6 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Balanitis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
6 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Balanitis

Halodoc, Jakarta – Ada banyak jenis gangguan yang bisa menyerang organ reproduksi pria, salah satunya adalah balanitis. Pada dasarnya, kondisi ini tidak bersifat serius, tetapi bukan berarti boleh diabaikan begitu saja. Balanitis harus segera ditangani agar bisa sembuh dengan segera dan menghindari munculnya komplikasi. 

Balanitis adalah penyakit yang menyerang organ reproduksi pria. Kondisi ini terjadi akibat adanya peradangan pada kulit kulup alias kepala penis. Penyakit ini bisa menyebabkan munculnya gejala, seperti kemerahan pada kepala penis. Selain itu, balanitis juga memicu terjadinya pembengkakan akibat infeksi bakteri, infeksi jamur, atau alergi. Biar lebih jelas, simak pembahasan seputar hal yang perlu diketahui tentang balanitis. 

Baca juga: Balanitis pada Anak, Ini Gejala yang Dialami

Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Balanitis 

Ada beberapa hal yang perlu diketahui seputar penyakit balanitis. Dengan begitu, pria bisa melakukan pencegahan dan pengobatan segera saat penyakit ini menyerang. Berikut ini beberapa fakta seputar balanitis yang wajib diketahui!

1. Tidak Terbatas Usia 

Penyakit ini menyerang laki-laki dan tidak terbatas usia. Artinya, balanitis bisa terjadi pada pria di usia berapa saja, bahkan pada anak laki-laki berusia di bawah 4 tahun. Meski begitu, gejala yang muncul sebagai tanda balanitis pada anak-anak mungkin akan sedikit berbeda dibanding gejala balanitis pada pria dewasa. 

2. Mengintai Pria yang Tidak Disunat 

Risiko penyakit ini disebut lebih tinggi pada pria yang tidak disunat alias dikhitan. Apalagi jika orang tersebut tidak menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar, terutama di bagian kulit kulup. Risiko penyakit ini lebih tinggi pada pria dewasa yang belum disunat, tetapi pria yang sudah disunat dan anak-anak pun memiliki risiko mengalami balanitis.

3. Bukan Kondisi Serius 

Balanitis tidak termasuk dalam jenis penyakit kelamin yang serius. Meski begitu, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Jika ditangani dengan cara yang benar, balanitis bisa sembuh dalam beberapa hari.

4. Ditandai dengan Benjolan

Salah satu gejala yang khas dari balanitis adalah muncul benjolan di pangkal paha. Benjolan muncul akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Balanitis paling sering terjadi karena infeksi bakteri atau jamur. Risiko infeksi meningkat saat seseorang tidak menjaga kebersihan kepala penis atau kulup. 

Baca juga: Tips Sederhana untuk Meredakan Gejala Balanitis

5. Faktor Lain

Selain infeksi, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu balanitis menyerang. Penyakit ini bisa terjadi karena penggunaan sabun yang membuat kulit penis kering, alergi pelumas atau kondom, dan efek samping dari konsumsi jenis obat tertentu. Infeksi menular seksual juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini menyerang. Balanitis bisa juga terjadi karena cedera di bagian ujung penis atau kulup, obesitas, serta penyakit atau kelainan tertentu, seperti diabetes dan fimosis.

6. Mencegah Balanitis

Cara paling ampuh untuk mencegah balanitis adalah dengan menjaga kebersihan penis. Seluruh area organ intim perlu dijaga kebersihannya, tetapi balanitis bisa dicegah dengan menjaga kebersihan kulup penis. Biasakanlah untuk selalu menggunakan air dan sabun untuk membersihkan bagian ini, terutama saat mandi atau setelah melakukan hubungan seksual. Setelah itu, keringkan penis dengan benar sebelum mengenakan celana dalam. 

Baca juga: 5 Faktor yang Tingkatkan Seseorang Alami Balanitis

Cari tahu lebih lanjut seputar balanitis dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Drugs.com. Diakses pada 2019. Balanitis.
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Balanitis?