6 Penyebab Terkena Mastalgia yang Wajib Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
6 Penyebab Terkena Mastalgia yang Wajib Diketahui

Halodoc, Jakarta – Rasa nyeri yang muncul pada payudara terkadang membuat setiap wanita merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya. Namun, sebenarnya kamu tak perlu khawatir karena kondisi nyeri payudara ini adalah hal yang wajar terjadi. 

Baca juga: Nyeri pada Satu atau Kedua Payudara, Awas Gejala Mastalgia

Kondisi ini dikenal sebagai mastalgia. Mastalgia adalah nyeri yang berasal dari payudara atau jaringan di sekitarnya. Tidak hanya dari dalam, nyeri payudara dapat terjadi di luar bagian payudara namun berdampak hingga bagian payudara.

Kondisi mastalgia umumnya dialami oleh wanita yang belum memasuki kondisi menopause dan sering dicemaskan sebagai gejala dari kanker payudara, terutama jika nyeri payudara yang dirasakan semakin hari semakin parah.

Ketahui Gejala Mastalgia

Gejala umum dari kondisi mastalgia adalah nyeri pada bagian payudara. Pada kondisi mastalgia yang disebabkan adanya perubahan hormon yang disebabkan menstruasi, seorang wanita mengalami gejala seperti pembengkakan pada bagian payudara atau munculnya benjolan pada payudara.

Selain itu, nyeri semakin bertambah parah ketika menjelang menstruasi. Mastalgia yang disebabkan perubahan hormon terasa pada kedua payudara terutama bagian atas payudara dan menyebar hingga ketiak.

Sedangkan, untuk nyeri payudara yang tidak disebabkan karena menstruasi memiliki gejala yang berbeda. Nyeri payudara akan terasa sesak dan panas, berlangsung secara terus-menerus atau hilang timbul. Biasanya nyeri hanya dirasakan pada satu titik payudara dan dapat menyebar ke bagian payudara yang lainnya.

Kenali Penyebab Mastalgia

Penyebab mastalgia memang sulit dipastikan. Namun, ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan seseorang mengalami kondisi mastalgia, yaitu:

1. Kondisi Asam Lemak Tidak Seimbang

Sel dengan jumlah asam lemak tidak seimbang memengaruhi kepekaan jaringan pada payudara.

2. Ukuran Payudara

Ukuran payudara dapat menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri payudara yang tidak berhubungan dengan menstruasi.

3. Cedera pada Bagian Otot, Sendi dan Tulang Payudara

Rasa nyeri yang muncul dapat disebabkan cedera pada bagian otot, sendi dan tulang di sekitar payudara. 

Baca juga: Payudara Terasa Nyeri? Awas Tanda Mastalgia

4. Masalah Saat Menyusui

Pada wanita yang sedang menyusui, mastalgia juga kerap dirasakan. Mastalgia pada ibu menyusui terjadi karena adanya pembengkakan payudara, penyumbatan saluran air susu, infeksi jamur pada puting atau adanya kondisi mastitis.

5. Kehamilan

Jangan langsung cemas ketika kamu mengalami mastalgia. Bisa jadi ini tanda kehamilan yang sedang dialami. Perhatikan nyeri yang terjadi dan tanda-tanda kehamilan yang lainnya.

6. Efek Samping Penggunaan Obat

Mastalgia juga dapat menjadi efek samping dari penggunaan salah satu jenis obat. Tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi yang dialami pada dokter untuk meredakan kondisi nyeri payudara yang diakibatkan penggunaan obat.

Perbedaan Mastalgia dan Kanker Payudara

Kanker payudara menjadi penyakit yang cukup menakutkan bagi wanita. Sebaiknya, jika kamu mengalami mastalgia jangan cemas berlebihan. Tidak ada salahnya untuk mengetahui perbedaan gejala dari mastalgia dan kanker payudara

Tidak hanya nyeri pada payudara, nyatanya kanker payudara memiliki gejala yang lebih dari sekedar nyeri. Pada pengidap kanker payudara biasanya akan mengalami payudara yang membengkak, merah serta perubahan pada warna kulit menjadi kemerahan dan bersisik.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Perubahan puting dan bentuk payudara juga menjadi gejala yang harus diperhatikan dengan baik. Tidak hanya pada bagian payudara saja, pengidap kanker payudara juga mengalami nyeri pada punggung bagian atas.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan sendiri dengan teknik SADARI untuk mengetahui kesehatan payudara kamu. Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!