• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Gejala Pneumonia pada Lansia yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Pneumonia pada Lansia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
6 Gejala Pneumonia pada Lansia yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang paru-paru yang disebabkan oleh peradangan akibat infeksi. Kondisi ini dikenal juga sebagai paru-paru basah. Bahayanya, penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak maupun lansia.

Baca juga: Lansia Rentan Alami Pneumonia, Ini Alasannya

Ada berbagai komplikasi yang dapat dialami oleh lansia yang mengalami pneumonia. Mulai dari bakteri yang menyebar melalui aliran darah, kesulitan bernapas, hingga abses paru. Untuk itu, sangat penting bagi kamu mengetahui beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait pneumonia pada lansia. Dengan begitu, kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan baik untuk menghindari komplikasi!

Kenali Gejala Pneumonia pada Lansia

Jangan abaikan kondisi kesehatan yang dialami oleh lansia. Kamu perlu mewaspadai beberapa keluhan kesehatan yang mereka alami. Apalagi jika keluhan kesehatan yang dialami berkaitan langsung dengan kondisi pneumonia.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tetapi golongan lanjut usia lebih rentan mengalami penyakit ini. Hal ini disebabkan menurunnya sistem imun tubuh dan juga adanya gangguan penyakit lain yang meningkatkan risiko pneumonia. Untuk itu, kenali beberapa gejala pneumonia pada lansia, seperti:

  1. Lansia pengidap pneumonia dapat mengalami kondisi yang lemah terus-menerus. Tidak jarang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan kecil, seperti jatuh.
  2. Pneumonia pada lansia umumnya jarang disertai dengan demam. Namun, biasanya suhu tubuh mereka akan lebih rendah dari normal.
  3. Lansia akan mengalami kebingungan atau delirium.
  4. Lansia juga akan mengalami inkontinensia urine saat mengidap pneumonia.
  5. Mengalami penurunan nafsu makan.
  6. Penurunan kondisi kesehatan.

Selain kondisi tersebut, biasanya lansia juga akan mengalami gejala umum yang dialami oleh pengidap pneumonia. Batuk berdahak, nyeri pada bagian dada, nafas menjadi lebih pendek, hingga detak jantung lebih cepat menjadi gejala klasik dari pneumonia yang akan dialami oleh lansia.

Untuk itu, jangan ragu kunjungi rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan jika lansia mengalami beberapa gejala terkait pneumonia. Tidak perlu repot, kamu bisa gunakan Halodoc dan membuat janji langsung di rumah sakit pilihan kamu sehingga tidak perlu mengantre saat melakukan pemeriksaan. Mudahkan? Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Cara Mencegah Pneumonia di Usia Lanjut

Penyebab Pneumonia pada Lansia

Pneumonia merupakan penyakit yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai kuman, mulai dari bakteri, virus, dan jamur. Saat kuman masuk ke dalam saluran pernapasan, kuman ini dapat menyebabkan infeksi dan menyebabkan peradangan pada paru-paru.

Biasanya, peradangan akan terjadi pada bagian kantung udara atau alveoli yang menyebabkan alveoli dipenuhi cairan atau nanah. Sistem imun tubuh yang rendah pada lansia pun meningkatkan risiko pneumonia pada lansia. 

Selain itu, gangguan penyakit yang dialami oleh para lansia membuat lansia berisiko untuk dirawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini berisiko menyebabkan lansia mengalami pneumonia yang disebabkan oleh jamur dan dikenal sebagai Healthcare Associated Pneumonia.

Pengobatan Pneumonia pada Lansia

Pengobatan menggunakan antibiotik bisa dilakukan untuk mengatasi pneumonia pada lansia yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan pneumonia yang disebabkan oleh virus, tidak dapat diatasi menggunakan antibiotik. Kamu diharapkan memberikan perawatan terbaik untuk membantu meningkatkan imun tubuh lansia menjadi lebih optimal, sehingga bisa menurunkan gejala pneumonia.

Selain itu, kondisi pneumonia yang masih terbilang ringan bisa mendapatkan perawatan di rumah, seperti:

  1. Memenuhi kebutuhan cairan dengan air putih setiap harinya.
  2. Perbanyak waktu istirahat lansia agar kekebalan tubuh meningkat.
  3. Berikan makanan sehat yang bisa membantu untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, makanan atau minuman yang hangat.
  4. Pastikan kondisi lingkungan nyaman dan terdapat ventilasi udara yang baik.

Baca juga: Cara Mencegah Pneumonia pada Orangtua

Pastikan lansia mendapatkan perawatan yang tepat untuk penyakit pneumonia yang diidapnya. Pneumonia yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti kegagalan pernapasan, masuknya bakteri ke dalam aliran darah, abses paru, sepsis, hingga kematian.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What to Know About Pneumonia in Older Adults.
Elmcroft. Diakses pada 2021. Pneumonia in Elderly People: Symptoms, Causes, Treatment, and Recovery.