• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi

6 Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 Agustus 2022

“Berkat kandungan nutrisinya yang lengkap, madu bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan reproduksi, baik pada pria maupun wanita. Mulai dari meningkatkan kesuburan hingga membantu mengatasi berbagai macam masalah reproduksi, yang umum dialami wanita.”

6 Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi6 Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi

Halodoc, Jakarta – Madu sudah dikenal sebagai bahan alami yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaatnya yang mungkin belum banyak diketahui adalah menjaga kesehatan reproduksi. 

Madu murni kaya akan antioksidan, flavonoid, asam fenolat, asam amino, enzim, vitamin, dan mineral. Selain itu, makanan yang rasanya manis ini juga kaya mineral seperti zat besi, seng, magnesium, kalsium, selenium, potasium, dan fosfor. 

Kandungan nutrisi yang lengkap tersebut mampu mencegah, hingga mengobati berbagai penyakit. Salah satunya, penyakit terkait organ reproduksi, baik pria dan wanita. Yuk, simak manfaat madu untuk kesehatan reproduksi di sini.

Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi

Inilah manfaat madu untuk kesehatan reproduksi pria dan wanita:

1. Meningkatkan Kesuburan dan Membantu Kehamilan

Madu dikenal sebagai salah satu bagian integral dari terapi kesuburan dan perencanaan kehamilan. Manfaatnya bisa dirasakan oleh pria dan wanita. Khusus pada pria, madu bahkan bisa mengobati impotensi. 

Riset yang dipublikasikan lewat Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition menunjukkan, meminum madu murni secara rutin bisa mengoptimalkan fungsi testis, dan akhirnya meningkatkan jumlah sperma dan fertilitas pria. Selain itu, bahan alami ini juga bisa mengobati disfungsi ereksi pada pria.

Lebih dari itu, manfaat madu sebagai penunjang kehamilan dibuktikan lewat salah satu jurnal di International Journal of Gynaecology and Obstetrics pada 2008. Riset ini membuktikan bahwa menggunakan madu sebagai pelumas saat berhubungan intim, bisa meningkatkan kesuburan dan peluang kehamilan.

Tak hanya itu, minum susu dan madu murni setiap pagi mampu meningkatkan stamina. Tak hanya stamina untuk beraktivitas, lho, tapi minuman tersebut juga bisa meningkatkan stamina di ranjang. 

2. Mencegah Kanker Organ Reproduksi

Madu memang tidak bisa menyembuhkan kanker. Namun, mengonsumsinya secara rutin mampu mencegah muncul dan berkembangnya sel kanker pada organ reproduksi. Madu mampu mencegah kanker serviks, kanker payudara, serta kanker prostat. Selain kanker, madu juga bisa mencegah tumor.

Zat antikanker dan antitumor yang terkandung dalam madu adalah flavonoid, asam fenolat, asam amino, protein, dan enzim. Zat-zat tersebut juga berperan sebagai zat antiinflamasi. Peradangan kronis terbukti berhubungan dengan terbentuknya sel kanker. Nah, manfaat madu adalah meredakan inflamasi yang muncul, sehingga bisa mencegah kanker.

3. Mengurangi Keputihan pada Wanita

Peter Molan, Director of the Honey Research Unit di Universitas Waikato, Selandia Baru mengatakan, bahwa madu murni bisa mencegah keputihan yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Hal itu berkat kandungan enzim antibakteri di dalamnya.

Sebetulnya keputihan bukanlah hal yang berbahaya, bahkan normal bagi wanita. Terutama keputihan yang muncul saat masa subur, menjelang, dan sesudah menstruasi. Keputihan yang normal tidak berbau dan memiliki tekstur yang kenyal serta tidak berwarna atau bening.

Namun, jika keputihan yang muncul punya bau, warna, dan tekstur yang tidak biasa, kamu bisa meminum madu murni secara rutin untuk menghilangkannya. Biasanya, keputihan yang tidak biasa muncul disebabkan adanya bakteri Trichomonas vaginalis, jamur Candida albicans, serta bakteri Gardnerella vaginalis.

4. Menjaga Kesehatan Reproduksi Pasca Menopause

Seiring bertambahnya usia wanita, produksi estrogen ovarium secara bertahap akan menurun. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas reproduksi menurun dan menimbulkan beberapa gejala, seperti kekeringan pada vagina dan atrofi genital. 

Selama masa reproduksi, epitel vagina menghasilkan glikogen yang dimetabolisme oleh bakteri (lactobacillus) menjadi asam laktat. Jenis asam ini menjaga ekosistem vagina dengan menciptakan lingkungan asam, sehingga bisa menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan penyebab penyakit.

Namun, selama periode pasca menopause, produksi estrogen menurun, laktobasilus tidak ada dan ekosistem vagina menjadi basa. Hal ini memungkinkan organisme berbahaya berkembang dengan subur, terutama E.coli yang bisa mengakibatkan vaginosis bakterial.

Nah, senyawa fitoestrogen (seperti estrogen) yang ditemukan dalam madu bisa bermanfaat untuk pemulihan rahim dan vagina yang mengalami atrofi.

5. Membantu Mengatasi Kandidiasis Vulvovaginal

Kandidiasis vulvovaginal adalah salah satu infeksi jamur yang sering mengganggu wanita. Penyakit tersebut bisa terjadi akibat gangguan organisme komensal, termasuk Lactobacillus acidophilus, di lingkungan vagina normal. Gangguan tersebut akhirnya bisa mempercepat pertumbuhan patogen, seperti spesies Candida. 

Dalam studi epidemiologi di Amerika Serikat. Candida Albicans diyakini sebagai penyebab utama kandidiasis vulvovaginal. 

Madu merupakan bahan alami yang memiliki sifat antimikroba. Itulah mengapa madu dipercaya sebagai pilihan yang baik untuk mengatasi kandidiasis vulvovaginal. Bahan alami tersebut bisa menghambat pertumbuhan C. albicans tanpa memengaruhi Lactobacillus. 

Lactobacillus adalah pengatur flora normal vagina yang menghasilkan asam laktat. Flora ini  juga menjaga pH vagina pada tingkat normal, dan menghambat perlekatan bakteri pada sel epitel vagina.

6. Membantu Menjaga Keseimbangan Hormon

Banyak wanita yang sering mengalami ketidakseimbangan hormon akibat kadar testosteron yang tidak seimbang. Hal itu lama kelamaan bisa memengaruhi kesehatan reproduksi. 

Nah, mengonsumsi madu setiap hari bisa membantu menyeimbangkan kadar testosteron yang pada gilirannya akan meningkatkan kesehatan reproduksi, mengurangi perubahan suasana hati, dan meningkatkan keseimbangan hormon.

Itulah manfaat madu yang besar untuk kesehatan reproduksi, baik pada wanita dan pria. Nah, kamu bisa cari produk madu atau obat dan vitamin yang kamu butuhkan dengan menggunakan aplikasi Halodoc saja. 

Jadi, tidak perlu repot-repot keluar rumah, cukup order saja lewat aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Molecules. Diakses pada 2022. Protective Roles of Honey in Reproductive Health: A Review.
Times of India. Diakses pada 2022. Why A Spoonful Of Honey Daily Is A Must Have For Women