30 October 2018

Bukan Jatuh Cinta, Ini Penyebab Jantung Berdebar-debar

bukan jatuh cinta ini penyebab jantung berdebar-debar

Halodoc, Jakarta – Jatuh cinta memang bisa membuat jantung seseorang berdebar-debar. Apalagi bila sedang bertemu atau berduaan dengan sang kekasih. Jantung berdebar karena jatuh cinta itu wajar. Namun, bagaimana kalau jantung tiba-tiba berdebar kencang padahal kamu tidak sedang jatuh cinta? Kondisi jantung berdebar ini sering disebut juga palpitasi. Walaupun beberapa kasus palpitasi tidak berbahaya, tapi bila disertai gejala tertentu, maka penyakit ini perlu diwaspadai. Karena itu, ketahui penyebab jantung berdebar di sini.

Mengenal Kondisi Jantung Berdebar

Pada orang dewasa, detak jantung yang normal berkisar antara 50—100 bpm. Hal ini juga tergantung dari usia dan kondisi kesehatan orang tersebut. Saat tubuh memerlukan lebih banyak oksigen seperti ketika sedang berolahraga, maka jantung akan memompa darah lebih cepat. Hal inilah yang menyebabkan jantung berdebar tidak beraturan.

Namun, ada juga kondisi di mana jantung tiba-tiba saja berdegup dengan cepat dan kencang tanpa alasan. Bahkan, sensasi debarannya ini bisa terasa sampai area tenggorokan dan leher. Kondisi ini dikenal sebagai jantung berdebar atau sering disebut juga palpitasi.

Tidak usah panik bila kondisi ini terjadi karena pada beberapa kasus, palpitasi tidak berbahaya. Namun, bila selain jantung berdebar muncul juga gejala-gejala lainnya, seperti pusing dan dada terasa sesak, maka kamu perlu waspada. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya masalah di jantung.

Penyebab Jantung Berdebar

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab jantung berdebar:

1. Gaya Hidup

Gaya hidup yang tidak sehat bisa memicu terjadinya palpitasi atau jantung berdebar kencang, seperti:

  • Mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman berenergi.

  • Merokok.

  • Minum minuman beralkohol.

  • Kurang tidur.

  • Berolahraga terlalu berat.

  • Mengonsumsi makanan pedas.

  • Menggunakan obat-obatan terlarang, seperti ekstasi, kokain, ganja, ataupun amfetamin.

2. Faktor Psikologi

Suasana hati yang sedang kamu rasakan juga bisa membuat detak jantung menjadi tidak normal, seperti:

  • Cemas atau ketakutan.

  • Stres atau gelisah.

  • Serangan panik.

3. Obat-Obatan

Obat-obatan berikut juga bisa menimbulkan efek samping berupa jantung berdegup kencang.

  • Obat asma.

  • Obat tekanan darah tinggi.

  • Antibiotik.

  • Antihistamin.

  • Antidepresan.

  • Anti-jamur.

4. Gangguan Irama Jantung atau Aritmia

Jantung yang berdetak sangat kencang juga bisa menjadi gejala dari aritmia atau gangguan irama jantung, seperti:

  • Fibrilasi atrium.

  • Takikardia ventrikular.

  • Takikardia supraventrikular.

5. Penyakit Jantung

Penyebab jantung berdebar juga bisa karena adanya penyakit jantung, seperti:

  • Gagal jantung.

  • Penyakit jantung bawaan.

  • Kardiomiopati.

  • Penyakit katup jantung.

Penyakit atau Kondisi Tertentu

Selain faktor-faktor di atas, penyebab jantung berdebar juga bisa dikarenakan penyakit atau kondisi berikut.

  • Dehidrasi.

  • Demam di atas 38 derajat Celcius.

  • Anemia.

  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia).

  • Hipertiroidisme.

  • Hipotensi ortostatik.

Cara Mendiagnosis Jantung Berdebar

Untuk memastikan apa penyebab jantung berdebar yang kamu alami, kamu bisa memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan bertanya terlebih dahulu mengenai aktivitas fisik, tingkat stres, obat yang sedang dikonsumsi dan kondisi kesehatan kamu. Kemudian, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik, seperti mengukur tekanan darah, memeriksa nadi, dan mendengarkan suara jantung dengan menggunakan stetoskop.

Setelah pemeriksaan fisik, dokter juga bisa merujuk kamu ke dokter jantung untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti. Dokter jantung biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan yang meliputi:

  • Tes darah.

  • Tes urine.

  • Elektrokardiografi.

  • USG jantung.

  • Foto rontgen dada.

Nah, setelah menemukan penyebab jantung berdebar yang kamu alami, maka pengobatan bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya.

Jangan ragu untuk membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: