7 Faktor Risiko Jantung Berdetak Sangat Cepat

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
7 Faktor Risiko Jantung Berdetak Sangat Cepat

Halodoc, Jakarta - Detak jantung seseorang dapat menjadi pertanda apakah organ tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak. Jantung berdetak sangat cepat juga bisa menjadi penanda munculnya penyakit yang disebut dengan fibrilasi atrium. Kondisi tersebut jika dibiarkan dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai macam kondisi. Misalnya seperti stroke, gagal jantung, dan komplikasi yang berhubungan dengan penyakit jantung lainnya.

Ketika fibrilasi atrium terjadi, dua bilik atas jantung (atria) berdetak secara tidak teratur atau tidak terkoordinasi dengan dua bilik bawah (ventrikel) pada jantung. Gejala dari fibrilasi atrium yang umum terjadi adalah jantung berdebar, sesak napas, dan tubuh melemah.

Jantung berdetak sangat cepat bisa muncul dan hilang. Hal tersebut tidak dapat dihilangkan begitu saja dan apabila sudah tahap parah mungkin akan memerlukan perawatan. Walaupun hal tersebut umumnya tidak mengancam jiwa, kondisi tersebut dapat membuat pengidapnya membutuhkan perawatan darurat.

Fibrilasi atrium tersebut juga dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah pembekuan darah pada jantung yang dapat bersirkulasi ke organ lain dan menyebabkan aliran darah pada jantung menjadi tersumbat. Kelainan detak jantung tersebut membutuhkan obat-obatan dan alat untuk mengubah sistem kelistrikan pada jantung.

Baca Juga: Bukan Jatuh Cinta, Ini Penyebab Jantung Berdebar-debar

Faktor Risiko Jantung Berdetak Sangat Cepat

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat membuat jantung berdetak sangat cepat atau fibrilasi atrium. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Usia

Hal ini merupakan salah satu faktor risiko jantung berdetak sangat cepat. Semakin bertambahnya usia seseorang, semakin tinggi pula risiko mengidapnya. Risiko akan semakin tinggi terutama jika seseorang berusia di atas 60 tahun. Hal tersebut lebih mungkin karena gejala dari penyakit jantung dan kondisi lainnya yang dapat menyebabkan fibrilasi atrium.

2. Genetika

Risiko seseorang mengalami jantung berdetak sangat cepat dapat dipengaruhi oleh faktor genetika atau keturunan. Fibrilasi atrium dapat disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orangtua ketika lahir. Apabila keluarga kamu ada yang pernah mengidap gangguan ini, risikonya akan lebih besar menyerang kamu.

Baca Juga: Ini yang Dimaksud Penyakit Takikardia atau Palpitasi

3. Penyakit Jantung

Penyakit yang berhubungan dengan jantung juga dapat menjadi faktor risiko jantung berdetak sangat cepat. Hal tersebut dikarenakan masalah-masalah pada jantung, seperti penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, otot jantung lemah, dan cacat lahir jantung.

4. Sick Sinus Syndrome

Penyakit ini berhubungan dengan kelainan pada sel yang mengendalikan detak jantung yang dapat menjadi alat pacu jantung alami pada tubuh. Gejala yang muncul ketika seseorang mengidap hal ini adalah sinyal listrik jantung salah dan detak jantung bergantian antara cepat dan lambat.

5. Serangan Jantung

Ketika arteri yang memasok darah ke atria tersumbat, kondisi tersebut akan merusak jaringan atrium dan terjadilah fibrilasi atrium. Faktor risiko jantung berdetak sangat cepat karena kondisi jantung ini tidak menyebabkan serangan jantung.

6. Tekanan Darah Tinggi

Faktor risiko jantung berdetak sangat cepat yang umum disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hal tersebut membuat atrium atau ruang atas jantung menjadi lebih besar, sehingga jantung menjadi bekerja lebih keras dibanding biasanya.

Baca Juga: Jantung Berdebar saat Bangun Tidur, Bahayakah?

7. Penyakit Paru-Paru

Fibrilasi atrium dapat disebabkan oleh penyakit paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik (COPD), emfisema, hingga gumpalan darah pada paru-paru. COPD dapat disertai dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, masalah ventrikel, oksigen darah rendah, hingga merokok.

Itulah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan detak jantung cepat. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal kelainan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!