Inkontinensia Urine

Pengertian Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin merupakan kondisi dimana air kencing keluar tanpa disadari hingga menimbulkan gangguan kesehatan dan juga sosial. Bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi inkontinensia urine juga merupakan tanda kondisi kesehatan tertentu.

Gejala Inkontinensia Urin

Gejala inkontinensia urin bervariasi tergantung tipe yang dialami. Pada tipe urge, penderita akan mengalami kondisi keinginan berkemih yang tiba-tiba, tidak tertahankan hingga akhirnya mengompol, sering berkemih (> 8x/ hari) juga sering kencing di malam hari. Pada tipe stress incontinence penderita mengompol pada kondisi dimana terjadi tekanan di perut misal saat batuk, bersin. Beberapa penderita mengalami kondisi campuran dari gejala ini.

Penyebab Inkontinensia Urin

Penyebab inkontinensia urin bisa terkait saluran kemih bagian bawah dan yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal ini bisa terkait penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Inkontinensia urin dapat terjadi meski saluran kemih normal, biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif.  

Faktor Risiko Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin rentan dialami  seiring bertambahnya usia ditambah beberapa faktor pemicu seperti obat tertentu seperti beberapa golongan obat penenang, obat darah tinggi, obat anti-nyeri. Kondisi fisiologis yang menurun juga beberapa penyakit seperti pembesaran prostat, infeksi saluran kemih dapat menjadi faktor risiko terjadinya inkontinensia urin.

Wanita dapat lebih rentan mengalami inkontinensia urin karena saluran kemih lebih pendek dan pria akan lebih mudah mengalami inkontinensia urin ketika menderita pembesaran prostat.

Diagnosis Inkontinensia Urin

Dokter akan melakukan pemeriksaan terkait kondisi inkontinensia urin, tipe, waktu saat terjadi, obat yang sedang dikonsumsi, gejala lainnya untuk menilai kemungkinan penyebab inkontinensia urin.

Pada pemeriksaan fisik, dokter mengidentifikasi adanya gangguan lain yang menyertai, pemeriksaan kandung kemih dan panggul, kondisi saraf, juga pemeriksaan colok dubur jika perlu (misalnya untuk deteksi pembesaran  prostat pada laki-laki lanjut usia.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa disarankan diantaranya pemeriksaan air kencing, sistogram, USG, pemeriksaan urodinamik, sistoskopi.

Pengobatan dan Efek Samping Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin perlu diketahui penyebab, jenis dan keparahannya agar mendapat pengobatan yang tepat. Pengobatan dapat meliputi:

  1. Terapi perilaku untuk mengurangi inkontinensia urin  dengan edukasi, pemantauan kebiasaan berkemih, penyesuaian asupan cairan dan kafein,  penurunan berat badan untuk wanita yang kelebihan berat badan, penggunaan alat bantu (misalnya, tempat berkemih di samping tempat tidur), dan berbagai jenis pelatihan kandung kemih dan saluran uretra (misalnya, meningkatkan jarak waktu berkemih, latihan otot panggul).
  2. Terapi obat untuk merelaksasikan kandung kemih. Obat yang digunakan merupakan obat golongan antikolinergik yang dapat memiliki efek samping diantaranya mulut kering, sulit BAB, penglihatan buram dan rasa seperti kebingungan.
  3. Pada beberapa kasus dapat dilakukan tindakan berupa pemasangan kateter.
  4. Pembedahan dapat dilakukan terutama pada kasus inkontinensia urin karena sumbatan di saluran kemih atau pemasangan sfingter buatan (otot berbentuk cincin untuk mencegah aliran urin dari kandung kemih ke uretra).

Pencegahan Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin diantaranya dapat dicegah dengan:

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Latihan otot panggul ( senam kegel).
  • Membatasi minuman yang berpengaruh pada pola berkemih misal teh, kopi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala inkontinensia urin sudah mengganggu kehidupan sosial anda atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing) segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.