7 Hal Ini Terjadi Ketika Tubuh Kekurangan Kalium

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
7 Hal Ini Terjadi Ketika Tubuh Kekurangan Kalium

Halodoc, Jakarta - Elektrolit, begitu kalium disebut adalah mineral yang penting untuk tubuh ini berfungsi mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh dan membantu mengontrol tekanan darah. Tidak hanya itu, kalium penting untuk mengontrol jantung dan menjaga kerja saraf serta otot. Kekurangan kalium tentu memicu terjadi berbagai masalah di tubuh. 

Hipokalemia, Kondisi Tubuh Kekurangan Kalium

Hipokalemia, begitu kondisi yang menggambarkan kurangnya kalium di dalam darah. Normalnya, kalium dalam darah berada pada kisaran antara 3,5 hingga 5 mEq/L. Jika angkanya kurang dari itu, atau bahkan hanya 2,5 mEq/L, kamu harus waspada karena kondisi ini merupakan hipokalemia lanjutan yang membahayakan. 

Sebenarnya, tubuh yang mengalami hipokalemia bisa terlihat dari gejala yang mungkin dirasakan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mengalami kedutan atau kram pada otot;

  • Sembelit;

  • Sakit perut;

  • Sering mual dan muntah;

  • Jantung mengalami palpitasi atau berdebar tidak normal;

  • Sering haus, tetapi sering pula buang air kecil;

  • Mati rasa atau kesemutan.

Baca juga: 4 Metode Pengobatan untuk Atasi Hipokalemia

Sebenarnya, tidak sulit untuk memastikan kalau kadar kalium dalam darah berada pada angka normal atau tidak. Kamu hanya perlu membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Biasanya, dokter menyarankan kamu untuk melakukan pemeriksaan urin, pemeriksaan darah, hingga pemeriksaan EKG. Jadi, setiap gejala aneh yang dirasakan, sebaiknya tidak kamu anggap remeh. 

Apa yang Menyebabkan Seseorang Mengalami Hipokalemia?

Hilangnya kalium pada darah terjadi karena berbagai hal. Seringnya, muntah dan diare yang terjadi bersama-sama menjadi penyebab seseorang mengalami kondisi ini. Jika kamu berkeringat terlalu banyak, mengalami gangguan makan misalnya bulimia, mengalami ketergantungan alkohol, serta menggunakan obat pencahar dalam dosis yang berlebihan. 

Namun, hipokalemia bisa terjadi karena penyakit tertentu, termasuk gagal ginjal kronis, kurangnya asam folat, ketoasidosis diabetes, hingga malnutrisi. Dari semua faktor yang memungkinkan seseorang mengalami hipokalemia, penyebab utama adalah konsumsi obat yang bersifat diuretik karena berfungsi untuk mempercepat terbentuknya urine. Obat ini sering diresepkan untuk orang-orang dengan riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. 

Baca juga: Disebabkan karena Kadar Kalium Rendah, Ini Fakta Hipokalemia

Adakah Tindakan Pencegahan Hipokalemia yang Bisa Dilakukan?

Mencegah kekurangan kalium tentu saja dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi. Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan adalah:

  • Kentang. Makanan ini mengandung sekitar 925 miligram kalium, dan merupakan jenis makanan sumber kalium yang paling baik. Meski begitu, selalu perhatikan pengolahannya, dan hindari mengonsumsinya dalam bentuk kentang goreng. 

  • Alpukat. Makanan satu ini direkomendasikan untuk kamu yang sedang menjalani program diet. Lemak omega-6 pada buah satu ini baik untuk mencegah terjadinya penyakit jantung. Selain itu, kandungan kaliumnya disinyalir lebih tinggi daripada buah pisang.

  • Pisang. Pisang memiliki kandungan serat dan karbohidrat yang kaya serta kalium yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tidak heran jika mengonsumsi pisang membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Sebaiknya, kamu rutin mengonsumsi pisang untuk menjaga agar kebutuhan kalium terpenuhi.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Hipokalemia Bisa Berakibat Fatal


Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. High Potassium Food.
Healthline. Diakses pada 2019. Hypokalemia.
Everyday Health. Diakses pada 2019. Foods High in Potassium.