13 September 2018

6 Tanda Stres pada Anak

stres, stres pada anak, stres dalam kandungan

Halodoc, Jakarta - Jika selama ini kamu menganggap bahwa stres hanya terjadi pada mereka yang sudah berusia dewasa, kamu salah. Sebab, stres ternyata juga bisa terjadi pada anak, lho. Bahkan sejak mereka dalam kandungan, stres yang dialami ibu dapat berpengaruh pada janin.

Dalam sebuah survey yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap 432 anak dengan rentang usia 5-13 tahun, terungkap bahwa 72 persen anak mengalami stres, yang ditunjukkan oleh perilaku negatif, selama 12 bulan terakhir.

Perilaku negatif yang ditunjukkan pun beragam. Kebanyakan berasal dari orangtua dan orang dewasa di sekitarnya tidak memahami hal ini sebagai gejala depresi. Sebab, anak cenderung belum bisa mengekspresikan dengan jelas apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Oleh karena itu, sebagai orangtua, yuk kenali beberapa tanda stres pada anak berikut ini:

1. Lebih Emosional

Salah satu tanda yang paling mudah dideteksi adalah perubahan kondisi emosional anak. Anak yang mengalami gejala stres akan cenderung lebih emosional dari sebelumnya. Ia akan mudah marah, menangis, mengeluh serta membantah segala perkataan orang di sekitarnya.

Ia juga akan cenderung mudah takut terhadap segala sesuatu, dari hal besar hingga hal sepele sekalipun. Seperti takut ditinggal orangtua, takut ketika berhadapan dengan orang asing, hingga takut akan gelap. Jika biasanya anak cenderung berani, lalu tiba-tiba menjadi mudah takut seperti ini, hati-hati. Bisa jadi itu merupakan tanda bahwa anak mengalami stres yang sudah cukup parah.

2. Suka Menyendiri

Anak yang mengalami gejala stres dapat terlihat juga dari perilakunya yang cenderung lebih suka menyendiri. Ia akan menarik diri dari segala bentuk interaksi, baik dengan teman-teman maupun keluarga, dan lebih suka menghabiskan waktu mengurung diri di dalam kamar. Tanda stres pada anak akan semakin terlihat ketika ia mulai tidak ingin pergi ke sekolah atau pun keluar rumah. Apalagi jika sebelumnya ia adalah anak yang cenderung aktif dan ceria.

3. Perubahan Nafsu Makan

Tanda lainnya yang mungkin terjadi pada anak yang mengalami stres dapat terlihat dari adanya perubahan nafsu makan. Perubahan nafsu makan yang terjadi bisa saja berupa penurunan atau malah kenaikan, tergantung dari bagaimana nafsu makan anak itu sebelumnya. Namun biasanya, anak yang stres akan cenderung mengalami penurunan nafsu makan.

4. Mengalami Gangguan Tidur

Seperti halnya pada orang dewasa, stres pada anak juga akan menimbulkan gangguan pola tidur. Ia akan mengalami sulit tidur, atau sering terbangun tiba-tiba di tengah malam karena mimpi buruk.

5. Kebiasaan Lama Terulang

Jika anak yang sudah berhenti mengompol, tiba-tiba kembali sering mengompol, maka itu mungkin salah satu tanda bahwa anak mengalami stres. Menurut penelitian, anak yang mengalami stres akan cenderung mengulangi berbagai kebiasaan yang pernah dimilikinya dulu, seperti mengompol, menghisap jari, atau tidak mau lepas dari boneka atau mainan kesayangannya.

6. Sulit Fokus dan Konsentrasi

Anak yang mengalami gejala stres juga akan mengalami kesulitan ketika diharuskan untuk fokus dan konsentrasi terhadap sesuatu. Hal ini dapat terlihat dari tidak mampunya ia menerima instruksi yang diberikan padanya, atau dari bahasa tubuh seperti tatapan kosong dan selalu menunduk, ketika melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus.

Kesulitan untuk bisa fokus dan konsentrasi ini juga akan berimbas pada nilai-nilai akademik anak di sekolah. Jika anak tiba-tiba mengalami penurunan prestasi, cobalah untuk mencari tahu apa penyebabnya, karena bisa jadi ia mengalami kesulitan untuk fokus dan konsentrasi, efek gejala stres yang dialami.

Jika kamu butuh saran seputar pengasuhan anak, atau ingin informasi lebih lanjut tentang stres pada anak, kamu bisa tanyakan langsung pada dokter atau psikolog dengan menggunakan fitur Chat atau Voice/Video Call di aplikasi Halodoc. Dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online kapan saja dan di mana saja, dengan aplikasi Halodoc. Ayo, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: