengandung gas (brokoli, sayuran hijau, paprika, jagung, dan kacang polong), makanan yang pedas, makanan olahan, junk food, dan minuman bersoda.

Baca juga: Anak Alami Diare, Atasi dengan 4 Cara Ini

Nah, itulah beberapa fakta penting tentang diare pada anak yang mesti ibu tahu. Bila ibu ingin membeli obat-obatan yang dibutuhkan untuk mengatasi diare pada Si Kecil, gunakan saja aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur Buy medicines dan pesananmu akan tiba dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.