6 Pantangan saat Hamil Muda

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
hamil muda, pantangan hamil muda

Halodoc, Jakarta - Kehamilan tidak pernah gagal menjadi momen istimewa dalam hidup setiap wanita. Minggu-minggu awal kehamilan pun menjadi saat yang berat bagi para ibu, imbas adanya perubahan hormon dalam tubuh. Kondisi kandungan pada masa-masa ini pun lebih rentan, ketimbang pada trimester akhir. Beberapa pantangan berikut perlu diperhatikan oleh para ibu yang tengah hamil muda, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan:

1. Melakukan Diet

Bagi kebanyakan wanita, kehamilan dapat mengubah bentuk tubuh dan tak jarang membuat tubuh menjadi lebih berisi. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang biasa menjalani diet untuk menjaga bentuk tubuh.

Namun, bagi ibu yang tengah hamil muda, sebaiknya urungkan niat untuk melakukan diet, terutama pada masa-masa awal kehamilan. Sebab, diet dapat membuat ibu hamil dan janin kekurangan gizi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan janin. Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dapat membuat janin berisiko mengalami kecacatan.

2. Olahraga atau Aktivitas yang Terlalu Berat

Olahraga atau aktivitas yang terlalu berat sebaiknya dihindari oleh ibu yang sedang hamil muda. Sebab jika terlalu berlebihan, akan meningkatkan risiko keguguran. Jika ingin tetap berolahraga, pilihlah jenis olahraga yang cenderung ringan. Hindari olahraga yang dapat membuat rahim mengalami tekanan dan kontraksi yang berlebihan, seperti bersepeda.

3. Konsumsi Nanas dan Durian

Ibu hamil memang disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung gizi yang tinggi, seperti buah-buahan. Namun, dua jenis buah ini sebaiknya dihindari, terutama ketika usia kehamilan masih tergolong muda.

Buah yang pertama adalah nanas. Mengapa? Karena nanas mengandung zat yang bersifat abortivum, yang artinya jika dikonsumsi berlebihan dapat berpotensi menimbulkan kontraksi pada kandungan. Pada usia kandungan yang masih muda, hal ini jelas berbahaya, karena berisiko terjadi keguguran.

Lalu yang kedua, durian. Buah yang memiliki rasa manis ini mengandung alkohol yang membuat tubuh menjadi panas. Mengonsumsi buah ini, terutama dalam jumlah banyak, sangatlah tidak dianjurkan.

4. Makan Makanan Mentah

Makanan mentah mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Jika dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda, bakteri-bakteri tersebut berpotensi menyerang janin dan menyebabkan berbagai risiko bagi pertumbuhan janin dalam kandungan.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang mentah seperti daging, telur, ikan mentah, serta sayuran mentah. Hindari juga makanan yang dimasak setengah matang seperti telur setengah matang, sate atau steak yang dimasak rare atau medium-rare, karena dikhawatirkan masih mengandung banyak bakteri.

5. Merokok dan Minum Minuman Beralkohol

Merokok ataupun terpapar asap rokok dapat sangat berbahaya bagi ibu hamil. Kandungan nikotin dan zat berbahaya lainnya yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti pecahnya air ketuban dini dan keguguran.

Pun halnya dengan konsumsi minuman beralkohol. Bagi ibu hamil, minuman beralkohol sebaiknya dihindari karena berisiko membuat janin tumbuh cacat, baik tubuh maupun mental. Konsumsi alkohol juga membuat janin rentan terhadap penyakit, bahkan ketika sudah lahir nanti.

6. Stres

Tidak hanya asupan makanan dan minuman, stres juga dapat meningkatkan risiko keguguran pada ibu yang tengah hamil muda. Ketika ibu hamil stres, asupan oksigen dan nutrisi untuk janin akan berkurang, sehingga berpotensi menyebabkan kematian janin. Untuk itu, cobalah untuk kurangi stres dengan lebih santai dan relaks dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Itulah 6 hal yang menjadi pantangan bagi ibu yang tengah hamil muda. Jika ibu membutuhkan informasi lebih detail lagi seputar kehamilan, ibu juga bisa bertanya langsung pada dokter dengan menggunakan fitur Chat atau Voice/Video Call pada aplikasi Halodoc. Dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online dengan men-download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play Store.

Baca juga: